Semenjak beberapa bulan lalu,
aku tidak bermimpi atau bahkan memikirkanmu lagi.
Hingga akhirnya,
kau kembali hadir dalam mimpiku.
Namun, ada yang berbeda dari biasanya.
Di sana kita berada di tempat yang sama; seperti sebuah taman pada umumnya.
tetapi, kau duduk jauh dariku; kita saling menatap, tak saling bicara. Persis saat ini, kita tak saling bicara.
Dulu,
Mau itu buruk atau bukan, kita masih saling bicara, bahkan tertawa. Persis keadaannya.
Dan kini aku merasakan hal yang tidak enak.
Apa masih ada yang ingin kau sampaikan, tapi tertahan? Kalau iya, silakan cerita, aku siap menjadi pendengarmu—lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Hati Bersuara
PoesíaTentang aku, kamu, dan mereka-yang pernah singgah di hidupku. Mari baca kumpulan isi hatiku dan cermati baik-baik, kamu akan mengetahuinya. Bahwa, aku melampiaskan semuanya dalam tulisan yang terangkai oleh kata-kata yang penuh emosi.
