Pilihan

16 3 7
                                    

Sebuah panggilan memerintahkan seluruh peserta MOS SMA Negeri Pemuda untuk keluar kelas dan berkumpupl di lapangan. Kakak-kakak OSIS mengatur agar peserta duduk di pinggir lapangan dengan rapi dan teratur. Hari ini adalah hari dimana seluruh ekskul yang ada di sekolah ini mendemonstrasikan ekskulnya masing-masing. Cuaca saat itu cukup terik dan panas. Namun,hal itu tak mematahkan semangat para peserta untuk melihat pertunjukan ekskul-ekskul yang ada.

Alana sibuk mencari keberadaan Anisa,karena ia tak mau melihat pertunjukan bersama dengan orang yang tak ia kenal. Setelah lama mencari,akhirnya Alana dapat menemukan Anisa di kumpulan kelompoknya. Alana pun duduk disamping orang yang dari tadi ia cari.

"Alhamdulillah gua ketemu elu," Ucap Alana sambil duduk.

"Lah...ngapa emang?"

"Ih elu mah! Mana mau gua nonton demo ekskul kalo di samping kiri-kanan gua stranger semua," Ucap Alana.

"Makanya jadi orang tuh cari banyak temen...elu mah temenannya sama setan semua sih," Ucap Anisa

"Elu setannya dong."

Shit.

"Okay adik-adik udah gak sabar yaa mau liat pertunjukan ekskul-ekskul SMAN Pemuda?" Tanya seorang pembawa acara yang sepertinya ia juga anak OSIS.

"Wiiihh...mereka udah pada gak sabar nih kak!" Ucap seseorang yang ada di samping anak OSIS tadi.

"Yaudah kalo gitu langsung aja,ini dia yang pertama Basket!"

Satu per satu ekskul di tampilkan,Alana menghitung jumlah ekskul yg tampil hari itu sangatlah banyak. Mulai dari bidang:olahraga,akademis,seni,pecinta alam, dan lain-lain.

"Nis,lu tertarik gak?" Tanya Alana.

"Apaan?" Balas Anisa.

"Iihh!!! Maksud gue,elu tertarik gak ikut ekskul?" Tanya Alana.

"Hmm...apa yaa?" Anisa berpikir.

"Gua ikut paskib aja gimana?" Sambungnya.

"Bagus tuh! Jadi kalo lu tersesat di sekolah ini,lu bisa make bendera morse," Jawab Alana.

"Anjay..."

***

Suara adzan dzuhur menyudahi acara demo ekskul waktu itu, dan setelah ishoma masih ada demo ekskul lainnya,tapi di lakukan di dalam kelas atau indoor.

Setelah ishoma, Alana langsung pergi ke kelasnya. Tak lama kemudian,teman-teman satu kelompoknya masuk juga. Dan akhirnya acara demo ekskul indoor pun dimulai. Ekskul yang masuk ke kelas Alana,yaitu PMR,Rohis,PIK-R,English club,Math club,dan sejenisnya.

"Adik-adik,usai sudah acara MOS untuk hari ini,mengenai pengenalan ekstrakulikuler yang ada. Ini ada formulir pendaftarn ekskul yang harus kalian isi. Jangan lupa untuk di kumpulkan besok, " ucap kakak OSIS.

"Sekian dari saya,terima kasih kalian boleh pulang,"Sambungnya.

"Terima kasih,kak!" Seru se isi kelas.

"Na! Alana! Sini!" Terdengar seperti suara Anisa dari luar.

"Kenapa?" Tanya Alana.

"Gua boleh main ke rumah lu?"

"Ya boleh,emang kenapa?" Tanya Alana balik.

"Oke gua duluan yaa...laper nih,kangen masakan emak lu."

"Lah,masak tamunya dateng duluan daripada tuan rumah."

"Lah emang itu rumah punya elu? Orang itu punya emak lu."

"Terserah."

Alana melihat punggung Anisa yang kian menjauh,sampai tak terlihat lagi di matanya. Dan kembali untuk merapihkan tasnya,lalu bersiap untuk pulang.

"Lah ini apa-apaan?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 10, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang