neununddreiβig

1.9K 278 198
                                        

"GA!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"GA!"

"Sialan. Apa sih?!" Aga memelototi Annan yang baru saja berteriak tepat di telinganya.

Annan melihat banyak sekali kertas menguning berceceran di karpet beledu Aga. Cowok itu berdecak.

"Udah sore. Lo nggak makan?"

Aga melirik jam yang ada di kamarnya. Pukul tiga.

"Iya. Gua mau keluar dulu, cari angin," jawab Aga tak nyambung.

Annan menangkap kalau tulisan-tulisan itu semuanya dari Kara, dan Aga baru saja membacanya secara bersamaan.

"Udah mau ujan!!"

Namun, Aga tak mendengarkan. Cowok itu tetap berjalan ke luar rumah. Berusaha mencari angin dan menjernihkan pikirannya setelah membaca hampir lima puluh, atau enam puluh, atau berapa, surat dari Kara, yang seharusnya tak perlu ia baca.

Empat setengah tahun lalu, Aga memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta dan menempuh pendidikan di sana, sekaligus berkumpul dengan Anya dan ayahnya. Sedangkan Kara, cewek itu memilih untuk ikut dengan neneknya di Australia daripada harus mendekam di Jakarta.

Sejak mereka putus, dua setengah tahun yang lalu, Aga kehilangan kontaknya. Awalnya karena insiden ponsel Aga hilang, tapi cowok itu hafal betul nomor ponsel Kara, hanya saja, nomor itu ternyata sudah tak aktif lagi.

Rumah yang Kara tinggali di Jakarta ternyata sudah dijual sejak setahun lalu, dan kotak kayu yang bertuliskan 'Kalingga Mahavira' itu tertinggal di bawah kolong tempat tidur. Sang pemilik rumah yang sekarang langsung memberikannya pada Aga karena hanya cowok itu yang menanyakan ke mana pemilik rumah yang lama.

Sekarang, Aga benar-benar tak tahu Kara di mana, dan Aga akan benar-benar menemukan cewek itu sampai dapat. Aga akan mengejarnya kembali.

Aga mengerjap ketika setitik air membasahi punggung tangannya.

Gerimis.

Aga berdiri. Ingin pulang, daripada harus kehujanan dan tampak seperti anak ayam kehilangan induknya.

Saat hujan mulai turun, hebatnya, Aga tak merasakan air yang membasahi tubuhnya.

Cowok itu mendongak, melihat sebuah payung bening yang melindunginya dari tumpahan air hujan.

Dia menoleh, melihat sosok familiar yang sudah ia rindukan sejak lama. Bahkan, saat ingin menyebut namanya saja, Aga gagap, "K-kara?"

"Hai?"

Gampang betul cewek itu mengatakan hai. Macam-macam pikiran sudah berseliweran di otak Aga.

Bagaimana kalau sekarang Kara sudah punya pacar? Atau lebih parahnya, sudah tunangan?

Ah, tapi Kara baru umur dua puluh satu. Sama sepertinya.

"Gua habis dari rumah lo, tapi lo nggak ada, kata Annan lo pergi, tapi nggak tau ke mana. Jadilah gua cariin karena udah mau hujan. Gua mau ngasih undangan."

Sialan.

Aga kalah sebelum berperang namanya ini.

"Lo mau nikah muda, ya, Kar?" tanya Aga setelah dia berhasil mendapatkan suaranya.

Kara menatap Aga, cukup lama, sampai cowok itu terbawa kembali ke zaman-zaman SMA. Di mana saat itu mungkin Aga sedang mengatakan sesuatu yang bodoh, lalu Kara hanya menatapnya. Persis seperti sekarang.

"Nikah muda? Sinting lo. Mana ada. Gua mau dinner di rumah, sekalian pemberkatan buat rumah baru gua."

Aga leganya kayak baru beol setelah dua minggu nggak bisa.

"Lo ke mana aja, Kara?"

Kara menatap Aga begitu lama, sampai Aga sempat mendapatkan rasa pulang itu lagi.

"Di sini? Gua baru aja balik ke sini, terus, ya, gitulah."

"Balikan yuk, Kar."

Kara menatap Aga lagi. "Kenapa mulut lo masih suka kecepetan daripada otak lo sih?"

 "Kenapa mulut lo masih suka kecepetan daripada otak lo sih?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

a/n:

halo.

jadi gini

aku kan mau hiatus

jadi aku update semuanya sekaligus

jadi selamat menikmati teka-teki yang akhirnya terjawab.

endingnya begini aja, hayo terserah mau kara nerima kek mau enggak kek heu.

terima kasih yang sudah ngikutin series ini, I'm glad to know all of you guysssss!😭❤

kalau mau ngasih kritik saran, boleh banget. aku menerima semua feedback baik buruk maupun baik dari kalian semua. juga untuk memperbaiki cara menulisku ke depannya.

maafkan diri ini tak tega membuatnya sad ending karena.... gatau kenapa aga dan kara nampak cocok :( #sepak

let me know, dari ketiga cerita ini, yang kalian paling suka yang mana dan kenapaa?

okeeeyyy, see you in 2 weeks (or one month) later, peepsss!!!

Aga Kara (and also me) love you so much!

Aga Kara (and also me) love you so much!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
sincerely, yoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang