Terima kasih karena kamu masih bertahan dengan sifatku yang menjengkelkan dan membosankan.
Terima kasih karena kamu membuat hidupku lebih berwarna.
Terima kasih karena kamu sudah membantuku menciptakan senyum dan tawa setiap saat, menghapus luka yang sempat menghampiriku.
Tetaplah menjadi seseorang yang kubanggakan, yang kupuja karena kedewasaanmu, dan selalu membuatku tidak terasa hampa lagi.
Dan tetaplah menjadi seseorang yang membuatku nyaman berada di dekatmu karena aroma tubuhmu dan leluconmu yang menghibur.
Regards,
Sasqia Desti
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Hati Bersuara
PoetryTentang aku, kamu, dan mereka-yang pernah singgah di hidupku. Mari baca kumpulan isi hatiku dan cermati baik-baik, kamu akan mengetahuinya. Bahwa, aku melampiaskan semuanya dalam tulisan yang terangkai oleh kata-kata yang penuh emosi.
