chapter 2

1.5K 196 22
                                        

Mian aku updatenya kelamaan 😥😥 lgi galau neh jdi gak bisa buat nulis, jadi maafkan aku 😥😥

Semoga chap ini dapet feelnya 😊😊

Jaejoong termenung dibalkon kamarnya. berpikir bagaimana cara memulai semua ini, apa yang harus dilakukan. seakan teringat sesuatu jaejoong beranjak kedalam untuk mengambil handphonenya.

Jaejoong kembali beranjak kearah balkon untuk melakukan panggilan. dengan harap harap cemas berharap telfonnya direspon oleh orang tersebut.

"halo??

"... ah halo oppa?? jaejoong sedikit tersentak saat mendengar orang tersebut menjawab telfonnya.

"ah joongie ada apa hem??, kau baik baik sajakan?? apa kau sakit??, apa disana ada masalah??, haruskah aku menyusul kesana??. dengan beruntun orang tersebut bertanya tidak menunggu jaejoong menjawab aepatah katapun.

Dengan menahan rasa kesal jaejoong menjawab," yak oppa bisakah bertanya satu satu?? apakah sekarang mulutmu itu beroperasi sebagai kereta api cepat?? jaejoong bersungut sungut sambil mencebilkan bibirnya kesal.

Orang tersebut hanya terkekeh mendengar jawaban dari jaejoong. "baiklah baiklah, maafkan oppa ne?? jadi ada apa hem??, tidak biasanya kau menghubungi oppa kalau tidak ada masalah serius. Orang tersebut menekankan kata katanya.

"apa oppa tidak sibuk?? Jaejoong bertanya takut mengganggu aktifitas sang oppa.

"tidak joongie-ah, bukankah sudah kukatakan walaupun aku sibuk kau tetap yang terpenting. Jadi katakan ada apa hem?", orang tersebut sedikit penasaran tentang hal yang akan disampaikan oleh sang adik.

Dengan gugup jaejoong mengatakan apa yang diresahkan oleh nya tentang permintaan putranya." oppa, tadi saat sarapan changmin dan changwook mengatakan ingin melanjutkan kuliah diseoul, aku harus bagaimana oppa, sungguh aku takut oppa. aku berpikir untuk menceritakan masa lalu ku, aku tidak ingin mereka memdengar daei orang lain saat kami kembali kesana." dengan suara bergetar jaejoong mengatakan keresahannya.

"......"

"oppa kumohon katakan sesuatu?? apa yang harus aku lakukan??, disatu sisi aku tidak sanggup untuk kembali tapi aku juga tidak bisa melihat mereka kecewa," jaejoong mulai terisak.

Orang tersebut mendesah keras saat mendengar keresahan yang dirasakan jaejoong kesayangannya tersebut. "joongie dengarkan aku hem?? aku tidak memaksa mu untuk ini cukup dengarkan dan setelah itu keputusan ada ditanganmu. Kau taukan bahwa tidak ada yang mengetahui kau masih hidup, hanya aku yang mengetahui dan melindungimu selama ini. Saat kau memutuskan kembali kau harus menunjukkan dirimu dihadapan dunia bahwa kau masih hidup, kau juga harus menemui keluargamu terutama ibumu dan aku tidak bisa menjamin kau tidak akan bertemu dengan orang itu." sang oppa menekankan kata "orang itu".

"apakah kau sudah siap hem?? cukup sudah selama 17 tahun kau bersembunyi jika kau ingin menunjukkan dirimu baik baik saja inilah saatnya. Lagipula kedua pangeranku itu memang harus tau apa yang selama ini terjadi padamu biarkan mereka yang sekarang menjagamu dari "orang itu", sambil menekankan kata orang itu.  "Dengarkan oppa, semua akan baik baik saja kami pasti melindungimu joongie kau adik kesayangan oppa, princess oppa hem jadi jangan takut." orang tersebut memberikan kata kata penenang karena saat ini dia tau bahwa jaejoong pasti sedang berusaha menahan tangisnya.

"bukankah mereka sebentar lagi akan berulang tahun?? Sudah waktunya mereka tau joongie-ya, ceritakan semuanya hem biarkan mereka berpikir dan mengetahui sosok "orang itu", oppa akan mempersiapkan semuanya disini, kau tenanglah semua akan baik baik saja.

Jaejoong terisak pelan mendengar kata kata sang oppa disebrang sana, dengan lirih jaejoong menjawab, "haruskah oppa?? Aku takut mereka tidak bisa menerima semua ini karena aku sudah menyembunyikan kenyataan ini?? Jaejoong makin tergugu merasakan sesak dihatinya membayangkan kedua pangerannya membenci dirinya.

Orang tersebut menghela napas berat, dia tau betapa sakitnya hati jaejoong nya betapa terpuruknya dia dulu, butuh perjuangan yang besar hingga jaejoong bisa bertahan hingga saat ini." hey, dengarkan oppa mereka tidak akan membencimu, mereka putramu kebanggaanmu kau yang menjaga mereka,  kau mempertaruhkan segalanya untuk mereka, jadi hal itu tidak akan pernah terjadi, percaya pada oppa hem?? "

Jaejoong menarik napas panjang mencoba meredakan tangisnya mencoba berpikir dengan jernih menelaah apa yang dikatakan sang oppa. "baiklah oppa aku akan memikirkannya dan kuharap oppa juga membantu mempersiapkan semua hal untuk aku kembali ke seoul."

"itu pasti joongie, oppa pasti akan mempersiapkan segalanya hem. Ah, akhirnya dongsaeng oppa kembali oppa sangat bahagia terutama keluargamu." orang tersebut terkekeh merasakan eforia kebahagian dihatinya.

Jaejoong pun ikut tersenyum mendengar suara kebahagiaan sang oppa akan keputusannya. Setelah pembicaraan yang sedikit menguras emosi jaejoong mulai membocarakan rencana kecilnya untuk kedua putranya. "ne oppa, aku berencana membuat pesta kecil untuk merayakan hari kelahiran kedua pangeranku, apa oppa akan datang?? Mereka pasti sangat senang bila oppa datang". Jaejoong terdengar gembira saat membicarakan rencana kecilnya untuk pangerannya kepada sang oppa.

Orang tersebut hanya mampu terkekeh mendengar suara manja jaejoongnya. "baiklah baiklah oppa akan berusaha meluangkan waktu untuk mengunjungi kalian disana hem." saat sedang berbicara ada seseorang yang memasuki ruangan orang tersebut dan mengintrupsi pembicaraan tersebut.

"ehem"

Orang tersebut tersentak saat mengetahui siapa orang yang telah memasuki ruangannya, jaejoong pun seketika mematung saat mendengar suara berat nan dingin menyapa gendang telinganya setelah sekian lama.

Dengan menahan rasa gugup dan suara bergetar jaejoong mengakhiri pembicaraan tersebut,"op.. oppa aku tutup hem nanti kita lanjutkan kembali dan kami menunggu kedatanganmu." dengan terburu buru jaejoong mematikan telfon dan seketika kakinya merasa lemas,  jatuh terduduk tidak mampu menopang berat badannya, setelah sekian lama akhirnya dia bisa mendengar suara itu lagi, suara yang penuh dengan kearogansian yang mampu menghipnotisnya hingga saat ini.

Hingga tidak menyadari dua pasang mata yang memperhatikan jaejoong. Mengernyitkan alisnya berpikir keras, ada apa dengan ibunya?? Siapa yg ditelfonnya hingga ibunya menangis seperti itu. Menyingkir dari pintu kamar sang ibu, kedua orang itu berpikir untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

Tbc...

Pendek?  Iyah emang pendek, dan aku minta maaf untuk itu 😥😥
Lgi gak bisa mikir, lagi dilema banget neh jadi maafkan aku! 😥😥

Semoga part ini dapet feel nya ya! 😀😀
Soalnya ini gak diedit lgi langsung aku publish, karna aku tau kalian udah nunggu lama 😁😁

Makasih yang udah nyempetin mampir untuk vote sama komennya walapun seaders tetep ada #smirk ehehe
Ada yang bisa nebak siapa yg ditelfon joongie?? 😁😁 dan siapa yang masuk keruangan orang itu #smirk ehehehe

MianhaeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang