Sekolah Baru 3

123 38 12
                                    

"Setiap rasa tak terduga, bisa jatuh hati pula kepada dia, tanpa alasan"
.
.
.
.

Di pagi yang cerah ini, entah mengapa perasaanku begitu bahagia. Berjalan pun tidak seperti biasanya, dengan langkahan yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Gumam-gumam samar dengan nada lagu aku lontarkan, seraya memegang tas dengan erat. Tapi itu semua sesaat sirna setelah aku berjalan di depan rumah Clidy. Aku hanya merasa heran saja melihat Clidy dengan Putra, rasanya kedekatan mereka lebih dari perasaan teman ataupun sahabat. Aku rasa begitu, tapi entah dengan kalian.

Pagi ini, aku dengan Clidy berangkat bareng lagi. Beberapa saat aku mendatangi rumah Clidy untuk menunggunya. Setelah Clidy menutup pintu rumahnya, kami bergegas pergi.

Tiba di pertigaan jalan raya kami melambai-lambaikan tangan kami untuk memberhentikan salah satu angkot yang akan kami naiki. Angkot pun berhenti, kami cepat-cepat masuk ke dalam.

Tidak kepikiran saja, kak Kelvin ada di dalam angkot. Kami pun saling menyapa satu sama lain. Aku heran saja biasanyakan kak Kelvin naik motor gedenya.

"Grace, lo naik angkot juga?"

"Iya kak, lho kalo lo kok ga paket motor gedenya? Kan biasanya naik motor kan kak?"

"Emm, tadi, soalnya motor gue. Eh bukan, gue cuma pengen naik angkot aja"

Di sana kami berbincang-bincang cukup lama. Ada kalanya Clidy juga ikut mengobrol bersama kami, dan berkenalan dengan kak Kelvin juga.

Telah sepuluh menit berlalu, kami sampai di depan gerbang sekolahan. Kami turun bersama-sama, Menuju kelas kami masing-masing. Clidy yang memang kelasnya searah dengan ku wajar saja kami berbarengan, tapi yang tidak wajar itu kak Kelvin padahal kelasnya di MIPA 1 kelas XII. Tapi aku sedikit memberi jarak antara aku dengan kak Kelvin.

Setelahnya aku masuk saja ke dalam kelas tanpa menanyai soal tersebut kepada kak Kelvin, tapi kak Kelvin ikut juga masuk ke dalam kelasku.

"Apa? Demi neptunus, gimana lo bisa berangkat ditemenin sama pangeran sekolah. Lo tadi malem mimpi apa Grace, gue pengen kayak lo"

Teriak Rain yang suaranya menggelegar seantera ruangan kelas kami. Sesaat itu seisi kelas yang sebelumnya memandangi aku dengan kak Kelvin, terkejut memandang Rain dengan tatapan aneh pula.

Kak Kelvin yang mendengar perkataan Raina hanyalah tertawa. Sedangkan Aku, hanya menggelengkan kepala kepada Raina.

Adalah semenit usai aku menggeletakan tas ku di kursi, kak Kelvin keluar dengan sebelumnya menyampaikan senyumnya padaku. Saat itu aku hanya senyum tersipu malu, hidungku di impit oleh kedua pipiku yang memerah. Cepat-cepat saja aku mengambil kaca persegi panjang dari tasku, untuk bercermin karena aku merasa ada yang salah dengan wajah ku.

•••

Sebelum meneruskan pada, jadwal pengumpulan surat pada OSIS di akhir hari MOS ini. Pembagian struktur organisasi kelas seperti : ketua kelas, wakil ketua, sekertaris, bendahara, dan masih banyak lagi.

Pemilihan selesai.

Ketua kelas : Raihan Arda R
Wakil ketua : Garce Amanda
Sekertaris 1 : Nadia Asfatika
2 : Hilma Rastani
Bendahara 1 : Raina Azahra
2 : Andra Admaja B
Dan seterusnya.

Aku menjadi wakil ketua? Ada perasaan senang dan terbebani.
Biasanya aku hanya menjadi Sekertaris atau bendahara, tapi ini berbeda.

Akhir sudah pemilihan organisasi dengan pembentukanya. Kini pengumpulan surat. Aku segera mengambil surat yang telah aku selipkan pada tasku kemarin. Aku terus mencarinya, terus dan terus, tapi alhasil nihil. Surat itu hilang, aku panik. Aku tak tau surat itu ada di mana. Tanpa pikir panjang aku membuat surat cinta itu kembali. Benar-benar tidak terduga, bagaimana bisa surat itu hilang seketika. Terserah, yang penting jadi.

Tetangga KelasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang