Kamu tau kenapa aku memilih mundur? Padahal, berperang untuk berjuang pun belum. Itu karena aku ingin memperbaiki semua. Aku sadar, seperti ada yang salah di sini. Antara aku, kamu, dan dia.
Iya, aku tau kok, akan ada hati yang terluka. Pasti. Mau maju atau pun mundur, tetap ada yang terluka. Entah aku, kamu, atau dia.
Ini masih belum terlalu jauh, masih bisa dikendalikan. Masih bisa melepas dan mengikhlaskan.
Karena benar adanya, sejalan pun belum tentu bersama. Sepemikiran pun belum tentu sepemahaman. Memiliki perasaan yang sama pun belum tentu menyatu.
Aku mengubah semua alur cerita yang kupikir akan berakhir bahagia, karena nyatanya akhir yang bahagia tak benar-benar ada. Dan aku harus menerima itu. Harus tanpa ada pengecualian.
Tertanda,
Sasqia Desti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Hati Bersuara
PoetryTentang aku, kamu, dan mereka-yang pernah singgah di hidupku. Mari baca kumpulan isi hatiku dan cermati baik-baik, kamu akan mengetahuinya. Bahwa, aku melampiaskan semuanya dalam tulisan yang terangkai oleh kata-kata yang penuh emosi.
