•4•

98 9 4
                                        

Lisa terbangun karena mendengar suara yang berasal dari tv. Mungkin semalem lupa untuk di matikan.

Ketika ingin mengangkat kepalanya, Lisa merasa ada yang menahan kepalanya. Ternyata itu adalah kepala Lenard yang menindih kepala Lisa.

"Kak, bangun udah pagi"

"Ah iya gue bangun."Lenard langsung mengangkat kepalanya dari kepala Lisa.

"Eh lu semalem ngapain gue. Kok gue bisa sandaran di bahu lu?"

"Jangan mikir yang macem2 deh. Semalem lu ketiduran di bahu gue. Karena gue orangnya gak tega an, ya udh gue biarinin aja"

"Terus kenapa kepala lu nindihin kepala gue? Emang di kira gak berat apa"

"Karena liat lu tidur. Gue ketularan ngantuk. Ya udah gue tidur aja. Terus nindihan kepala lu deh"

"Ya udah gue mau mandi dulu"

"Ok"

Sambil menunggu Lisa selesai mandi, Lenard pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Gini2 Lenard juga jago memasak loh!

Setelah selesi membuat sarapan, Lenard memutuskan untuk mandi.
Setelah selesai mandi, Lisa segera turun ke bawah karena mencium aroma yang sangat menggoda~~~

"Gila, ini siapa yang masak? Mana mungkin mama. Ini aja baru hari ke 2 mama dan papa di rumah nenek"

"Gak usah ngedumel sendiri. Gue yang masak. Kenapa, enak ya?" Tiba2 saja Lenard sudah berdiri di samping Lisa.

"Demi apa lu kak. Kalau lu bisa masak"

"Serius dah. Lagian selain gue siapa yang bisa masak kecuali mama?"

"Ya siapa tau, tadi lu beli gitu di warung"

"Lisa sadar dong sekarang aja masih jam setengah tujuh, mana ada warung yg buka"

Seketika Lisa langsung diam membisu 《Lisa diam karena malu》

"Sa, lu kenapa? Lu lagi gak enak badan? Apa gmn"

"Ah, gak papa kok kak. Ayo makan!"

Selama makan, mereka berdua hanya di temenin oleh keheningan.

"Lisa, lu tadi kenapa?" Tanya Lenard memecahkan keheningan

"Gak papa"

"Bener?"

"Beneran kakakku cayang"

Lenard hanya tersenyum. Sedangakan Lisa bergindik geli karena melihat kelakuan kakaknya yang 'sok' manis itu.

"Kak, lu hari ini ada agenda gitu gak?"

"Emang kenapa?"

"Gak papa gue nanya aja. Kalau gak ada temenin gue ke toko buku yuk"

"Ogah ah. Mager"

"Yeelah. Masa ama adek sendiri begitu. Please kak. Ayolah kak!"

"Okok gue bakal temenin lu. Sekalian gue mau ada yang di beli"

"Makasih kak." Lisa langsung berdiri dan memeluk kakaknya. Entah karena pengaruh apa yang bisa buat Lisa sampai merasa sangat bahagia seperti ini. Lisa aja bingung apa lagi orang lain.

~~~~

Lagi enak leyeh2, tiba2 ada yang mengetuk pintu kamar Lisa. Lisa enggan untuk membuka karena malas.

"Woi, gc bukain!"

"Masuk aja gak di kunci"

Cklek~

The MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang