Dodo membawa sebuket bunga tuli kesukaan Ana. Ia memasuki kamar yang diisi oranf tercintanya."Hai" sapa Dodo.
"Hai" Ana tersenyum.
"Udah baikkan?"
"Em...baik kok"
"Nih gue bawa bunga kesukaan lo"
"Wahh, makasi sayang ku"
"Ngomong apa tadi?, aduh ga denger"
"Ngomong apa?" Pipi Ana merona.
"Cie blusing" Dodo menoel-noel pipi Ana.
"Ish apaansi? Engga kok"
"Itu pipi lo merah, kek tomat hahaha"
"Ketawa! Udah sana" ketus Ana.
"Cie ngambek, belum juga dijadiin istru tapi udah ngambekan" goda Dodo
"Ish...udahde Do! Malu tau" Ana memalibgkan wajahnya.
"Ngapain malu? Sama suami sendiri eh...calon maksudnya"
"Dodo! Udahde, pipi gue nanti nambah merah" ucap Ana sembari memegangi pipinya.
"Iya...iya"ucap Dodo.
"Kapan keluar dari rumah sakit?" Lanjutnya."Besok udah boleh pulang"
"Asik...bisa sekolah lagi dong"
"Hm"
***
Sudah 2 hari Ana dirumah sakit, 2 hari yang penuh candaan, gombalan receh.
Hari ini ia kembali masuk kesekolah.
"HAIII" Teriak Ana histeris. Seisi kelas menutup telinganya masing-masing.
"Baru juga keluar rumah sakit udah berisik. Atau harus gue pasukin rumah sakit jiwa?" Celetuk Ipul yang mendapat jitakan maut dari Gogo.
"Lagian tu mulut mau gue ruqyah?" Ketus Gogo.
"Dasar monyet, main jitak aja!" Ucap Ipul.
"Mulut lo Ipul, sayang ku" ucap Rara.
"Cie udah manggil sayang, belum juga jadian" goda Ipul.
"NAJIS" ketus Rara.
"Pj nih ya" ucap Ana.
"Pada ngomongin apaansi?" Tanya Nana.
"BODO AMAT!" ucap mereka serempak.
"Kok gitu, guekan nanya" ucap Nana
"LO TELMI!" ucap mereka lagi serempak.
"Tau ah bete!"
"Ciee bebeb Nana ngambek" goda Nana.
"Bodo!" Ketus Nana.
"Udah diem, bel udah bunyi. Berantemnya lanjutin nanti" rerai Ana.
***
"Kantin yuk" ajak Dodo.
"Yuk" ucap mereka serempak.
Mereka berjalan beriringan. Banyak murid berdecak kagum dengan mereka.
"Mereka itu cantik dan ganteng. Cocok deh kalo pasang-pasangan"
"Yaampum kak Dodo sama kak Ana cocok bangetsi"
"Kak Ipul humoris bangetsi. Meleleh hati adek bang"
"Kak Rara sama Kak Nana cantik banget. Sini jadi pacar abang"
"Kak Gogo kalo senyum bingin aduhaiii"
Banyak lagi pujian-pujian yang mereka dapat.
"Mau pesan apa? Sini gue pesannin" ucap Ana.
"Cie tumben baik" celetuk Dodo.
"Mie ayam aja semua" ucap Gogo.
"Sipp" ucap mereka serempak.
Mereka memakan makanan masing-masing. Tidak ada percakapan, mereka sibuk memakan makanan.
"Kekelas yuk!" Ajak Nana.
"Yaudah yuk, gue juga mau kekelas" ucap Rara.
Mereka beriringan kekelas. Banyak candaan yang mereka lontarkan. Daru semut melahirkanpun mereka bicarakan.
Mereka melihat murid lelaki sedang berdiri didepan pintu mereka membawa sebatang coklat.
"Eh...nyariin siapa?" Tanya Ana.
"Saya nyariin kakak" ucap seseorang itu.
"Saya?...buat apa nyariin saya?" Tanya Ana.
"Ini saya kasih kakak coklat, diterima ya"
"Wah...makasi banget"
"Kakak maukan jadi pacar saya, kalo bisa jadi istri saya" ucap orang itu tiba tiba.
Dodo menoyor kepala orang itu pelan.
"Dih Bocah, ngapain lo nembak pacar gue?, pake dijadiin istri lagi" ketus Dodo."Eh...maaf kak, yaudah saya pergi dulu"
"Jahat banget si? Lagian dia lucu tau" ucap Ana.
"Kejer aja sana, jadiin pacar kalo bisa" ketus Dodo.
"Becanda elah" ucap Ana.
"Pacaran terosssss" ucap Ipul membuat seisi kelas ketawa terbahak-bahak.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hai ketemu lagi sama aku
Kangen ga(engga)ayo baca juga cerita aku "agreement"
Jangan lupa Vote and Comen

KAMU SEDANG MEMBACA
KOMEDI DAN CINTA (KATANYA)
Hài hướcPertunangan??? Sama Mantan??? Serem gak si???