Lima

1.9K 329 47
                                        

Daehwi ngelus dadanya, sabar.

'tadi gue liat bakso lo belum abis, jadi gue kasih roti.' -park jihoon, masih
manly

"Seob, mau roti?" Daehwi ngasih rotinya ke Hyungseob karena itu anak ngeluh baksonya masih banyak tadi.

"Lo tadi beli roti?" Hyungseob nanya ngebuka bungkus rotinya.

"Bukan."

"Dikasih kak Jihoon lagi?"

Daehwi ngangkat bahunya sambil mainin hapenya, terus dia ngaduh sakit.

"Apa sih Seob lempar-lempar?" Dengusnya sambil ngelus kepalanya habis kena lemparan roti dari Hyungseob.

"Lo makan aja sendiri, bukan hak milik gue rotinya."

"Lah, kan udah gue kasih ke lo. Ngga bakal gue makan juga ini." Daehwi masih ngotot ngasih rotinya ke Hyungseob.

"Ngga ah, ntar gue dimarahin lagi."

"Siapa yang marahin sih?" Daehwi dengus sambil masukin roti itu ke bawah mejanya.







******




"Dek, kok cemberut?" Cowok itu nyenggol Daehwi yang lagi beresin kertas diatas meja osisnya. Daehwi noleh terus senyum manis.

"Ah, gapapa kak." Jawabnya malu-malu.

Jinyoung ketawa kecil terus ngusak rambutnya pelan.

Daehwi mukanya langsung merah, dia reflek ngejauhin kepalanya dari Jinyoung.


"Heh!"

Jinyoung sama Daehwi langsung noleh ke depan pintu. Disana ada Jihoon lagi ngelipat tangannya didepan dada sambil nyender, tali tasnya cuma nyangkut di satu bahu, bajunya udah berantakan.

Daehwi melotot

"Pulang yuk, yang."

Daehwi makin melotot, kepalanya bahkan sampai maju.

Jinyoung mengernyit, "Kalian berdua pacaran?" Tanyanya ngeliat Daehwi heran.

"Iya! Kenapa!?" Jihoon maju terus narik ujung bahu Daehwi supaya berdiri disampingnya.


Daehwi berontak, tapi apadaya tenaga Jihoon lebih kuat.

"Kamu gapapa?" Jinyoung nanya sambil mau megang Daehwi yang sekarang berdiri disamping Jihoon.

Jihoon nepis tangannya, "Gausah sok care sama pacar gue!" Sentaknya

"Yuk pulang." Jihoon narik tangannya pelan.

"Duluan ya kak Jinyoung!" Daehwi melambai waktu dia hampir keluar






*****




"Lepasin ngga!"

"Lepasin aja sendiri kalau bisa!"

"Sialan!"

"Sini mulut lo gue cium."

"Mulut lo sini gue tabok!"

Jihoon ketawa, dia ngelepasin tangan Daehwi pelan, "Mau diantarin pulang?"

Daehwi ngelus tangannya yang agak memerah, "Ngga!" Dia jawab ketus

Jihoon senyum kecil, dia masangin helm ke kepala Daehwi.

"Apa sih!? Gue bilang kan ngga mau ikut pulang sama lo!" Daehwi coba ngelepasin helm yang nempel dikepalanya.

"Lah, siapa juga yang ngajak lo pulang bareng? Tadi gue cuma nanya lo mau diantarin gue atau ngga. Kalau ngga yaudah, gue tetep antar pulang."

Daehwi natap Jihoon ganas, dia narik nafas dalam.

"Naik sini, buruan. Gerimis nih." Jihoon nepuk jok belakangnya pelan, Daehwi ngeliat dia ragu.

"Gue antar pulang sampe selamat."




Jihoon senyum lebar, Daehwi hampir kepental.





*****



"Pegangan di pinggang sih, masa di bahu. Lo kira gue tukang ojek?" Kata Jihoon sambil buka kaca helmnya.

"Hah!?" Daehwi majuin badannya, suara Jihoon agak samar di telinganya karena suara angin.

"Pegangan di pinggang." Ulang Jihoon agak keras, Daehwi pukul pelan bahunya sambil jauhin badan.

"Dih!" Kata Daehwi sok jijik.

Jihoon ketawa kecil, dengan jahil dia naikin kecepatan motornya. Daehwi dengan reflek meluk pinggangnya. Jihoon senyum lebar.

"Sialan lo, modus!" Daehwi mau jauhin badannya lagi

"Jangan dilepas," Jihoon tahan tangan Daehwi yang di pinggangnya, Daehwi langsung diam.





Muka Daehwi langsung hangat, apalagi tangan Jihoon ngga ngelepasin pegangannya di punggung tangan Daehwi. Kadang jempol Jihoon ngelus punggung tangannya pelan.














Chapter ini ditutup dengan Daehwi yang berusaha ngatur detak jantungnya dan Jihoon yang berusaha ngga ngelepas jantungnya dari tempatnya saking bahagianya.































Seme; WinkhwiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang