Terkadang saya berfikir dan ingin berterima kasih kepada mereka temen-teman yang ketika dia sedang lelah-lelahnya masih mau mendengar cerita dari kita. Bahkan sekalipun Ia tak tertarik, tapi dia sengaja menyimak dengan antusiasnya dan juga memberi tanggapan terbaiknyanya untuk cerita kita. Bahkan ketika kita sadar diri ingin memberi kesempatan untuknya bercerita, justru dia berusaha mendorong kita untuk menyelesaikan cerita.
Teman yang seperti ini, bisa jadi Ia tau betapa menyiksanya ketika seseorang tidak punya temen untuk berbagi cerita. Luas tapi penuh, sesak tak tersalur, ada namun tak mengisi. Sebagaimana dia yang tidak mudah untuk bercerita ke semua orang. Ia hanya ingin supaya kita tidak seperti dia.
Maka coba pikirkan lagi tentang teman-teman disekitar kita, bukan hanya teman dekat kita saja, melainkan mereka yang bukan teman dekat justru yang paling ingin memperlakukan kita dengan baik karena sedikit kesempatan untuk berinteraksi dengan kita, mereka justru merasa ingin melakukan yang terbaik bagi kita ketika memiliki kesempatan itu. Tapi sayangnya, seringkali kita tidak sadar akan usaha yang telah mereka lakukan untuk kita. Bahkan karena kepongahan kita, dengan mudahnya kita mengabaikan mereka bahkan seringkali menyakiti perasaan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIJRAH STORY
Espiritual"Tiada yang lebih indah dalam hidup seseorang dari dirinya yang sedang disapa hidayah, dan berjuang untuk berhijrah" (Akbar, 2015). Kumpulan kisah inspirasi, penyejuk hati, bagi jomblo yang syari
