Ini hari pertama Flatisa menginjakkan kaki di SMA Harapan Bangsa. Sekolah swasta yang menjadi incaran banyak siswa. Namun, hal yang tak terduga-duga muncul bak petir di siang bolong. Flatisa terjatuh saat ada seseorang menabraknya dari belakang. Hal...
Dirinya terkejut ketika ia mendengar Genta memberi ucapan selamat pagi padanya.
"Ini gue gak salah denger... dia ngasih ucapan selamat pagi. Kok gue curiga. Aduh tis.. posthing. Inget sama rencana lo"rutuk Flatisa dalam hati.
Kemudian keheningan mulai menyelimuti.... Tidak ada suara dari kedua pihak. Hingga bel masuk sekolah mulai berdering..
Good morning everybody happy learning... Selamat belajar... Tingg..ting..ting..
Untuk pertama kali nya Flatisa.mendengar bel masuk yang mirip bel di stasiun.
"Jdrrr"
Suara pintu dibuka, dan mendapati seorang guru perempuan yang bertubuh gempal.
"Nah, lo.. ngapain Bu Diah kesini. Perasaan gak ada yang bikin ulah" ucap flatisa dalam batin.
Tak biasanya wali murid nya itu datang kekelas kalau tidak ada keperluan.
"Baik anak-anak, ibu ke sini untuk menyanpaikan mengapa ibu menyuruh kalian untuk duduk berpasangan" ucap Bu Diah.
"Emang kenapa bu ?" Tanya salah seorang murid.
Flatisa tak mengenal nama nya karena masih asing.
"Pertanyaan bagus Dito. Ibu menyuruh kalian untuk duduk berpasangan karena ibu ingin.kalian mengenal satu sama kalian. Dan juga ibu ingin kalian lebih akrab" jawab Bu Diah.
"Oooooo" jawab murid satu kelas tak lupa mulut mereka membentuk huruf o.
"Ya sudah.. Ibu tinggal dulu" ucap Bu Diah.
Setalah Bu Diah keluar dari kelas, ada tiga kata yang membuat Flatisa bungkam, tigakaligus terkejoed.
" gue suka lo"
Tak hanya terkejoed-kejoed, Flatisa merasa diri nya mengalami serangan jantung.
Tiga kata yang mematikan tanpa persiapan dilontarkan oleh orang yang kalian benci.
Kata pepatah BENCI (BENIH-BENIH CINTA).
Pepatah opa buyut gue.
"Barusan lo ngomong apa" tanya Flatisa dengan nada datar.
"Gue suka lo" jawab Genta dengan nada tak kalah datar.
Detik berikutnya flatisa mengubah pola pertanyaan nya.
"Kalo gue tolak ?" Tanya Flatisa dengan nada sinis tak lupa menyuguhkan senyuman smirk.
"Gue bakal ngejar lo sampe lo bilang suka sama gue" papar Genta.
"Gue tantang lo" jawab Genta dengan penuh penekanan.
"Tantang apa ?" Flatisa mulai penasaran dengan Genta.
" Gue tantang lo buat jadi cewek gue selama 3 bulan. Kalo selama itu gue atau lo jatuh cinta maka kita anggap dia kalah. Sebaliknya dia yang menang" ucap Genta dengan mantap tanpa keraguan.
"Ok... deal" balas flatisa
"Kita mulai besok"
Bel berbunyi menandakan pergantian jam. Jam selanjutnya adalah mata pelajaran fisika.
Dalam hati Flatisa merasa senang karena ini adalah pelajaran kesukaan nya.
Sebaliknya dengan Genta, ia sangat membenci pelajaran fisika atau yang berhubungan dengan hitung-menghitung.
"Baik anak-anak, bapak akan membagi kelompok. Satu kelompok berisi dua orang. Untuk mempermudah kalian satu kelompok dengan pasangan semeja kalian. Bapak gak terima penolakan. Tugas dikumpulkan minggu depan. Silahkan kalian bisa mulai merencanakan mulai dari sekarang" ucap Pak Karyawan.
Guru ipa yang sangat terkenal akibat ketampanan nya dan bentuk tubuhnya yang kekar. Jelas sekali terlihat atau terbesit dibenak kalian, karena ia rajin nge gym.
Kalo kata anak cewek Pak Kar itu ganteng banget macco lagi
Hidung nya itu lo mancung kek perosotan
Kalo nerangin pelajaran bikin salah fokus
Vitamin A cewek-cewek
Guru idaman satu sekolah.
"Yah.. pak, dikira nembak cewek pak. Pake gak terima penolakan" ucap Fangki dengan santai nya.
"Apa kamu bilang ? Ucapkkan sekali lagi Fangki Bapak ingin dengar dengan jelas" tanya Pak Kar dengan nada yang mulai meninggi.
"Maaf.. maaf pak.. hanya bercanda. Biar selowww pak" jawab Fangki dengan santai.
"Lain kali jangan bercanda" sahut Pak Kar dengan tegas semakin menambah berjuta-juta lipat ketampanan nya.
Bel pulang berbunyi...
Hey everybody... The times is over to study.. Say good bye to mr or mrs.. Happy your day.. Good bye...
Dilanjutkan lagu pengantar
Di kediaman Genta
Rumahku... Istanaku...
Dengan tergesa-gesa ia berjalan menaiki anak tangga. Hingga sampai lah didepan pintu ber-cat putih polos.
"Lucu juga tuh cewek, lumayan buat mainan" guman Genta dalam
Tak lama, Genta berjalan menuju kamar mandi. Ia merasa tubuh nya sudah lengket bak dodol.
Ia bersenandung ria menyanyikan lagu tak jelas. Ia kemudian mengambil ponsel nya dan
Cekrekkkk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.