Setiap orang akan diuji melalui orang-orang disekitarnya. Ada yang diuji melalui anaknya, sebagian diuji melalui orangtuanya, ada yang diuji oleh saudaranya, ada yang diuji melalui istrinya, ada yang diuji lewat suaminya, ada yang diuji melalui tetangganya, ada yang diuji melalui sahabatnya, adapula yang diuji melalui rekan kerjannya dan lain sebagainya. Melalui siapapun ujian itu diturunkan, maka seluruh yang terjadi pada seorang mukmin ialah hikmah baginya.
Bukan tentang bagaimana menghadapi ujian tersebut, karena semua akan bermuara pada ikhlas dan sabar dalam menghadapi ujian apapun bentuknya. Namun, sepatutnya kita harus bertanya kepada diri ini, apakah diri ini menjadi ujian bagi orang lain? Apakah karena tingkah kita, ada seseorang yang sedang diuji keimanannya, apakah karena perbuatan kita, ada orang lain yang sedang diuji kesabarannya?
Karena bisa jadi, akibat diri ini yang masih melakukan banyak kesalahan, menyebabkan beratnya hisab orangtua kita dihadapan Allah kelak? Atau mungkin akibat tidak amanahnya kita dalam pekerjaan, menyebabkan semakin beratnya hisab bagi rekan kerja kita di hari akhir?
Maka mari muhasabah kembali, jujur dengan diri sendiri. Sejauh ini menjadi siapakah kita dihadapan manusia? Jangan sampai kita menjadi sebab beratnya hisab orang lain dihadapan Allah. Alangkah baiknya jika kita menjadi sebab beratnya timbangan pahala bagi manusia disekitar kita, alangkah baiknya jika kita menjadi sebab hidayah dan kebaikan bagi orang lain disekitar kita. Menyenangkan bukan? Bayangkan jika kelak dihadapan Allah nama kita akan disebut-sebut dalam catatan kebaikan seseorang yang kita cintai, hingga kelak Ayah Ibu kita akan bersyukur dihadapan Allah atas baiknya bakti seorang anak kepada mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIJRAH STORY
Spiritual"Tiada yang lebih indah dalam hidup seseorang dari dirinya yang sedang disapa hidayah, dan berjuang untuk berhijrah" (Akbar, 2015). Kumpulan kisah inspirasi, penyejuk hati, bagi jomblo yang syari
