Malam ini,
rindu datang menyapaku
ia meminta kenangan mengerjakan tugasnya
dengan baik tanpa celah.
Ketenanganku mulai terusik.
Mereka melakukan konspirasi yang membuat aku kembali teringat tentang dirimu, lebih tepatnya tentang kita—bercengkerama tanpa ingat waktu, sampai akhirnya waktu yang menunggu kita kapan kembali bercengkerama hingga tak mengingatnya.
Tapi, aku sadar satu hal yang menyakitkan
Rindu yang datang menyapa, hanya ingin meledekku. Karna ia tau, rindu yang aku rasakan nggak akan pernah tersampaikan.
Tertanda,
Sasqia Desti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Hati Bersuara
PuisiTentang aku, kamu, dan mereka-yang pernah singgah di hidupku. Mari baca kumpulan isi hatiku dan cermati baik-baik, kamu akan mengetahuinya. Bahwa, aku melampiaskan semuanya dalam tulisan yang terangkai oleh kata-kata yang penuh emosi.
