Rasa Semu

98 27 0
                                    

Deg!
*Mereka  berdiam dan saling menatap. sunyi,karna dikelas itu hanya mereka berdua...ya...BERDUA*

"Ish...ngk usah pegang pegang yaudah ayo."Ucap Meila sambil menarik tangan reiki.mereka berjalan ke kantin.
"Kenapa harus gini?!.Dia sebenarnya ngegantung gue ngk sih?"Batin Meila.

*Meila menarik nafas panjang,dan menghembusnya dengan kasar. sampai ia ulang berkali kali...seakan akan nafasnya itu adalah beban hidupnya.*

"Mei...lo ngapain tarik nafas buang,tarik nafas buang.lo mau lahiran ya?Ucap Reiki nyengir.Saat mereka sampai di kantin. "Heh...gila lo ya.mana mungkin gue pengen  hamil...emangnya gue mahmud apa?"Ucap Meila sambil mencubit lengan reiki dengan keras. "Eh...sakit tau...iya iya gue tau kok lu bukan cabe cabe an dan bukan mahmud ya kan sayang?"Ucap Reiki sambil memegang hidung meila.
"Gue udh bilang!jangan suka manggil gue sayang!dan jangan pernah ngerayu gue."Ucap meila marah.

*Sebenarnya Meila bukannya marah, ia tersipu malu dan pipinya merah merona setiap kali Reiki bilang "sayang".hanya saja ia menyembunyikan perasaan itu melalu marah.*

*Tiba Tiba Bu kantin datang dan bertanya*
"Eh...ini yang gosipnya ada pasangan baru  ya?"Tanya bu kantin dengan keras.
*Seketika itu Semua anak anak yang sedang makan tiba tiba semuanya menatap meila dan reiki.*

"Eeeh???"

Waktu CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang