tak ada atap...
tak ada dinding....
hanya sehelai kardus
di alaskan ku
seperti paku
seperti silet
aku di tusuk dan di gores olehnya
di malam yang dingin
ku kadang merasa tak adil
tak adil nasib dari tuhan
kenapa aku tak beruntung
mengapa mereka beruntung
tapi...
itu hanya masalalu
masalalu yang penuh pengorbanan
masalalu yang sangat menyakitkan
aku sudah sadar...
inilah ujian untuk ku
ku tak ingin banyak yang merasakan
merasakan apa yang ku rasakan
berkumpul lah kami menjadi hangat
KAMU SEDANG MEMBACA
TINTA PUISI
Poesíamenuangkan ekspresi dari segala sumber dan narasumber diatas kertas dengan goresan tinta.
