37

3.6K 72 22
                                        

Jalal = jangan menyakiti seseorang terlalu dalam.jangan mengabaikan dia yang begitu perhatian.karena engkau tak pernah tahu.apa yang sedang dia adukan kepada tuhan tentang diri mu.
Gus munjid = cieeee...syahdu .
Jalal = koyok gus yo?
Ha ha ha,semuanya tertawa dan di tengah gelak tawa bersama teman temannya.tiba tiba hp gus jalal berbunyi,setelah di lihat.ternyata ada satu pesan WA dari neng nabila.gus jalalpun menggeser posisi berdirinya,kini dirinya berada di pinggir di antara teman temannya.
Dia membuka pesan WA itu “apa engkau selalu mematahkan hati orang orang yang mencintai mu?engkau permainkan perasaannya?seandainya benar segala ucapan mu.tentunya engkau sudah memutuskannya saat itu.ini hati,bukan terminal untuk engkau datang dan pergi.ini perasaan perempuan gus,bukan bola yang bisa engkau tendang kesana kemari”.Gus jalal hanya terdiam,pikirannya berputar mencari apa sebenarnya gerangan yang terjadi.
Gus judin = ada apa ji?
Gus jalal menoleh ke arah gus judin,sambil berucap alloh karim dia menekan songkoknya ke bawah sehingga songkok itu menutupi sebagian matanya.
Gus munjid = ha ha ha.kok kelihatannya galau?Soal perempuan lagi?
Gus jalal hanya tersenyum,meski beribu kebingungan menyelimutinya.
Ni’am = sebenarnya jadi gus itu enak lho,tinggal pilih.apalagi soal memilih istri,aku rasa itu adalah suatu hal yang sangat mudah.
Jalal = ha ha ha
Apa?kamu bilang enak?ucap gu judin.
ji,kasih tahu ji!
wonk,gus jalal memulai pembicaraannya.
Seorang gus itu tanggung jawabnya besar.proses pendidikannya juga ketat.misalkan saja,ketika masih kelas alfiyah.waktu liburan pondok,para gus tidak Cuma pulang ke rumah terus bisa main seenaknya.tetapi di tes dulu hafalannya sama abahnya.sekarang alfiyah bait 1-160 ,kalau sampai ada satu bait yang terlupa atau keliru.kita di hukum nggak boleh main keluar.jika kita lancar,baru di izinkan main sama abah.besoknya lagi kalau ada liburan pondok,kita setor hafalan dulu sama abah.bukan dari bait 160-320,tetapi di mulai dari awal lagi.mulai bait 1-320.belum lagi tes muthola’ah kitabnya,belum lagi setoran hafalan al qur’annya.kang khoirun ni’am Cuma melongo mendengar penjelasan dari gus jalal.
Gus munjid = masih mau jadi gus?
Ni’am = (geleng-geleng kepala).
“masya alloh” suara gus judin mengagetkan semuanya.
Jalal =ada apa yi?
Gus judin = ji,itu perempuan siapa ji yang nyamperin ibu kamu?
Jalal = yang mana tho yi?
Gus judin = itu lho ji,yang pakai jilbab biru laut.
Jalal = oooowwwwhhhh,itu ayu ningrum.santrinya abah.kenapa emangnya yi?
Gus judin = masya alloh,cantiknya.
Jalal = cewek yi.
Gus ndah = ha ha ha.owalah gus gus.kamu itu ada perempuan cantik kok biasa saja,nggak greged sama sekali.
Gus munjid = makane jomblo.
Gus judin = ha ha ha.
Jalal = Alloh karim.
Terlihat tangan ibu nyai nurifatul afifah melambai ke arah gus jalal.
“Sebentar,aku tinggal dulu.aku di panggil ibuk”ucap gus jalal yang terus berjalan menghampiri ibundanya.
Jalal = Assalammu’alaikum
Bu nyai = wa’alaikum salam warohmatulloh.
Jalal = nyuwun dalem sewu.ada apa njih buk?
Bu nyai = bagus,ibuk masuk dulu yach sama mbak ningrum.
Jalal = injih buk.
Gus jalal hanya bisa menundukkan wajahnya.tak sedikitpun berani untuk menatap wajah ayu ningrum.jangankan menatap,melirikpun dia tak berani.
Aku juga mau masuk ngantar bu lek sama momong ini,gus robert”ucap gus ja’far.injih gus jack.lalu gus jalal membalikkan badan dan melambaikan tangannya kepada teman-temannya.tak seberapa lama para gus sudah berkumpul di situ.bu nyai nurifatul afifah dawuh
Bu nyai = ibuk masuk dulu njih?
Injih buk,monggo nderek aken”balas para gus serempak.nanti kalau bagus cilik buat ulah,kalian lapor ibuk.biar nanti ibuk yang akan jewer telinganya.
Gus judin = siap buk.
Ya sudah,ibuk masuk duluan,assalammu’alaikum.”wa’a
laikum salam warohmatulloh.
Bu nyai nurifatul afifah bergegas meninggalkan tempat itu di temani ayu ningrum.gus ja’far bersama istrinya mengikutinya dari belakang.
Setelah bu nyai dan lainnya sudah agak jauh,gus judin pun angkat bicara”masya alloh cantiknya,tinggi,alus,sopan,ka
lem dan senyumnya bikin jedag jedug jedag jedug.menyesal aku kok nggak tahu dari dulu ji ji.eman eman.
Gus jalal hanya tersenyum,sembari tangan kanannya mengepal dan tangan kirinya mengelus elus kepalannya.
Gus judin = waduh,mboten ji.ampuuunnn.
Gus munjid = lho,kenapa gus judin?
Gus judin = aku minggir saja gus njid,daripada kena lau anzalna hadzal qur’ana.
Tho seng = wwwkkkk....kyai kok wedi.
Gus judin = ini kyai nya masih KW 2 gus sholah.
Thong seng = hahaha
Gus judin = sudah sudah.....aku habis dapat kabar,bahwa gus basith sudah datang.apa kita langsung ke TKP saja sekarang?
Thong seng = posisinya di mana gus.
Gus judin = parkir timur sebelah selatan gus.
Gus ndah = budalkan.hayo gus(sambil nepuk pundak gus jalal).
Ok.hayo berangkat”ajak gus jalal yang terus berjalan di ikuti oleh gus judin,gus munjid dan para gus yang lainnya.
Saat itu,terpaan angin menyapu pelan.membuat sarung sarung itu bergerak serasa melambai lambai pada sang malam.bahkan sorban gus jalal,serasa menyanyikan lagu cinta.bagai senandung rindu para muhibbin,di sorakan gemerlip bintang.menapaki perjalanan para zahidin,di wewangian di ujung kuncup kembang kasmaran.
**
Sedangkan di sana,di tempat yang agak jauh.tampaklah neng nabila hanya bisa terdiam bisu.matanya begitu sayu,berulang kali membaca puisi cinta dari sang idaman hati.sesaat di tengah lamunannya,tiba tiba”wooooyyyyy” sebuah sapaan mengagetkannya.astaghfirulloh.
.iiiikkkkhhhh, mbak nadhiroh Bikin kaget saja.
Nadhiroh = habisnya kamu melamun terus.
Nabila = yang ngelamun siapa tho mbak?
Nadhiroh = hmmmm,masih nggak mau ngaku.
Nabila = emang nggak ngelamun kok.seharusnya mbak nadhiroh ucap salam dulu.
Nadhiroh = iya iya,assalammu’alaikum mbak nabila yang paling cantik.
Nabila = wa’alaikum salam mbak ku yang paling bawel.
Nadhiroh = kok aku di katain bawel sih?
Nabila = emang bawel.wek.ha ha ha
Nadhiroh = iiikkkkhhhh,hayuk turun.
Lalu,keluarlah neng nabila dari dalam mobil.
Nabila = kapan datang mbak?
Nadhiroh = barusan kok mbak.
Nabila = terus romo kyai basith?
Nadhiroh = abah lagi ada di sana kok,malah sama abah yai ridwan achmad.juga sama para kyai yang lain.terus,kamu sendiri lagi ngapain?
Nabila = lagi nunggu ummi ngantar mbak nafis buang air kecil.
Tampak dari kejauhan,rombongan gus jalal melintas.gus jalal berada di depan,di belakannya ada gus judin,gus munjid dan para gus yang lain.
Mbak mbak,coba liat.kamu kenal nggak sama orang yang paling depan sendiri”tanya neng nadhiroh.
Nabila = yang mana?
Nadhiroh = itu lho,yang pakai sarung corak biru laut.
Nabila = hhmmmm... Pernah tahu kok mbak.itu katanya putranya romo kyai zidnan ali.emang kenapa mbak?mbak nadhiroh punya masalah sama dia?
Nadhiroh = enggak kok mbak.
Nabila = ah,jangan bohong mbak.
Nadhiroh = beneran,aku nggak ada masalah kok sama dia.Cuma dulu itu aku pernah ada,ups(menutup mulutnya).
Nabila = cie cie...ehem.hayo cerita mbak.
Nadhiroh = cerita apa?
Nabila = udah,jangan pura pura lagi.nabila tahu kalau mbak ada sesuatu sama putranya romo kyai zidnan ali.
Nadhiroh = huuuuffffftttt,ceritanya panjang kok mbak.
Nabila = nabila siap dengarkan kok mbak.
Nadhiroh = suatu waktu,ketika ada rutinan jam’iyatul kubro poro gus.ada orang baru yang ikut hadir.dia datang bersama gus nashirul umam.orangnya pendiam bahkan lebih cenderung cuek.para gus tahunya dia itu santrinya gus umam,santri ndalem maksudnya.karena setiap kali di tanya” jenengan gus saking pundi?.dia Cuma jawab,dalem namung santri kok gus.dalem namung nderek aken gus umam.barulah akhir akhir di ketahui,bahwa orang itu adalah putra dari al faqih romo kyai zidnan ali bin muhammad hasyim ali bin muhammad abdulloh ali,pengasuh pondok pesantren tanfidzul qur’an baahhhh,,,belumlah selesai,tiba tiba neng nabila menyela”masak nggak ada yang tahu mbak?”neng nadhiroh hanya geleng geleng kepala saja.
Nabila = masya alloh.kok bisa iya mbak?
Nadhiroh = iya nggak tahu mbak,allohu a’lam.tetapi aku punya cerita tersendiri dengan dia kok mbak.
Nabila = cerita dunk mbak!
***
Ceritanya begini,setelah beberapa bulan ikut jam’iyahnya para gus.tiba tiba gus judin WA aku “ neng nadhiroh,itu gus umam minta nomer hp kamu,di kasih nggak?
Nadhiroh = emangnya buat apa?
Gus judin = katanya mau di kasihkan kang santri yang ganteng itu.
Nadhiroh = santri yang mana?
Gus judin = santri yang biasanya datang bersama gus umam.
ehem.
Nadhiroh = jangan di kasih.awas saja kalau sampai nomer ku kamu kasihkan!!
Gus judin = siiiaaaappppp.
****
2 minggu berlalu,tiba tiba ada akun fb aku ada yang inbok.lalu aku liat photo profilnya.ini khan kang jalal,santrinya gus umam.aku biarkan saja selama berminggu minggu tanpa aku balas.sampai akhirnya,aku sendiri yang kepo.lalu aku balas inbok dia,dari situ ternyata baru aku tahu,kalau ternyata dia itu enak di ajak ngobrol.
Hari berganti minggu,minggupun berlalu berganti bulan.kami makin lama makin akrab.akhirnya, dia memberanikan diri meminta nomer WA ku.
Nabila = mbak kasih tahu nomernya?
Nadhiroh = iya mbak,aku berikan.kasihan mbak.
Nabila = terus kelanjutannya bagaimana mbak?
Nadhiroh = kami ngobrol seperti biasa.tetapi lama kelamaan dia mulai menunjukkan rasa sukanya.aku jadi nggak enak hati sendiri.memang dari awal aku Cuma ingin kenal biasa biasa saja.tetapi lama kelamaan aku jadi nggak enak hati sendiri,takut di kira PHP in dia.akhirnya setiap chat aku balas dia sekedarnya saja.terkadang Cuma sekedar emoji.tetapi hal itu bukan membuat dia semakin sadar.tetapi dia malah mengutarakan rasa sayangnya pada ku.
Nabila = mbak terima?
Nadhiroh = iya nggak lah.paling dia Cuma gombalin aku saja.tetapi,suatu hari kebenaran itu terungkap.
Nabila = maksudnya?
Nadhiroh = suatu waktu,kang jalal ikut rutinan di pondok ku.waktu itu para gus sudah berkumpul. tiba-tiba hadirlah romo kyai hasyim aly bersama para kyai sepuh lainnya.beliau waktu itu di minta abah untuk mengisi mauidhoh chasanah dan memotivasi para gus untuk pemberdayaan pesantren, supaya bisa tetap eksis di panggung mondernisasi zaman.setelah acara selesai,pulanglah romo kyai hasyim di antar sama abah.ketika berjalan keluar dari ruangan,banyak para gus yang menyalami romo kyai hasyim ali,tak terkecuali dengan kang jalal.ketika bersalaman dengan kang jalal,romo kyai hasyim langsung memeluk kang jalal seraya berkata “mbok yo kamu itu pulang tho bagus cilik.ibu mu sudah kangen”.
Jalal = injih kek,insya alloh jum’at depan dalem pulang.
Gus basith = lho,ini siapa tho kyai?
Yai hasyim = ini khan bagus cilik,cucu ku.putranya gus nan ali.
Gus basith = masya alloh.lahaula wala quwwata illa billah.
***
Nabila = shubhanalloh mbak.terus.
Nadhiroh = sesudah kejadian itu para gus juga mulai sungkan sama dia.karena awalnya di kira Cuma santri biasa,tetapi ternyata dia adalah putranya al faqih romo kyai zidnan ali.
Nabila = berarti mbak menyesal ya, telah menolaknya?
Nadziroh = aku juga bingung mbak,antara simpatik atau cinta.
Nabila = yang sabar ya mbak.kita tidak akan tahu apa yang bakalan terjadi nantinya.
Nadhiroh = aku nggak bakalan lupa dengan kejadian sore itu mbak.suatu hal yang membuat ku malu dengan diri ku sendiri.
Waktu itu,gus jalal datang ke rumah.dia datang sendirian.aku tak tahu apa yang dia bicarakan sama abah.dan di saat dia pulang,aku mencegatnya di depan pintu gerbang pondok bersama mbak santri dalem.kami membawa payung sendiri sendiri.karena sore itu senja mulai murung dengan gerimis mengiringi derap langkahnya.
Aku lihat gus jalal menuntun sepeda motornya.ketika dia keluar gerbang,aku menyapanya.”assalammu’alaikum gus”.’alaikumussalam warohmatulloh jawab dia.
Nadhiroh = kenapa nekat pulang?kenapa nggak nunggu hujan reda dulu sih gus?
Jalal = gerimis hujan tak deras.
Nadhiroh = kalaupun pergi baju mu basah.
Jalal = apa peduli ku,hujan ataupun terang.tak ada beda,nanti juga akan kering dengan sendirinya.
Lalu,di bawah gerimis senja itu.dia mengeluarkan rokok dan menyulutnya.baru kali ini aku tahu ada orang yang merokok di bawah siraman air mata awan.kira kira 5 hisapan,aku menegurnya.
Nadhiroh = aku tidak suka dengan lelaki yang merokok.
Tanpa berkata apa apa,dia lalu membuang rokoknya.aku merasa lega,karena dia mau menuruti perkataan ku.
Nadhiroh = apa aku boleh meminta sesuatu dari mu gus?
Jalal = apa itu neng?
Nadhiroh = aku ingin kamu nggak cuek lagi sama aku gus.aku ingin engkau seperti kang jalal yang dulu.
Dia hanya diam seribu bahasa.aku lihat matanya memerah.aku juga lihat pipinya yang mulai basah.entah itu air mata atau gerimis senja.tetapi,aku yaqin dia menangis.
Jalal = aku belajar,belajar untuk lari dari mengharapkan mu.
Aku mencoba bangun,bangun dari mimpi indah untuk bersama mu.
Aku berusaha bangkit,bangkit dari angan ku tentang mu.
Nadhiroh = dulu katanya kamu sayang dan tak rela jika membuat ku bersedih.
Jalal = ketika aku bilang sayang,engkau bilang itu hal yg menjijikan.
Saat aku bilang cinta,engkau anggap aku buaya.
Aku bilang aku serius akan melamar mu,engkau malah membandingkan ku dengan yang lain.
Aku harus bagaimana?
Nadhiroh = kita masih bisa berteman khan?
Aku mau engkau seperti kang jalal yang dulu.ceria,meny
enangkan.
***
Nabila = terus dia jawab apa mbak?
Nadhiroh = dia hanya tersenyum saja mbak.Tak seberapa lama,diapun berucap.
Jalal = iya seperti ini cara ku berteman dengan seorang perempuan.
Nadhiroh = cuek,datar,bahkan serasa tak peduli banget.
Jalal = jangan meminta di perlakukan seperti seorang ratu.sedangkan diri mu bukanlah permaisuri cinta di hati ku.
**
Nabila = ya alloh mbak.apa guse dulu nggak coba mbak tantang ngomong langsung sama romo kyai abdulloh basith?biar tahu dia serius atau tidak?
Nadhiroh = sudah mbak.tetapi dia meminta kepastian dulu dari ku.jika aku menerimanya,dia bakal langsung datang bersama keluarga besarnya untuk melamar ku.tetapi jika aku menolaknya.dia juga nggak akan meminta ku ke abah.karena dia tak mau mempermalukan kedua orang tuanya atau membuat abah merasa bersalah telah menolaknya.seandainya abah menerimanya.itu berarti, diri ku akan menerimanya dengan keterpaksaan dan gus jalal nggak mau seperti itu.dia lebih baik mundur ,demi kebaikan semuanya.dia rela menanggung rasa sakit hati itu sendiri,dari pada nanti banyak pihak yang akan tersakiti.
Nabila = terus sekarang bagaimana perasaannya mbak nadhiroh sama guse?
Nadhiroh = aku nggak tahu lagi dengan rasa ku mbak.serasa ada keindahan yang hilang dari hidup ku.entah itu cinta atau rasa bersalah ku saja.
Nabila = yang sabar yach mbak.
Neng nabila mencoba menenangkan perasaan neng nadhiroh.meski di hatinya berkecamuk sejuta rasa akan cintanya.bingung,tak mengerti dengan apa yang terjadi. “ ya alloh gus,aku harus bagaimana dengan rasa ku.akankah engkau juga akan mundur demi gus umam?tidakkah di hati mu ada sedikit ke egoisan untuk memiliki ku atau memang bukan aku yang engkau pilih untuk menemani mu membersamai hari di ujung sayap sang waktu”.
Nadhiroh = mbak nabila.
Nabila = (tetep diem)
Nadhiroh = mbak nabila.
Nabila = dalem mbak.
Nadhiroh = kok malah ngelamun?lagi mikirin masnya ya?
Nabila = apaan sih mbak,nabila khan belum punya calon.
Nadhiroh = hmmmm...aku nggak percaya.
Nabila = beneran,emang siapa yang mau sama orang jelek seperti ku?
Nadhiroh = udah,nggak usah merendah begitu.banyak kok sebenarnya yang klepek – klepek dengan gigi gingsul mu?
Nabilan = ah prut.
Nadhiroh = (melirik sambil mlongo)kamu sering kontekan sama gus jalal?
Nabila = maksud mbak?
Nadhiroh = nggak jadi...nggak jadi mbak.udah,hayuk kita kesana bersama dengan yang lain.
Nabila = aku masih nunggu ummi sama mbak nafish mbak.
Nadhiroh = ummi kamu udah di sana mbak,berkumpul dengan yang lain.makanya aku tadi di utus nyusul kamu kesini .hayo mbak!
Nabila = kok nabila di tinggal tho.
Nadhiroh = udah,nggak usah ngambek.hayo mbak.
Nabila = sebentar mbak,aku bilang dulu sama pak sopir.
Setelah mengucapkan beberapa patah kata kepada kang santri yang jadi sopirnya romo kyai hamam.berjalanlah neng nabila dan neng nadhiroh menuju parkiran yang lain.kira kira lima menitan.sudah tampaklah rombongan gus abdulloh basith.di situ juga nampak romo kyai ridwan achmad,romo kyai hamam,gus umam,gus jalal beserta yang lainnya.
Nabila,sini! Ucap bu nyai maysyaroh sambil melambaikan tangannya kepada neng nabila.
Nabila = assalammu’alaikum.
Wa’alaikum salam warohmatulloh”jawab mereka serentak.
Ini putri mu kyai,”ucap gus basith sambil menepuk pundak romo kyai hamam.
Kyai hamam = injih gus.
Gus basith = udah besar ya?
Kyai hamam = alhamdulillah gus,pangestu nipun.
Gus basith = ini para gus,kira kira ada yang sudah siap mengkhitbah putrinya romo kyai hamam tidak?
Para gus hanya senyam senyum saja,tak terkecuali gus jalal yang juga tersenyum sambil merunduk.
Gus basith = menikah itu sunah,juga akan menambah kualitas ibadah mu.sebanyak apapun kaliyan beribadah,tetapi kok masih jomblo.tidak akan bisa menandingi ibadahnya orang yang sudah menikah.
Para gus hanya bisa tersenyum simpul.tak seberapa lama,romo kyai ridwan achmad angkat bicara.
Kyai ridwan achmad = gimana ini kyai?apa sebaiknya kita langsung Masuk saja?
Gus basith = sebaiknya begitu saja kyai.aku kwatir kita sudah di tunggu sama yang lain.terus,yang perempuan-perempuan ini bagaimana?
Bu nyai aisyah = biar nanti saya,sama ibu2 yang lain yang akan menghendle gus.
Gus basith = iya sudah kalau begitu.aku titip munadhiroh.
Bu nyai = injih gus.
Gus basith = hayo kita berangkat.shollu ‘alan nabi.
Allohumma sholli ‘ala sayidina muhammad,”ucap mereka secara bersamaan.berjalanlah gus abdulloh basith duluan dan di ikuti oleh romo kyai ridwan achmad.tiba tiba innalillahi wainna ilaihi rojiun”ucap kyai achmad yang berjalan sempoyongan dan terus memegang pundak gus abdulloh basith.rupanya,sendal sebelah kanan kyai achmad tak sengaja tadi terinjak oleh kaki romo kyai hamam.sehingga sendal itu lepas dan secara spontan gus jalal yang berada di dekat situ juga langsung memegang tubuh romo kyai achmad.
Jalal = hati-hati kyai.
Gus basith = kenapa kyai?
Kyai ridwan achmad = ini gus...
Romo kyai hamam menghampiri romo kyai achmad seraya berkata.
Kyai hamam = kyai ngga’ apa apa khan? maafkan saya kyai.tadi saya tidak sengaja.
Kyai ridwan achmad = alhamdulillah,tidak apa apa kok yi.
Lalu gus jalal berjalan dan memungut sendal romo kyai ridwan achmad.setelah itu,gus jalal menghampiri romo kyai ridwan achmad.lalu jongkok di hadapan romo kyai ridwan achmad dan dalam posisi jongkok,gus jalal berucap”sendali
pun kyai”.ketika romo kyai achmad mengangkat sedikit kaki kanannya.Dengan sangat perlahan ,gus jalal memegang Kaki romo kyai ridwan achmad dan berkata”nyuwun dalem sewu kyai,gus jalal membersihkan telapak kaki romo kyai ridwan achmad dengan tangan kanannya,lalu memakaikan sendal romo kyai achmad.
Kyai ridwan achmad = matur suwun gus.
Jalal = injih kyai.
Semua yang ada di situ masih melongo,serasa kejadian itu terjadi dengan sedemikian cepatnya.tak terkecuali dengan neng munadhiroh,dia hanya bisa membathin” salah satu kesalahan terbesar ku adalah mengabaikan mu gus.seandainya waktu bisa ku putar kembali,aku tak akan mengabaikan mu.maafkan aku,aku terlalu cepat dalam menilai mu”.
Gus basith = pripun kyai?
Kyai ridwan achmad = monggo gus.kita berangkat saja.
Lalu berjalanlah gus basith,kyai hamam,kyai ridwan achmad dan beberapa kyai yang lain menuju pondok,di ikuti oleh para gus dan yang lainnya.ketika akan memasuki gerbang pondok,gus jalal berbisik kepada thong seng”aku tak wudhu dulu seng”.jangan ngilang ngilang terus gus.nanti aku kena marah gus basith”.
Jalal = he he he.
Thong seng = awas kalau nggak kembali.
Gus jalal Cuma tersenyum.lalu,gus jalal memperlambat langkahnya.ketika sudah beberapa meter tertinggal di belakang rombongan itu.dirinya melesak menuju arah yang lain.
**
Assalammu’alaikum,ahlan wasyahlan”ucap romo kyai zamrozi baqir menyambut rombongan gus basith.
Gus basith = wa’alaikum salam warohmatulloh.
Kyai zamrozi = tafadhol...tafadhol kyai.monggo ...monggo.
Romo kyai zamrozi baqir mempersilahkan duduk para kyai dan para gus yang lain.sedangkan gus abdulloh basith memilih duduk di samping romo kyai zidnan ali.gus basith mulai mengajak ngobrol romo kyai zidnan ali.Gus basith tersenyum bahkan terkadang tertawa mendengar beberapa perkataan romo kyai zidnan ali.aneh memang,terkadang seorang kyai sangat jarang bertemu apalagi mengobrol dengan kyai yang lain.tetapi ketika sudah bertemu,bisa lebih akrab dari saudara.adakah yang bisa menjelaskan fenomena ini?
**
Ternyata,di suatu tempat yang seramai itu.ada tempat yang agak sepi.di situ terlihat gus jalal sedang wudhu terus menunaikan sholat isya’di serambi masjid pondok sebelah kanan.sehabis itu diapun ziaroh di maqbarohnya al maghfurloh romo kyai idris ghozali yang terletak di sebelah kanan tempat pengimaman.
Seusai berziaroh,gus jalal keluar menuju aula.di mana acara peringatan haul dan di laksanakan.di ruangan yang di khususkan untuk para undangan laki laki sudah penuh.akhirnya dirinya duduk di barisan paling belakang.karena acara juga sudah di mulai dengan pembacaan ayat ayat suci al qur’an,setelah itu di lanjut dengan mahalul qiyam dst.
Ketika memasuki acara sambutan dengan tema haul dan cara santri menyikapi perbedaan.pembawa acara mempersilahkan romo kyai abdulloh basith untuk naik ke atas panggung.tetapi,gus basith hanya berkata tanpa bisa di dengar olehnya.akhirnya sang pembawa acara ini turun dan menghampiri gus abdulloh basith yang duduk di sebelah kanan romo kyai zamrozi baqir.
Pembawa acara = nyuwun sewu kyai.ada apa njih kyai?
Gus basith = tenggorokan ku kurang enak kang?
Pembawa acara = terus ini nanti siapa yang menggantikannya kyai.
Kyai zamrozi baqir = biar romo kyai faqih atau romo kyai zidnan ali saja kang.
Romo kyai zidnan ali = biar kaum muda saja yi.kita yang sudah tua,sebaiknya mengawasinya saja.biar yang muda saja yang berkiprah untuk menunjukan diri tampil sebagai pembicara dan pendobrak pemikiran di era yang sekarang ini.bagaimana menurut pendapat mu yai faqih?
Yai faqih yang duduk di belakang romo kyai zidnan ali berucap
Kyai faqih = saya sangat setuju yi.
Pembawa acara = terus Ini orangnya siapa kyai?
Gus basith = biar gus jalaludin ahmad husein ali saja yang menggantikan saya.
Romo kyai zidnan ali = (mlongo).
Romo kyai faqih dan romo kyai zamrozi baqir tersenyum.
Gus basith = biar gus jalaludin ahmad husein ali yang menggatikan saya kang.
Pembawa acara = beliau siapa kyai?
Gus basith = sudah,panggil saja!nanti juga datang.
Pembawa acara = injih kyai.
Lalu bergegaslah sang pembawa acara naik ke panggung lagi.”permohonan maaf yang sebesar besarnya dari beliau,romo kyai abdulloh basith.beliau lagi kurang enak badan,jadi untuk acara sambutan beliau mewakilkan sama kaum muda saja.beliau menunjuk gus jalaludin ahmad husein ali untuk menggantikannya.teruntuk gus jalaludin ahmad husein ali,waktu dan tempat kami persilahkan”.
Para wali santri,para santri putra maupun putri sudah mulai gaduh.bahkan terdengar beberapa orang lagi berbisik bisik.”eh,siapa itu gus jalaludin ahmad?ada yang jawab”mungkin putranya gus basith”.gus basith itu nggak punya putra laki laki “,yang lain menyela.”apa calon menantunya mungkin?”
Tak seberapa lama,berjalanlah seorang pemuda bersarung dengan corak biru laut,berbaju Koko,dengan sorban putih yang melilit di lehernya.matanya menunduk menapaki jalan kecil yang di buat untuk pemisah antara laki laki dan perempuan.sampai pada barisan tempat duduk paling depan,dirinya semakin agak membungkuk dan menyalami para kyai kyai sepuh yang duduk si barisan paling depan,tak terkecuali juga kepada abahnya,romo kyai zidnan ali.
Di tempat ibu ibu dan para santri putri juga memperbicangkannya”eh itu siapa ya mbak?ah,kalau bukan yai basith biasanya ceramahnya monoton,ngebosi
nin.”ssssssssttttttt...nggak boleh begitu mbak”jawab yang lain.
“kurang greged mbak”.
“tetapi gantengkan”.
“Iya sih”.
Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh “gus jalal memulai ceramahnya.tetapi reaksi balasan salam yang kurang semangat membuat dirinya mengulangi ucapan salamnya lagi “Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh”.lagi lagi para hadhirin juga menjawab tanpa greged,bahkan terkesan loyo,ini yang membuat gus jalal jadi gregetan sendiri.
Bagi siapa saja yang memjawab ucapan salam saya,bagi poro santri putri aku do’akan dapat suami yang alim,yang sabar,kaya,setia dan hafidzul qur’an.
“AMIN,para santri putri menjawab dengan serempak.
“bagi santri putra,aku do’akan di gampangkan hafalannya,di mudahkan jodohnya,di berkahi ilmunya”.
AMIN.
“bagi para ibuk ibuk,aku do’akan besok masuk syurga tanpa hisab.dan bagi bapak bapak,aku do’akan hutangnya lunas,rizkinya luas,ibadahnya istiqomah dan istrinya bisa nambah”.
“AMIIIIIIIN”.
Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
WA’ALAIKUM SALAM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH”jawab para hadirin dengan semangat dan sangat kompak.
Teruntuk Ibu ibu yang saya hormati,sudah tahu khan watak asli dari suaminya?
Ha ha ha.....tawa hadhirin menggelegar.
Jadi,beliau yang jawab salamnya paling kenceng,paling semangat.aslinya ya ingin tambah lagi kok.monggo,di tandai suaminya masing masing.
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ . ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌٰﻠﻤِﻴْﻦَ . ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺭْﺳَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺩِﻳﻦِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻈْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠٰﻰ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ . ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨﻪُ ﺑَﺸِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧَﺬِﻳْﺮًﺍ . ﻭَﺩَﺍﻋِﻴًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻭَﺳِﺮَﺍﺟًﺎ ﻣُّﻨِﻴﺮًﺍ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ ﻻَّ ﺍِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ . ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﻟَﺎﻧَﺒِﻲَّ ﺑَﻌْﺪَﻩُ . ﺍَﻟﻠﻬﻢّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺍَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ . ﺍَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ
Hadrotal Mukarom para Alim Ulama’, para masyayikh dan para Kyai, wabil khusus romo kyai zamrozi baqir,pengasuh pondok pesantren tanfidzul qur’an al muhibbin.
Salam ta’dhim dan hormat saya kepada beliau romo kyai abdulloh basith,pimpinan jamiyatul kubro poro gus.
Juga kepada yang terhormat bapak Bupati beserta jajaran tingkatannya.
Kepada yang terhormat Bapak-bapak sesepuh pinisepuh yang saya hormati.kepada yang terhormat bapak ibu wali santri Pondok Pesantren al muhibbin.
Serta tak lupa kepada rekan-rekan santri putri yang saya cintai.
Ha ha ha.....cieeeee.tawa santri terdengar kembali.
“aku normal broooo.mosok aku mbok kon milih kenthongan ?
Ha ha ha..tawa santri menggelegar memenuhi ruangan itu.
Syukur Alhamdulillah, marilah senantiasa kita bersyukur kehadhirat Alloh shubhanahu wata’ala, atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul dan ber-muwajjahah bersama dalam acara Haul al maghfurloh romo kyai idris ghozali.bi qouli alhamdulillahi robbil ‘alamin.
Sholawat ma’a salam, kita haturkan keharibaan Nabi Agung Muhammad sholollohu ‘alaihi wasalam.khotamun nabi,imammul ambiya’ wal mursalin.sebagai manusia teragung yang di anugerahkan alloh untuk seluruh alam.allohumma sholli wasalim ‘ala sayidina muhammad wa’ala ali sayidina muhammad.
Hadirin yang di mulyakan oleh alloh.saya mengatakan yang di mulyakan itu karena kalau saya mengatakan “para hadirin yang berbahagia”,santri santri akan bantah.”bahagia apanya,orang hafalan hilang hilang terus kok gus.
“ha ha ha…cocok gus”kembali terdengar tawa dan celetukan dari kaum santri.bapak bapak juga akan protes,bahagia apanya gus,hutang tak lunas lunas,istri cemberut terus,kerja siang malam sampai nggak kober kelon gus gus”
Ha ha ha,menggelegar tawa para hadirin memenuhi ruangan itu.
“bapak.......kalau ibuk ibuknya lagi cemberut,itu tandanya lagi sakit kepala.coba di tempelin keningnya pakai koyo warna merah yang ada gambarnya soekarno hatta.insya alloh langsung sembuh”.
Ha ha ha…tawa terdengar kembali.
Saya yang dhoif fil ‘ilmi wal amal di utus menggatikan beliau al mukarom romo kyai abdulloh basith yang sangat alim,faqih dan kita harapkan barokah ilmunya.terus kok saya di suruh menggatikan beliau memberi mau’idhohtil khasanah.ini pasti ada yang keliru dengan management mu bro bro.aku kok di suruh menggatikan beliau itu lho,wani nyangoni piro bro?
Ha ha ha….tawa kembali terdengar dan pembawa acara Cuma bisa merunduk sambil tersenyum karena merasa tersindir oleh ceramah gus jalal.
Para hadirin wal hadirot ikang minulyo.hari ini kita memperingati haul al maghfurloh romo kyai idris ghozali.saya yaqin,beliau al maghfurloh romo kyai idris adalah salah satu dari kekasihnya alloh.santri santri beliau rata rata sudah menjadi kyai kyai besar,sudah banyak yg mendirikan pesantren,santrinya masya alloh.juga ada yg sampai puluhan ribu bahkan ada yang sampai ratusan ribu.semoga rohmat,ridho,maghfirohe alloh selalu tercurah kepada beliau beserta dzuriyahnya.
Sebelumnya saya meminta maaf kepada hadirin wal hadirot inkang minulyo.kalau saya di utus ceramah bab haul.sedangkan haul itu menceritakan kematian.itu susah,kenapa kok susah?...karena saya belum punya pengalaman mati.
Jangankan bab kematian yang nyata nyata belum pernah mengalaminya.pernah suatu ketika,saya di utus abah menggantikan ceramah di tetangga yang lagi punya hajat.ceramah di acara walimatul urusy.itu saja rasane jedug jedug sanget.aku ceramah karo mbatin”kapan aku iso ngonokan”.
Itulah salah satu godaannya para santri.meski belum lulus mondok,.al qur’annya juga belum khatam,iku hawane kudu nikah wae,yo mboh kok ngono.jadi itu membuat seperti tekat yang kuat”pokok lulus langsung nikah”.apa santri santri di sini juga seperti itu?
Iyaaaaaa gus,jawab para santri serentak.”
Ternyata sama saja dengan saya.dulu pernah saya di bilangin kyai saya,beliau adalah al fadhil panjenengan nipun romo kyai ahmad jamhari hafidzohulloh.beliau dawuh “gus,kalau sudah lulus mondok.langsung nikah saja,nggak usah nunggu mapan dulu”.saya khan kaget,ini romo kyai kok dawuhnya begini,saya langsung tanya”apa nggak nunggu mapan dulu tho kyai?”beliaupun dawuh “nikah kok nunggu mapan dulu.kamu nikah dulu.nanti kamu nggak usah Jaluk mapan,insya alloh bojo mu saben bengi sing bakalan mapan disik i.wes tho mapan mapan”.
Ha ha ha,tawa para santri kembali terdengar.
Lha injih,kok yo langsung mudeng niku lho,ucap gus jalal
Terlihatlah neng nadhiroh bibirnya terus mengukir senyum.matanya tak terlepas menatap gus jalal.meski sesekali terdengar gelak tawa memenuhi ruangan itu.tak mengganggu perhatiannya memandang sosok yang dia kagumi.neng nabila yang duduk di sebelahnya menyapa “mbak,mbak nadhiroh”.tetapi sapaan itu serasa tak terdengar olehnya.sampai sebuah tangan menepuk pundaknya “ mbak nadhiroh”.
Nadhiroh = eh iya mbak,ada apa mbak?
Nabila = masya alloh mbak,sampai segitunya merhatiin guse?
Neng nadhiroh hanya tersipu malu.
Nadhiroh = kalau jadi istrinya gus jalal itu bahagia terus ya mbak?
Nabila = kok bisa begitu mbak?
Nadhiroh = coba mbak pikir,gus jalal itu pinter,romantis
,humoris,tenang,sederhana tetapi juga gregedne,suka bikin jengkel,nyebelin tetapi juga ngangenin.pokoknya serasa berjuta rasa kalau bersama guse.iiiiikkkkkkhhhhh kudu tak iiiikkkhhh pokoknya.
Nabila hanya terdiam,dadanya serasa sesak.berjuta perasaan menggelayutinya”gus,aku tahu gus.sekarang aku merasakan bagaimana berada di posisi mu.mungkin kita tak ada hubungan,tetapi aku begitu takut kehilangan.seda
ngkan engkau bukan siapa siapa aku,lalu kenapa hati ini merasakan cemburu”.mata neng nabila mulai berkaca kaca.lamunannya terbang di antara cakrawala asa.dia merasakan sepi di antara keramaian dan gelak tawa.
Suasana di situ sangat ramai,terkadang tawa mengiringi ceramah gus jalal.
Ha ha ha,tawa para santri kembali terdengar.
Hadirin wal hadirot ikang minulyo.dalam menyikapi perbedaan kita di tuntut untuk bijak.karena perbedaan itu sudah menjadi takdir dari-NYA ,kita tak mampu menolaknya.itu sudah nash di al qur’an.inna kholaqnakum min dzakarin wa untsa waja’alnakum syu’ubau waqoba ila lita’arofu,al ayah.dan memang kita di ciptakan dengan banyak perbedaan tetapi itu menjadi rohmah,bukan menjadi alat untuk berpecah belah.
Ada perbedaan suku,bahasa,kebudayaan serta perbedaan dalam pemikiran.itu semua adalah rohmat dari alloh.tidak ada yang salah jika kita bijak dalam menyikapinya.
