****
Cinta itu datang ketika hadirnya rasa nyaman💕
~~***~~~
pagi hari pukul 05:00 brian bangun dari tempat yang begitu familiar baginya.
menyeret paksa satu persatu kakinya untuk bergegas membersihkan diri.
setelah beberapa menit brian pun keluar lengkap dengan seragam sekolah yang di kenakannya.terlihat begitu tampan dan mempesona.
"pagi pa"sapanya dengan menampakkan senyum khasnya.
"tumben nyapa biasanya juga langsung nyosor ngambil roti,lirik aja kagak"balas mr.dirga dengan tatapan sinis.
"anak berubah baik aja di protes mulu,akkkhh...."jawabku dengan kesal.
"hehehehe kalo kamu mah berubah baik pasti ada muanya"balas mr.dirga mengejek.
"hehehe papa yang pengertian mah gini,tau aja yg anaknya mau"godaku sok imut.
"cuuuiiih...
giliran ada maunya aja baik,giliran gak ad..."ucap mr.dirga terpotong.
"suudzon loh pah,gak baik tuh"ceramahku.
"iya iya deh ngalah aja yang lebih waras"jawab mr.dirga dengan polos.
"heedeeeh demi uang jajan tambahan gue,rela deh dikatain gak waras pagi ini,
awaas aja nanti"batinku.
"minta uang jajan tambahin buat nongkrong bareng temen"pintaku dengan tampang tak berdosa.
"ambil aja di rekening kamu.
papa kemarin baru transfer uang jajan kamu.
ingat jangan boros boros!"ujar mr.dirga dengan tatapan tajam kek ibu ibu.
"okeoke"jawabku dengan mantap.
~~~***~~~
di sisi lain chelse tengah sibuk menyalin Pr manda ke bukunya.
"kerjaan lo di rumah apan sih?
sampe gak sempat ngerjain pr lo.lo tau kan yang mau masuk di kelas kita guru kiler neng,lo nggak boleh macem macem.bisa bisa lo mati entar"omel manda seperti ibu kos.
"lo bisa diem gak sih ini masih pagi juga,udah pulpen gue macet,lo mala cerama cerama gak jelas.
lebih baik gue denger cerama ustad maulana daripada denger cerama loh lebih adem hati gue.
"serah lo deh,susah ngomong sama orang yang kemana mana gak bawa otak"ucap manda dengan ngelus dada.
"anjeerr lo gue kemana mana bawa otak,cuma gue simpan di tas biar gak kelupaan"balasku dengan asal.
"heedeeh makin hari makin gak waras nih anak"
°°°°
chelsea berjalan menuju rooftop yang jaraknya lumayan jauh Dari kelasnya.
duduk dan menatap kosong kedepan.
yaa itu yang chelsea sering lakukan ketika berda di rooftop.
"lo ngapain disini?"tanya seseorang yang entah muncul dari mana.
"lo juga ngapain disini?"
ucapku darar.
"lo bisa nggak sih baik dikit ke gue?"
"lo sakit?
lo kok jadi berubah gini sih.
jadi jijik gue."jawabku bohong,sebenarnya gue suka kalau dia adem gini jadi pengen di bungkus trus bawa pulang,jadiin pajangan dirumah.
"gue cuma bosen aja berantem mulu sama lo" jawabnya santai.
chelsea tdk berniat untuk membalasnya.mereka pun tenggelam dalam hayalan masing masing.
hanya terdengar alunan napas beserta angin yang mengisi keheningan diantara mereka.
"entar pulang sekolah lo pulang bareng siapa?"tanya brian yang membuka suara berharap keheningan lenyap diantara mereka.
"g-gue?"tanyaku memastikan pertanyaannya.
"bukan"ucapnya datar.
"ooh"balasku dengan anggukan.
"kirain gue,akkhh dasar cowok bisanya hanya mainin perasaan cewek aja,udah di buat melayang juga,eeh di jatuhi gitu aja.
kan hati hayati jadi sakit"batinku.
"yaa lo laah,masa gue ngomong sama tembok yang di samping lo.
kan gak lucu"ujarnya kesal.
"oooh gue,yaa gue pulang biasa sih di jemput"
"bareng gue aja"tawarnya.
"boleh boleh kok,boleh banget malah.dari kemaren kemaren kek kayak gini kan enak.
aaahh,dasar pekanya lama"batinku.
"yaa... gimana yaa...
eeemmm boleh deh"jawabku basa basi.
"oke"balasnya dengan tersenyum.
"yaa tuhan ganteng banget.
kenapa engkau menciptakan pasangan hidupku setampan ini.gue nggak sanggup pengen cepet cepet nikah"ucapku dengan suara yang sekecil kecilnya hingga yang mendengar hanya aku dan pencipta.
"lo kenapa senyum senyum sendiri?
udak kek orang bego.
atau efek pertama kali di ntar pulang sama orang ganteng kali yak"ucapnya dengan percaya diri tingkat dewa.
"chuuuii..
pede amat lu jijik gue"
***
mata pelajaran selesai.
semua siswa siswi tengah sibuk memasukkan barang barangnya ke tas masing masing.
lain halnya dengan chelsea yang tengah sibuk mengperbaiki wajahnya di depan cermin yang ukurannya tidak begitu besar.
tak lupa pula menancapkan bedak disekitaran wajahnya dan pelembab bibir yang membuat riasan sederhananya terlihat simpel nan cantik.
°°°
kurang lebih dari 5 menit chelsea menunggu dan akhirnya sosok pria itu datang.
"naik"perintah cowok itu.
tanpa menunggu lagi chelsea naik dan duduk di sebelah brian.
keheningan terjadi lagi,mereka berdua sibuk dengan fikiran masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Diam
Teen FictionKetika seseorang mencintai dalam diam itu menyakitkan. Yaa,itulah yang dirasakan chelsea saat ini yang mencintai brian hanya dalam diam dan dan brian tidak mengetahuinya sama sekali. Setiap hari chelsea hanya bisa memandang brian dari kejauhan sana...
