Kau terdekap ketika malam memeluk mimpimu begitu erat. Tapi kau tidak pernah bisa tertidur lelap.
Ada jendela dan pintu, ada radio rusak dan sepasang sepatu tua di bawah tangga rumah mu yang dahulu pernah kau kenakan, sebelum dibiarkan sendirian, menemani kau tidur dan terus-terusan bermimpi tiap malam.
Saat tidur, semua hal menjadi mungkin. Kau dengan semua keinginan yang bukan - bukan, terus-terusan meminta untuk menjadi nyata bagi cintanya, yang hilang ketika tidur mu usai dan mimpi mu tidak lagi ada. Dia bukan lagi orang yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
: di kota ku angin tidak ada lagi
PoetryCatatan harian : Bagian catatan dalam saku.
