"Sekarang kamu angkat satu kaki kamu, pegang kedua kuping kamu..."
Teriak kaka senior itu.
Faya berdiri di barisan siswa yang terlambat.
Aduh males banget deh, keluh faya dalam hati.Saat Faya sedang melamun memikirkan kesialannya di hari itu, bahu Faya merasa ada yang menepuk dari belakang, faya pun menoleh.
"Hai, kenalin nama aku Dina" sapa seorang wanita yang berada tepat di barisan belakang Faya
"Hai, namaku Faya, Faya Arista ". Balas faya dengan senyuman hangat.
Mereka berdua berbicara tanpa sadar bahwa kaka osis sedang memerhatikan mereka berdua. Dengan langkah pasti, kaka osis itu menghampiri Faya dan Dina."Hai kalian, kalian disini itu karna hukuman, kenapa kalian malah asik ngobrol berdua, mau saya tambahin hukumannya..?" Kaka osis itu berbicara dengan nada tinggi
"Engga kak...." jawab Faya dan Dina serentak, mereka berduapun diam.
"Oke teman - teman, sekarang kaka - kaka osis disini akan mengantar kalian semua ke kelas kalian masing masing..." suara yang terdengar nyaring itu terdengar dari speaker yang dipakai oleh salah satu anggota osis.
Akhirnya masuk kelas juga, faya senang karna akhirnya dia bisa istirahat karna sudah hampir setengah jam ia berdiri di lapangan dengan satu kaki.
Faya beserta siswa yang lain mengikuti langkah salah satu kaka osis, kali ini kaka osis yang mengantar ke kelas Faya adalah perempuan, dia mengantar siswa dengan senyuman manis dibibirnya.
"Oke kelas kalian disini, silahkan masuk..." Kaka osis itu sambil melemparkan senyuman kepada para siswa baru.
Faya mendapatkan kelas MIA 1, karna memang Faya pintar dalam hal pelajaran Ipa dan Mtk, tetapi semenjak ia mengenal pacaran, nilai Faya menjadi turun secara drastis.
Kaki Faya melangkah masuk kedalam kelas yang berwarna dasar hijau muda itu.
Duduk dimana yah, ucap Faya dalam hati, sambil melihat - lihat bangku yang belum diduduki.
Ia duduk di barisan kedua dari depan. Cukup dekat dengan papantulis dan kipas angin." Boleh duduk disini...?" Sapa seorang yang suaranya sudah tidak asing lagi, ya itu adalah Dina.
"Ya silahkan, lagi juga masih kosong nih" Balas Faya dengan riang.
Tak lama mereka duduk berdua, suara langkah sepatu mulai terdengar mendekati kelas Faya. Semua kaka osis masuk kedalam kelas mengenalkan diri satu persatu, Faya tidak begitu mendengarkan semua nama kaka osis, karna ia tidak begitu tertarik dengan kaka senior.
Sekarang saatnya giliran kaka osis galak itu memperkenalkan diri, Faya males banget melihat mukanya, ia pun menyibukan diri dengan menulis diary favoritnya.
" Hai, nama saya Rino, saya adalah ketua osis disini"
DhegWhat? Ketua osis?, faya sangat kaget, ia tidak percaya bahwa dia berurusan dengan ketua osis.
Anehnya, Rino saat itu tidak memasang wajah sangar, tetapi memasang wajah ramah kepada siswa lain, membuat siswa perempuan di kelas itu tertarik pada Rino. Dengan wajah yang tampan, tinggi, dan juga ketua osis, sudah pasti Rino sangat terkenal.
Wajah Faya hanya menunduk saat itu, wajahnya lemas, ia sangat takut berurusan dengan seseorang yang terkenal.
"Kamu kenapa Faya? Kok mukanya keringetan..." tanya Dina yang hampir membuat jantung Faya copot.
"Oh...emmm...itu aku...aku laper, istirahat kapan si?" Jawab Faya dengan suara keras, ia tidar sadar bahwa masih ada kaka osis di depannya, apa lagi jarak antara bangku Faya dan kaka osis itu sangat dekat.
"Oh kamu lapar? Sebentar lagi juga istirahat, makanya kalo sekolah jangan terlambat, jadi belum makankan, apa jangan - jangan...kamu juga belum mandi ?" Ejek Rino yang mendengar perkataan Faya tadi.
Serentak semua siswa yang ada dikelas itu menertawakan Faya, semua kaka osis pun ikut menertawakannya, seketika Faya menjadi bahan bullyan dikelasnya sendiri.
Dalam batin Faya, KAK RINO, AWAS AJAH KAMU, AKAN AKU BALAS!!!

KAMU SEDANG MEMBACA
Ketua rohisku Pria idamanku
Romancewanita bernama Faya, siswa yang baru saja menginjak Sekolah Menengah Atas ini mengalami masa yang begitu indah di sekolahnya, masa orientasi siswa yang membuatnya jatuh cinta kepada kaka seniornya yang ternyata adalah ketua rohis... Hanif, ketua roh...