Berkali-kali Flatisa menghela napas panjang. Matanya menerawang ke atas kamarnya. Sepersekian detik, ingatannya kembali pada hari dimana dirinya bertemu dengan cowok baru di kelasnya.
"Itu beneran dia bukan sih?" guman Flatisa pelan.
Cewek itu mengacak rambutnya pelan.
"Arrghkk, kenapa bisa mirip banget? Tapi kalau itu beneran dia kenapa nggak ngenalin gue ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
protective bad boy
JugendliteraturIni hari pertama Flatisa menginjakkan kaki di SMA Harapan Bangsa. Sekolah swasta yang menjadi incaran banyak siswa. Namun, hal yang tak terduga-duga muncul bak petir di siang bolong. Flatisa terjatuh saat ada seseorang menabraknya dari belakang. Hal...
