Part 13 - Revenge (2)

2.6K 86 1
                                        

"Cobalah kau ingat kembali Abraham?"Kata Ray
Abraham berpikir keras atas perbuatan apa sehingga anak muda ini datang dengan para pengawal yang berbadan besar.

"Lama sekali kau mengingatnya! Apa kau tidak ingat telah membunuh sepasang suami istri yang bernama Nick dan Rose Withman Abraham?"kata Ray seraya berteriak dan emosi yang meledak

Seketika mendengar nama itu, Abraham menjadi diam membeku, istrinya hanya melihatnya dengan tidak percaya dan masih berurai air mata

"Mereka berdua pantas menerimanya"ucap Abraham tidak mau kalah

Bughhhh...

Ray meninju bagian perut Abraham dengan sekuat tenaga, sehingga Abraham mengeluarkan darah dari mulutnya

"Kau tega membunuhnya hanya karna harta, Dan kau telah menyuruh para pengawalmu untuk membunuh Rose, tapi apa yang dilakukan para pengawalmu adalah menyentuh bagian tubuh nya dan berniat menyetubuhinya satu persatu lalu membunuhnya, tapi sebelum itu terjadi ia menembakan peluru tersebut kediirinya sendiri sebelum terjadi apa yang tidak diinginkannya"kata Ray dengan berteriak

"Kau siapanya anak muda?"Tanya Abraham denga heran

"Aku adalah Anak dari Nick Withman dan Rose Withman"kata Ray dengan suara bergema dalam ruangan itu
Abraham menatap Raymond dengan tatapan tak percaya,

"Aku datang ingin membunuh kau, dan istrimu yang cantik ini"ucap Raymond kemudian tertawa,

"setelah itu giliran kau yang ku bunuh"kata Ray seraya menyeringai licik

Raymond mendekati istri Abraham itu, kemudian tangannya mulai meraba bagian tubuh sensitif yang dimilikinya, wanita itu terus memberontak dengan sekuat tenaga namun hasilnya tetap sama. Pengawal itu pun memborgol tangan wanita itu pada sandaran kasur, bagian kakinya dibuka lebar dan diborgol, wanita itu terus memberontak dengan kuat. Mulutnya yang dimasukan kertas sehingga tidak dapat menutupnya.

Abraham hanya bisa menangis dan berteriak minta dilepaska, namun lagi-lagi hanya diacuhkan, ia tidak tega melihat istri tercintanya akan disetubuhi satu persatu oleh pengawal Raymond yang berbadan besar itu.

Sedangkan Raymond merasa puas dan tersenyum miring, kemudian Ray menaiki kasur itu dan tepat berada diatas wanita yang merupakan istri dari Abraham. Raymond merobek pakaian wanita itu dan membuangnya sembarangan, kemudian ia membuka kaitan bra milik wanita itu, merobek celana dalam milik wanita itu. Wanita itu menangis sejadi-jadinya dan terus memberontak, Raymond dengan geram menampar pipi yang mulus itu dengan keras.

Plaakkkk...

Terpampang jelas bagian tubuh wanita itu, payudara yang besar, vagina yang merekah merah, Raymond membuang kertas yang ada dimulutnya, lalu Raymond meremas dua buah payudara itu dengan sangat kuat kemudian menjilatinya dengan nafsu menggigit putingnya, menghisap putingnya, kemudian ditekan-tekan putingnya.

Wanita itu hanya mendesah kenikmatan dan terus menggelinjang, Raymond sangat puas dengan apa yang dilakukannya lalu memasuki 5 jarinya kedalam lubang vagina milik wanita itu, dan memainkannya disana, wanita itu semakin menjadi-jadi dan mendesah hebat sampai mengeluarkan cairan putih dari dalam lubang vagina itu, Raymond kemudian membuka resleting celananya dan mengarahkan kejantanannya ke arah lubang vagina milik istri Abraham, memasukinya dengan sekali hentakan saja. Dan terjadi berulangkali. Wanita itu disetubuhi satu persatu oleh pengawal Raymond.

"Apa kau puas melihatnya Abraham? Istrimu mendapatkan kepuasan yang tiada tara dari kami semua haha haha"ucap Ray sambil tertawa

"Kau benar-benar menjijikan"ucap Abraham dengan geram

Raymond mengambil pistolnya dan melesatkan peluru itu tepat pada bagian jantung wanita itu, seketika wanita itu berhenti nafas dan bergerak matanya saja yang hanya membuka
Wanita itu tewas dengan cara yang tak lazim tanpa memakai busana.

Raymond tersenyum miring atas hasil karyanya membunuh wanita itu

Ray menyeringai"Sekarang giliran kau, Abraham!"

Abraham meneguk saliva nya dengan susah payah, kemudian membuat permintaan untuk terakhir kali"Baiklah, tapi aku punya permintaan untukmu"

"Apa itu?"tanya Ray

"Tolong jaga putriku, dia satu-satunya putri kami"ucap Abraham dengan nada sendu

"Aku kabulkan"jawab Ray

"Maafkan aku Tn. Withman"kata Abraham dengan tulus

"Percuma saja kau meminta maaf padaku, itu takkan mengembalikan kedua orang tuaku"

Abraham benar-benar menyesal dan telah membuat anak dari sahabatnya menjadi pembunuh yang keji,

"Sudahlah, aku tidak ingin buang-buang waktuku dengan dirimu"kata Ray
Raymond melemparkan pisaunya tepat pada leher Abraham, mata Abraham terbelalak saat pisau menancap dilehernya, kemudian Raymond menembaknya tepat didadanya, Abraham hanya pasrah dan tidak berdaya. Nafasnya tercekat, nyawa terasa semakin tercabut dari raganya. Dan darah mengalir deras dipermukaan lantai.

Raymond tersenyum puas, lalu melangkahkan kakinya melewati ruangan demi ruangan, selama itu pula senyumnya terus mengembang diwajah tampan itu.
Ia bersama pengawalnya meninggalkan putri Abraham didalam rumah, ia tidak benar-benar menepati janjinya, mobil Lamborghini berwarna abu itu melaju dengan cepat meninggalkan rumah megah itu bersama para pengawalnya dengan Mobil yang berbeda.

****


Raymond Withman

Jennifer Lawrence

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jennifer Lawrence

Jennifer Lawrence

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Trailernya












Don't copy paste my story
Please, give me your vote and comment
Affhcng_
Tuesday, 14:26
😘

The Psychopath With His LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang