8. Itu ada di museum!

308 21 0
                                        

"hai semuanya, aku anaknya dopey" sapa Doug

"seperti dopey, doug, pemalu, penyenang, pemurung, pengantuk, dan..." kata doug sambal menunjukkan jarinya seperti sedang menghitung, dan matanya yang melihat ke langit-langit sekolah seperti orang berpikir dan beralih menatap Evie, begitupun dengan Evie sehingga mata mereka menatap satu sama lain membut Doug menarik nafas panjang, meliat itu membuat Evie tersenyum miring.

"ohh, hai" kata Doug saat Evie mulai mendekatinya

"Halo, Evie, anaknya sang Ratu Jahat (Evil Queen)" goda Evie pada Doug membuat Mal tersenyum miring melihatnya

"ya, mengenai kelas kalian, aku menunjuk pada kebutuhanmu." mendengar itu Mal pun mendekatinya dan melihat daftar yang dipegang Doug tanpa izin, Doug menatapnya sekilas lalu kembali menjelaskannya "pelajaran sejarah dan pembajakan, keamanan internet dan.." sebelum melanjutkan Doug menjinjitkan kakinya sedikit karena kedua perempuan itu berdiri sangat dekat dengannya

"kebaikan remedial 101" lanjutnya

Mal menatap daftar itu dan mengeluarkan sebuah permen yang tadi dia ambil dari mobil

"biar kutebak.." Mal memasukkan permen itu kemulutnya "kelas baru?"lanjutnya, lalu Doug pun mengangguk membuat Mal tersenyum miring

"ayo kawan-kawan, mari kita cari asrama kita" kara Mal smbl membuang bungkusan bekas permennya ke lantai lalu berjalan hendak menaiki tangga dan diikuti lainnya tapi sebelum mereka aik sampai setengah Doug pun sadar dari lamunannya dan berkata

"oh ya, asrama kaian sebelah sana" kata Doug sambal menunjuk arah yang berlawanan dengan tangga yang mereka naiki. Mereka pun terhenti lalu berjalan ke arah yang ditunjuk oleh Doug

"Dopey, Doug, pemalu, penyenang, pemurung, pengantuk dan.." Doug kembali mengingat julukannya yang sudah dilupakan olehnya

"pemalas" lanjut Carlos membuat Doug menarik nafas panjang karena telah diingatkan oleh Carlos

***

Mal membuka pintu sebuah ruangan dan diikuti oleh Evie dibelakangnya, disana terdapat 2 tempat tidur yang empuk, dan jarak tempat tidur tersebut hanya dibatasi leh sebuah jendela, Mal membulatkan matanya karena merasa tidak suka pada kamar barunya itu, tapi berbeda denganEvie, perempuan itu menunjukkan ekspresi senangnya dibelakang Mal

"tempat ini sangat-sangat..."

"menjijikan" Mal memotong perkataan Evie

"ya, aku tau, sangat menjijikan" kata Evie yang tentu sedang berbohong

"aku akna butuh lotion anti mentari' kata Mal sambal menunjuk jendela yang ada disamping Evie seakan menyuruhnya untuk menutup jendela itu. Evie pun menarik gordennya begitupun juga Mal yang menutup jendala lainnya.

"who, ini jauh lebih baik"

*** MALAM HARINYA ***

Mal dan Evie mengunjungi kamar Jay dan Carlos. Saat itu Carlos sedang bermain game yang ada di kamarnya. Mal mendekati Jay yang sedang mengumpulkan barang curiannya di tempat tidurnya

"Jay! Apa yang kau lakukan?"

"ini disebut mencuri" katanya sambal mengeluarkan setiap barang yang ada dibajunya

"ok, apa gunanya?"

"yah, Mal, ini seperti membeli apapun yang aku mau, kecuali ini gratis" kata Jay sambal tersenyum lalu mengeluarkan sebuah laptop dan membukannya

"ok, jadi kau bias melakukan itu atau kau bias meninggalkan semua ini saat kita sudah menguasai dunia" Mal mengambil sebuah HP dari tempat tidur Jay lalu melemparkannya kembali saat dia sudah selesai mengucapkan kata-katanya

"kau kedengarn mirip ibumu" Kata Evie yang sedang berkaca di belakangnya

"ohh, terima kasih banyak" Kata Mal memegang dadanya sambil membalikkan badannya menatap Evie

"kau laukan dengan caramu dan aku melakukannya dengan caraku" kata Jay meninggalkan Mal lalu menghampiri Carlos, Mal menunjukkan ekpresi seakan mengatakan 'apa?' yng kedua tangannya yang diangkat setinggi pinggang.

"matilah kau sialan!" Teriak Carlos

"Jay, cobalah kau mainkan ini. ini luar biasa" kata Carlos sambil memberikan kedua stick permainannya pada Jay

"teman-teman! Apakah aku harus ingatkan kalian apa tujuan kita disini?" teriak Mal

"Ibu Peri Agung ingin menguasai dunia" kata Jay yang masih memainkan permainannya sambil cengengesan

"ini adalah kesempatan kita untuk membuktikan diri kita kepada orang tua kita, untuk membuktikan bahwa kita itu jahat, keji, tidak tahu ampun, dan keren" ucap Mal penuh percaya diri dan tegas

Jay pun menghentikan game nya dan beralih menatap Mal, begitu juga denga Carlos dan Evie

"ya?" Tanya Mal sambal menatap mereka satu per satu

"ya" jawab mereka bersamaan

"Evie, cerminnya" kata Mal pada Evie, mereka bertiga pun mendekat pada Mal. Jay pun memberikan stick permainannya pada Carlos.

"cermin-cermin di tangan, dimanakah cermin ibu peri berada?"

Dan cermin ajaib Evie menunjukkan tongkat ibu peri

"menjauhlah" kata Carlos pada Evie

"cermin ajaib, jangan teralu dekat"

di dalam cermin ajaib Evie menunjukkan bumi kita (ada-ada aja si cermin)

"lebih dekat"

cermin Evie pun semakin mendekat dengan perlahan

"bias aku kembali pada permainanku? aku sedang level 3"

"hentikan!" teriak Mal

"itu ada di museum" kata Mal sambal menunjuk cermin ajaib yang menunjukkan The MUSEUM of CULTURAL HISTORY

"apakah kita tau dimana?" Tanya Jay

Carlos pun dengan cepat mencari na lewat laptop yang telah Jay curi tadi

"2,3 mil dari sini" ujar Carlos sambal menunjukkannya pada mereka

mereka bertiga menatap Carlos dengan senyuman puas

***

Jangan lupa di Votement!!

Maaf kalau ada typo:)

Disney DescendantsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang