Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Waiting For You're Birthday

726 95 17
                                        

Happy Reading

Seoul, 21 Juni 2008

Terlihat dua orang anak sedang bermain dibawah goa buatan yang ada di taman bermain. Mereka adalah Jung Eunji dan Park Chanyeol, dua anak yang umurnya hanya terpaut 1 tahun sedang menyusun puzzle di goa itu. Walaupun waktu sudah menunjukkan siang hari dimana matahari tepat diatas kepala, mereka tidak memperdulikannya.

"Yeol oppa" panggil Eunji yang sedang ikut membantu menyusun puzzle.

"Hm" jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari susunan puzzle itu.

"Aku lelah kepalaku pusing, bisakah kita istirahat sebentar?"

"Istirahatlah aku akan menyelesaikan ini dulu"

"Duduk yang benar sini pahamu aku mau tidur" perintah Eunji kecil sambil mempoutkan bibirnya karena merasa diabaikan oleh Chanyeol.
Tanpa banyak kata Chanyeol menuruti dengan membenarkan duduknya dan meminjamkan pahanya untuk dijadikan bantal oleh Eunji.

Setelah hampir satu jam Chanyeol akhirnya menyelesaikan puzzlenya. Chanyeol berniat untuk membangunkan Eunji karena hari sudah semakin sore. Namun seketika raut wajah Chanyeol berubah saat melihat wajah Eunji yang pucat. Dengan tergesa-gesa dia langsung lari kerumahnya untuk meminta bantuan beruntung dia bertemu dengan kakaknya Park Yoora di jalan.

"Noona noona... ikut aku cepat cepat"

"Kenapa Chan? Tenanglah pelan-pelan kenapa kamu sampai lari-lari begini" tanya Yoora saat Chanyeol terus menarik-narik coatnya

"Noona tolong Eunji dia pucat noona dia pasti kepanasan. Cepat noona" Chanyeol dengan wajah yang sudah penuh airmata.

Mendengar penjelasan Chanyeol, Yoora berlari menggandeng adiknya ke tempat Eunji.

Setelah sampai di taman Yoora yang melihat keadaan Eunji tanpa berfikir panjang dia langsung menggendong Eunji kerumahnya.

-skip-

Didalam kamar terlihat ada orang tua Eunji dan Chanyeol sedang berbincang dengan dokter. Sedangkan diluar Yoora sedang menenangkan adiknya yang masih menangis dipelukannya.

"Penyakit anak ibu sudah harus segera diobati. Obat yang saya berikan hanya bersifat untuk meredakan rasa sakitnya. Lebih baik dibawa ke tempat praktek saya yang ada di luar negeri. Karena perlengkapan rumah sakit yang ada disini tidak lengkap."

Mendengar pernyataan dokter Ny. Jung tidak dapat menahan lagi air matanya bagaimana anak yang belum genap berusia 10 tahun sudah menderita Pneumonia dimana penyakit itu dikenal sebagai penyakit yang mematikan.

Setelah dokter yang memeriksa pergi dari kamar, saat ini masih tersisa 4 orang dewasa yang sedang berbincang sambil menatap gadis kecil yang belum bangun.

"Ikuti apa saran dokter itu Jung kesembuhan anakmu lebih penting. Untuk Chanyeol nanti akan aku beri dia pengertian." Bujuk Tn. Park kepada Tn. Jung.

"Baiklah aku akan bawa Eunji berobat diluar negeri." Putus Tn. Jung setelah memikirkan keputusannya dengan matang.

Disaat orang dewasa itu berbincang gadis kecil yang menjadi bahan perbuncangan itu bangun. "Eomma".

--Skip--

Saat ini Chanyeol dan Yoora sedang berada di bandara mengantar Eunji dan keluarganya.

"Tenanglah oppa jangan menangis apa oppa tidak malu? Awas saja kalau appa dan eommaku dikira penculik karena oppa aku tidak mau bermain sama oppa lagi." Mendengar ancaman Eunji seketika Chanyeol mengusap airmata dan juga ingus yang keluar. Melihat kelakuan Chanyeol yang seperti itu membuat Eunji tertawa kecil.

"Oppa jangan menangis lagi ya? Karena Eunji hanya pergi sebentar sampai urusan appa selesai, aku janji saat ulang tahunku kita bisa merayakan bersama-sama."

"Benar? Kau janji? Kata eomma kalau udah janji gak boleh diingkari kamu harus kembali saat ulang tahunmu nanti." Eunji hanya menganggukkan kepala seraya merentangkan tangan memberi kode ke Chanyeol untuk dipeluk dan langsung di sambut pelukan hangat dari Chanyeol.

--Skip--

Seoul, 18 Agustus 2018

Terlihat seorang namja sedang duduk di ayunan ditaman bermain yang sering ia kunjungi saat masih ada gadis kecil disampingnya. Dia masih setia menunggu gadisnya itu sambil membawa kue kesukaan mereka dan berharap ulang tahun kali ini mereka bisa bertemu.

Chanyeol melihat sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah Eunji. Dia berlari setelah melihat siapa yang datang.
"Appa"

"Eoh Chanyeol-ah" sapa Tn. Jung saat melihat Chanyeol disebelahnya

"Eunji dimana?" Tanya Chanyeol sambil melihat di kursi belakang berharap Eunji ada disana.

Mendengar pertanyaan Chanyeol Ny. Jung mendekatinya dan memberikan sebuah kotak yang dititipkan untuk Chanyeol.

"Kau mencari Eunji? Dia hanya menitipkan untuk pangeran tampannya. Eomma sama appa kedalam dulu ya masih ada yang mau dibereskan" Ny. Jung akhirnya pergi karena tidak dapat menahan airmatanya

Chanyeol dengan cepat membuka isi kotak itu dan menemukan gelang dan sebuah surat. Chanyeol langsung membuka surat itu

To : Yeol oppa pangeran tampan Jung Eunji

Oppa annyeong, masih ingat sama Eunji? Pasti lupa ya karena Eunji kan sudah berbohong sama oppa dan oppa sangat membenci itu.
Oppa mianhae Eunji tidak datang merayakan ulang tahun Eunji dan juga Yeol oppa.
Oppa setelah oppa membaca ini pasti kita tidak bisa bertemu lagi karena kita sudah berbeda dunia. Eunji ingin oppa terus berbahagia ya karena Eunji sudah bahagia disini. Disini Eunji sudah tidak merasakan sakit karena jarum dan juga alat-alat yang entah ini apa namanya Eunji juga tidak tau hehehehe
Oppa jangan menangis Eunji akan selalu mengawasi oppa kalo oppa menangis. Oh ya oppa lihat gelang itu? Itu aku sendiri yang pilihkan ada inisial kita cantik kan? Kayak aku ini cantik hahaha
Oppa aku serius berbahagialah jangan terlalu larut dalam kesedihan. Aku sungguh tidak bisa melihat oppa sedih.
Sudah dulu ya oppa. Bye oppa aku menyayangimu lebih dari apapun.

Dari

Eunji putri cantik Park Chanyeol

Chanyeol tidak dapat menahan lagi airmatanya setelah melihat itu dia sudah tidak peduli dengan keadaan kuenya yang jatuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chanyeol tidak dapat menahan lagi airmatanya setelah melihat itu dia sudah tidak peduli dengan keadaan kuenya yang jatuh. Dia menangis sambil memegang gelang dan surat dari Eunji berharap ini cuman mimpinya dia. Tetapi pada kenyataannya itulah yang terjadi. Eunji sudah tidak lagi merasakan kesakitan yang selama ini di deritanya.

--End--

Halo chanji shipper balik lagi sama kita. Cerita oneshoot kali ini dari detaniaintan. Ini oneshoot ketiga di akun ini. Kenapa dari kemarin kita bikin oneshootnya dari author masing-masing padahal kita udah promo bakal collab? Ini dalam rangka perkenalan tulisan kita buat yang belum baca tulisan kita di akun masing-masing. Untuk kolaborasi tetep bakal berjalan kok. Tunggu perkenalan oneshoot dari author-author kece girl crush lainnya ^^

Oneshoot ChanjiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang