Setelah meminta disiapkan mobil oleh sekretarisnya, Radit sudah mengemudi layaknya orang gila. Berulang kali Selina memperingatkan. Berteriak hingga menangis, tapi pria itu tak kunjung mendengar.
"Kalo kamu masih seperti ini terus, lebih baik aku mati saja!"
Dan kalimat terakhir itu berhasil. Membuat Radit meminggirkan mobil mendadak. Membuat pria itu mendapat pelototan serta makian dari pengguna jalan lainnya.
"Apa katamu?!"
Mata marah itu kini menatap Selina. Melihat dengan penuh intimidasi, membuatnya takut.
"Aku lebih baik mati! Dibanding bersama pria egois sepertimu, aku lebih baik mati!"
Plak!
Satu tamparan mendarat keras di pipi lembut Selina. Membuat semburat warnanya berubah menjadi merah, sementara telapak tangan Radit berdenyut karena sakit.
"Bagaimana.. Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu?! Bicara layaknya mati itu mudah?! Bicara layaknya kamu itu dia?!", erangnya frustasi.
Sembari mencengkram dua lengan Selina, kini Radit sudah tertunduk. Menangis dalam isak pedih tanpa henti.
"Mudah katamu?! Mudah?! Kamu yang memulai semua ini! Pulang dan pergi tanpa kabar! Lalu memulai kekacauan! Menuduh tanpa bukti! Dan kamu tahu yang paling membuatku sakit?! Kamu bahkan tidak mendengar penjelasanku sama sekali!", bentak Selina dengan mata melebar.
Wanita itu sekarang juga sudah menangis. Menatap Radit dengan penampilan tak kalah kacau.
"Aku takut. Aku sungguh takut jika kamu meninggalkanku. Memilihnya dan membenci diriku. Aku takut Selina. Aku takut", jawab pria itu dengan suara bergetar.
Dimatanya, kini Radit yang masih menangis itu benar-benar tampaklah sangat menyedihkan. Membuat amarah Selina menghilang, berganti dengan rasa pilu yang mengiris hatinya.
"Lihat aku, Radit. Lihat aku."
Dan mata hitam itu menuruti. Memandang dalam Selina dengan raut wajah yang sulit dijelaskan.
"Aku tidak akan meninggalkan dirimu. Sungguh. Sampai kapanpun. Aku akan terus disampingmu layaknya parasit. Jadi percayalah. Percaya pada aku seorang"
"Lalu dirimu. Apa kamu hanya menjadi milikku seorang?"
Selina tersenyum kecil, lalu menganguk pelan. Memberi hati pria itu kepastian. Membuat kedua lengannya kini menarik wanita tersebut dalam pelukan.
"Jangan pergi", ucapnya lirih.
"Baiklah", jawab Selina pelan.
********
Dalam ruangan itu, Radit menarik Selina pelan. Membawa wanita itu masuk kedalam kamarnya yang terang karena terik siang matahari yang masuk.
Lalu semua berjalan cepat. Mulai dari Radit yang berbalik serta menyerang Selina. Kemudian wanita itu yang menerima hingga ikut bergerak aktif. Membuat mereka berdua tanpa sadar telah merebah diatas kasur.
Bukan dengan posisi biasa. Kali ini Selina lah yang berada diatas tubuh kekar pria itu. Hingga akhirnya wanita tersebut melepas ciuman. Dengan amat terpaksa dan kini kedua matanya menatap Radit dengan deru napas yang memburu.
"Diamlah.."
"Apa?"
"Diam dan biarkan aku meyakinkan dirimu"
Satu tangan wanita itu sudah terulur. Membelai halus wajah Radit. Membuatnya hanya mampu meneguk air liur.
Dan saat tangan tersebut mulai turun. Mulai bekerjasama dengan tangan lainnya membuka kancing kemeja Radit. Maka pria itu menikmati. Merasa senang akan tiap sentuhan yang diberikan Selina.
Hingga dada bidangnya kini telah terekspos. Membuat Selina tak sabar untuk menyentuh kembali. Namun, wanita itu menahan. Ia memilih untuk membuka bajunya terlebih dahulu sembari sesekali meliuk diatas tubuh Radit.
Bagai seorang wanita striptis, satu per satu helai pakaian ia tanggalkan, menciptakan intim tersendiri bagi Radit. Dan kejantanan pria itu telah berbicara. Menengang dengan keras, berusaha keluar dari sempit celananya.
"Ada apa denganmu, selina?"
Tanya pria itu sambil mengulurkan dua tangan untuk meraba lembut tubuh cantik dihadapannya. Dan sentuhan tersebut membuat Selina melenguh. Memaksa Radit untuk menyentuh dua payudaranya yang bebas dan berkata.
"Karena aku menginginkanmu.. Tidakkah kamu melihat semua itu"
Kemudian mata Selina terpejam. Terlalu bergairah karena tiap pijatan dan pilinan yang dilakukan oleh Radit. Lalu karena tak sabar, pria itu telah berguling. Menjatuhkan Selina dibawahnya.
"Jadi biarkan aku bekerja, sayang. Biarkan aku memberi semuanya", kata Radit mengakhiri.
Kembali membuat ruangan itu sunyi dan hanya terisi oleh desis dan desahan yang keluar dari bibir mereka.
"Ahh.. Terus, Radit.. Aku ingin lebih..!"
Selina meracau saat prianya sudah memainkan puncak atas dengan bibir dan intim bawah Selina dengan jemari yang terus bergerak. Membuat Selina terpancing. Ikut sibuk membuka celana Radit hingga hanya menampilkan kejantannan yang telah siap untuk masuk.
Dan saat tangan Selina mulai bergerak diatas sana, maka tanpa sadar Radit menggigit. Membuat wanita itu meringis, namun tidak menghentikan gerakannya.
"Sayang.. Ssh.. Terus bergerak.."
Lirih Radit diantara payudara Selina. Menimbulkan rasa geli karena deru napasnya. Membuat Selina makin hebat dalam menggoda dan membuat tubuh pria itu menggelinjang.
Saling memuaskan dan dipuaskan. Hubungan inilah yang sedang terjadi saat ini. Tapi Radit tidak membiarkan permainan itu terus berlanjut.
Dengan amat tak rela, ia melepas tangan itu. Mengangkat tubuh Selina dan membalikkannya.
Membuat bokong wanita itu telah terpampang amat menggiurkan didepan mata dan "Sleb".
Intim Radit segera mencari tepat. Mencoba masuk dari belakang, membuat punggung Selina melengking dan mengenjang di saat bersamaan.
"Ahh.."
Satu kata itu terus terucap di bibir Selina. Merasa nikmat tak terbantah saat kedua tangan pria itu mulai kembali meremas, sementara intimnya masuk dan keluar menghujam cinta pada intimnya.
"Cepat.. Ah.. Kamu membuatku gila.."
"Nikmati, sayang..! Nikmati.. Aku!", jerit Radit semakin mempercepat ritme.
Masuk dan keluar dengan gairah, diikuti gerak pinggul Selina yang semakin membuat hasrat diantara mereka meninggi dan terpacu.
Dan saat rasa itu datang. Memuncak untuk pertama kali, maka baik Radit dan Selina saling melepas. Membiarkan deru napas mereka saling mengejar sebentar, sebelum akhirnya Radit kembali memulai.
Menikmati tubuh tunangannya hingga rasa puas mampu memenuhi hatinya yang sakit.
*******
Hula!
Akhirnya up yaa
Jangan lupa vote, follow, sama komentar
-XOXO
KAMU SEDANG MEMBACA
Eksplisit Part - Cerita Safitridsy
Romance[Mature Part] Teruntuk setiap bagian eksplisit part yang ada.
