"Thetttt....thettt...." Bel istirahat berbunyi.
Semua siswa berhenti tertawa.Huh kali ini aku selamat, nafas lega Faya karena semua siswa berhenti menertawakannya.
"Oke adek-adek, sekarang jam istirahat, setelah waktu istirahat habis, kalian semua boleh pulang, karna masa orientasi ini akan segera berakhir"
Kata salah satu kaka osis yang berdiri didepan kelas Faya."Kekantin yuk...laper nih" ajak Dina sambil menarik tangan Faya menuju keluar kelas. Mereka berjalan menuju kantin, sambil berbicara tentang hal yang mereka belum tau satu sama lain.
"Duduk dimana nih, kayaknya rame banget". Ujar Faya sambil melihat apakah ada bangku yang belum ditempati. Ternyata ada bangku kosong dekat penjual baso dan mie ayam.
" Kamu pesen apa Faya? Aku mau pesen baso ah, laper nih...." Ucap Dina sambil memegang perutnya yang sedari tadi belum diisi makanan.
"Iyaudah aku samain ajah". Jawab Faya
▪▪▪▪▪
"Udah aku bayar basonya, udah yuk balik ke kelas, mau beres-beres tas dulu" Faya berbicara dengan Dina sambil berjalan keluar kantin dan kembali menuju kelas MIA 1.
"Eh tar dulu, aku kebelet nih, mau ke toilet dulu ya, kamu duluan ajah ke kelas, ntar aku nyusul...".Dina sambil berlari menuju toilet wanita yang berada tepat disebelah kantin.
Karna masih penasaran dengan sekolahnya itu, Faya memberanikan diri menelusuri sekolahnya itu seorang diri.
Sekolah yang banyak ditumbuhi tanaman hijau ini, membuat sejuk saat mata memandang. Faya duduk dibangku tepat dibawah pohon yang cukup rimbun, ia melihat tim basket yang sedang berlatih. Saat seorang lelaki memasukkan bola basket ke ringnya, semua wanita memberikan teriakan yang begitu keras.
Aku penasaran, siapa si dia? Kenapa cewe pada teriak-teriak? , tanya faya dalam hati penasaran.
Faya terus memperhatikan cowo itu , ia ingin melihat wajahnya. Faya sampai tidak kedipkan matanya, tiba-tiba....
BHUKK...
Bola basket mengenai tepat di wajah Faya. Faya menutup wajahnya sambil menahan sakit, ia berusaha agar tidak terlihat oleh siswa lain.
"Maaf ya, kamu gak kenapa-napa kan?" Tanya seorang pria yang ternyata sudah di depan Faya.
Tunggu, aku kenal suara ini, inikan kak.....
Saat Faya membuka tangan yang sedari tadi menutupi wajahnya. Sambil membuka mata, ia kaget bahwa lelaki itu adalah kak Rino, begitu juga kak Rino. Dia tidak menyangka kalau dia akan berurusan dengan orang yang sama.
"KAMU...?" Faya dan Rino serentak.
"Kenapa si kamu itu selalu ajah bikin masalah....oh jangan-jangan....kamu sengaja ya lemparin bola ke wajahku....udah jujur ajah" Tanya Faya dengan polosnya.
Kak Rino hanya tertawa
"Emangnya ada yang lucu?" Tanya Faya heran dengan salah satu makhluk yang ada didepannya itu.
"Hahaha....Kamu itu aneh ya, jelas-jelas kamu yang ngeliatin aku sampe ga ngedip gitu, atau jangan-jangan
... kamu suka ya?" Kak Rino sambil membereskan rambut dan mengelap wajah tampannya itu.Wajah Faya memerah, tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Faya, ia pun lari dari bangku itu.
Cowo macam apa si dia, bukannya minta maaf malah ngomong yang bukan-bukan, Faya berjalan sambil memasang wajah kesalnya.
"Kringggg....kringgg.....". Tiba-tiba bel pulang berbunyi.
Faya kaget karna ini sudah waktunya pulang, ia berlari dengan cepat menuju kelasnya yang berjalan cukup jauh. Tanpa melihat disekitarnya, Faya panik karna semua siswa sudah meninggalkan kelasnya. Alhasil, ia menabrak seseorang yang sedang berjalan.
BRUKK....
Faya menabrak seorang pria yang sedang membawa buku, semua bukunya jatuh berserakan dilantai.
"Maaf ya, tadi aku ga sengaja, sini biar aku bantu" Faya langsung membantu membereskan buku yang berjatuhan dilantai.
Semua buku yang jatuh itu ternyata buku tentang agama, kisah nabi, tajwid, kisah sahabat nabi, dan masih banyak lagi.
" Ini buku yang terakhir, buku tentang Asmaul Husna, sekali lagi, aku minta maaf ya" Faya berkata sambil Memberikan buku itu.
"Iyaa, lain kali hati-hati ya, saya permisi dulu, Assalamualaikum" jawab pria itu dengan sopan dan wajah datarnya ,lalu pergi dari Faya.
Pria itu terus saja menundukan pandangannya, ia tidak berani menatap Faya. Alhasil, wajah pria tidak terlihat jelas oleh Faya.
"Waalaikumussalam" Faya menjawab salam pria itu.
Siapa si...bikin penasaran ajah, ucap Faya sambil berlari menuju kelas MIA 1 untuk mengambil tasnya.
▪▪▪▪▪
"Bang kiri ya!" Teriak Faya kepada sang supir angkot, sambil memberikan uangnya.
"Hati- hati ya neng pendek" Balasan sang kenek angkot yang sudah berlangganan dengan Faya.
"Dasar abang cungkring" balas Faya dengan panggilan akrabnya.
Saat berjalan, langit sudah senja. Perpaduan warna yang sangat indah, burung-burung terbang menuju arah pulang, Faya berjalan dengan menyeret sepatunya dengan aspal sambil menundukan kepalanya.
Sial banget si hari ini....huh, lelah serta kesal yang sedang dirasakan Faya sekarang.
Jalan menuju kerumah Faya memang kurang bagus, ada beberapa jalan yang berlubang, yang selalu digenangi air. Mobil sedan melaju dengan kencang, tiba-tiba.....
Byuurrrr...
Air yang bercampur lumpur itu, kini sudah berada di seragam serta wajah Faya.
Mobil sialan..., kini kekesalan faya lengkap sudah. Dia segera pulang untuk mencuci pakaiannya yang kotor itu.
▪▪▪▪▪
"Assalamualaikum umi....aku pulang"
Sambil melepas sepatu dan membuka pintu rumahnya.
Segitu dulu deh, jangan lupa divote ya, saran kalian sangat membantu.
Salam hangat
Dhea

KAMU SEDANG MEMBACA
Ketua rohisku Pria idamanku
Romancewanita bernama Faya, siswa yang baru saja menginjak Sekolah Menengah Atas ini mengalami masa yang begitu indah di sekolahnya, masa orientasi siswa yang membuatnya jatuh cinta kepada kaka seniornya yang ternyata adalah ketua rohis... Hanif, ketua roh...