Aku pernah di tanya sama orang ”gus,kalau sholat shubuh pakai qunut benar atau salah gus?”lalu aku jawab,ooowwwhhh itu benar kang.lalu dia tanya lagi “kalau sholat shubuhnya tidak pakai qunut,benar atau salah gus?”lalu aku jawab,yang itu juga benar.lalu dia masih tanya lagi”kalau yang pakai qunut itu benar,yang tidak pakai juga benar,lalu yang salah siapa gus?ya aku jawab saja,yang sholat shubuhnya 3 rokaat.
Imam abu hanifah tidak pernah mencaci maki pendapat imam syafi’i.sedangkan imam syafi’i juga tak pernah mencaci maki pendapat imam ahmad bin hambal.begitu sikap beliau beliau yang ilmunya bagai samudera.punya adab,punya akhlak yang terpuji.lho kita,ilmunya yang masih ceketer ceketer.perkara qunut gawe debat,terawih gawe debat.hina sana hina sini.apa nggak malu dengan beliau beliau yang ilmunya sangat tinggi,tetapi tetap tawadhu’ tanpa merasa pendapatnya paling benar sendiri.
Setiap perbedaan membutuhkan cara penyikapan yang berbeda.jika kita bisa meramu perbedaan itu menjadi sebuah hal baru.maka alangkahnya indahnya hidup ini.bukan saja indah di lihat,tetapi juga bisa menjadi kenikmatan tersendiri.contohnya,perbedaan jenis kelamin.
Ha ha ha...tawa santri membahana.
“Mitosnya sih begitu” lanjut gus jalal.
Ha ha ha.
“lha aku sendiri khan belum membuktikannya secara langsung tho,jadi masih mitos”.
Ha ha ha,tawa para santri semakin keras.
“itu yang ketawanya paling keras,kelihatan pikirane ngeres.wes polahe ora karu karuan.”
Di tengah gelak tawa itu,mata gus jalal menatap jauh ke depan sana.di antara tamu di belakang dia melihat seseorang.berbaju bathik dengan motif warna kuning,berkalung sorban putih dan memakai kopyah hitam.beliau duduk di kursi bagian belakang sendiri.gus jalal serasa sangat mengenali sosok orang tua itu.diapun kaget dan terus berdiri “masya alloh romo kyai”.
Gus jalalpun lalu melantukan sholawat
Thola'al badru 'alayna.
Min-tsaniyyatilwada'
Wajabasysyukru'alayna
Mada'alillahida'.
Lalu gus jalal pun memberi isyaroh kepada group rebana untuk melanjutkannya.ketika vocalis group rebana melanjutkannya
Ayyuhalmab'u-tsufina
Ji'tabil amrilmutho'
Anta ghow-tsuna jami'a
Ya mujammalath thiba'
gus jalal meletakkan microfonnya,lalu berjalan menuruni panggung itu.para kyai,para ulama,asatidz dan asatidzah pun kaget dan juga ikut berdiri.gus jalal berjalan menuju bangku kursi paling belakang juga di ikuti oleh romo kyai zidnan ali dan juga beberapa kyai lainnya karena penasarannya.ketika dia berjalan semakin ke belakang semakin merunduk dan ketika telah sampai di hadapan sosok orang tua yang berbaju bathik itu.gujalal berucap “assalammu’alaikum romo kyai” gus jalal jongkok lalu mencium tangan orang tua yang berbaju bathik itu.
Orang itu berdiri seraya agak menarik tangan gus jalal,sehingga gus jalalpun juga ikut berdiri.romo kyai zidnan ali yang tahu sosok lelaki itu.beliaupun juga mengucapkan salam dan mencium tangan orang itu yang terus di ikuti oleh beberapa kyai yang lainnya.
Monggo dalem aturi pinarak dateng ngajeng kyai”ucap romo kyai zamrozi baqir.”lalu lelaki tua itu menjawab “aku datang terlambat biar duduk di sini saja kyai”.kyai zamrozi baqir dan kyai zidnan ali saling pandang.lalu romo kyai zidnan ali berucap”nyuwun sewu kyai,di depan sudah kami persiapkan tempat duduk untuk kyai.kalau kyai tetep duduk di sini,maka kami juga enggan untuk duduk di depan lagi.kami nggak mau duduk dengan membelakangi panjenengan kyai.monggo kyai”lanjut kyai zidnan ali.
Orang tua itu tersenyum,lalu dengan di pegang tangan kirinya oleh romo kyai zidnan ali dia berjalan.kira – kira baru beberapa meter beliau berjalan,beliau berhenti dan menoleh ke belakang memanggil gus jalal yang masih berdiri di belakangnya.gus jalal berjalan menghampiri kyai tersebut.lalu kyai itu dengan tangan kanannya memegang pundak gus jalal seraya berkata “semoga hidup mu selalu penuh keberkahan dan semoga kelak anak anak mu menjadi orang-orang yang alim”.matur nuwun sanget kyai ucap gus jalal sambil mencium tangan kyai itu.
Monggo kyai,ucap gus basith yang juga berada di situ.kyai itu tersenyum lalu berjalan dengan di tuntun oleh romo kyai zidnan ali.ketika sudah berada di depan,romo kyai zamrozi baqir mengusulkan untuk naik ke panggung saja.akhirnya kyai zidnan ali,kyai zamrozi baqir,kyai abdulloh basith,yai faqih dan beberapa kyai lainnya naik ke panggung.
Gus jalalpun juga di ajak duduk di panggung.sedangkan untuk kyai yang baru datang itu duduk di kursi yang telah di sediakan di atas panggung.gus jalal duduk agak jauhan dari kyai itu.lalu romo kyai zamrozi baqir memberikan microfon kepada gus jalal.”shubhanalloh,marhaban ahlan wasyahlan romo kyai ahmad jamhari.beliau guru saya,yang ngajari saya ngaji njih niku,yang membimbing saya dari kecil.shubhanalloh,udah nggak bisa ngomong lagi saya”ucap gus jalal yang hanya bisa merunduk dari tadi.

Bersambung

Balada Cinta Seorang GusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang