Hancur. Saat gue udh BENCI sama lo dan perlahan rasa itu berubah.
Setelah melakukan ritual mandi, Genta bergegas menuju meja makan. Tak lupa sebelum pergi ia merapikan jambul kebanggan nya.
"Cacing-cacing di perut butuh semua energi..
Tapi tak perlu takut...
Ada Bi Inah..."
ucap Genta sambil menirukan lagu combantrin yang sudah ia ubah lirik nya.
"Selamat malem, Bi Ubah ku sayang...
Makin bohayyy aja..." puji Genta untuk Bi Inah.
"Amboyyy...
Aden Genta bisa aja, Bibi kan jadi malu..." balas Bi Inah.
"Btw... hari ini masak apa bi.
Cacing piaraan Genta udah ngamuk"
"Hari ini Bibi masak lontong sama sayur opor ayam kampung, trus ada sambel goreng kentang, ada tempe orek, trus ada perekedel kentang, ada pastel, sama air putih"
"Widihh...
Tumben, Bibi gak lagi yogok Genta kan" cerca Genta
"Ya Allah.. den Genta jahat banget syamaa bibi..
Bibi kan pingin ngebahagiain den Genta" jawab Bi Inah.
Tanpa aba aba..
Genta langsung duduk di kursi dan mulai memakan semua makanan.
Tak lupa ia membaca doa.
5 menit...
15 menit...
25 menit...
30 menit...
Semua makanan di meja makan ludes di makan oleh Genta. Aneh nya ia tidak terlihat gemuk. Hal ini yang menyebabkan bi Inah sebal.
"Bibi heran sama den Genta, Makan sebanyak itu tapi gak gemuk-gemuk.
Sedangkan bibi liat den Genta makan aja Udh nambah 5kg" ucap Bi Inah dengan tatapan heran.
" Ya Udh bi. Genta mau ke kamar dulu, ngantuk"
Di kediaman flatisa
"Assalamualaikum....
Mama Tisa pulang..
Ma...
Mama...." ucap tisa sambil berjalan menyusuri rumah nya.
Ia melihat Erni yang berada di halaman belakang, Mama nya memang menyukai bunga. Banyak jenis bunga yang sudah ditanam Erni tapi, bunga kesukaan nya adalah anggrek putih.
"Eh.. kamu Udh pulang" sapa Erni pada Tisa.
" udah dong ma.. mama nanem bunga apa ?"
"Ini mama malem bunga anggrek putih. Kamu sekarang ganti baju trus mandi abis itu makan, Mama Udh masakin"
"Siap bos..."
Tak butuh waktu lama Flatisa selesai mandi dan beranjak untuk memakan masakan mama nya
"Gak butuh ada apa nya, kalo emang jodoh gak bakal kemana."
Itulah prinsip yang dipegang oleh flatisa pramestara, walaupun iya tidak pernah memperhatikan penampilan nya. Ia sudah terlahir cantik apa ada nya...
Setelah selesai makan Flatisa beranjak ke kamar adek nya...
Tok..Tok..Tok..Tok..Tok..
Ceklek..
"Masya allah ini kamar apa kandang ayam!! Dek!!.. adeeeekkkkk... where are you doggy!!!"
"Apaan sih kak aku tuh disini.."
"Kamu abis ngapain sih kamar berantakan kek gini.."
" Aku tuh lagi buat pompom buat cheers ku. Emang kenapa sih, kakak mending pergi aja ntar aku beresin sendiri. Sana..Sana..Sana.. hush..hush..sana.." usir risa dengan nada mirip incesss syahrini yang cetar membahana.
Akhirnya, Flatisa pergi meninggalkan kamar risa.
Ia berjalan menaiki tangga dengan malas dan memikirkan sesuatu..
Tak lama ada satu pesan masuk di hp Flatisa, ia mengambil hp nya di atas nakas dekat tempat tidur nya
"Nomor tak dikenal.. siapa ya??"
From:
+6978787******
To:
Flatisa
" hai, ini gue Genta jangan bilang lo gak tau nomor gue. Ok buruan lo save nomor gue"
"Buruan"
"Kali dalam lima detik lo gak save nomor gue. Gue bakal langsung ke rumah lo"
" satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
"Empat..."
"Empat setengah.."
"Empat tiga perempat.."
"Limmm-"
From :
Flatisa
To:
Genta
"Ini Udh gue simpen" balas tisa dengan singkat
From :
Genta
To :
Flatisa
"Ok.. Ini Udh malem mending lo tidur
Good night..
Sleeping beauty Flatisa
Jangan lupa mimpiin gue
Besok gue jemput
Ok dadah
Love youu"
Ferom :
Flatisa
To:
Genta
" Good night too" balas nya dengan singkat.
Tbc..
KAMU SEDANG MEMBACA
protective bad boy
Teen FictionIni hari pertama Flatisa menginjakkan kaki di SMA Harapan Bangsa. Sekolah swasta yang menjadi incaran banyak siswa. Namun, hal yang tak terduga-duga muncul bak petir di siang bolong. Flatisa terjatuh saat ada seseorang menabraknya dari belakang. Hal...
