Kau tertawa yeollie? Sudah lama sejak terakhir kali kau tertawa karnaku. Terima kasih. Aku sangat merindukannya.
......
Saat perjalanan menuju rumah chanyeol, dari kejauhan tampak seorang wanita berdiri bersandar di gerbang rumah chanyeol dengan penampilan kacau, tak butuh waktu lama chanyeol berlari menghampiri wanita itu. Baekhyun ikut menghampirinya tapi baekhyun seakan lupa siapa wanita itu, baekhyun masih berfikir sampai akhirnya chanyeol menyebutkan namanya.
"Luhan, apa yang kau lakukan disini?" Luhan menoleh, dengan tatapan yg tidak dapat diartikan.
"Ah ternyata kau pergi dengan baekhyun? Aku menunggumu sedari tadi hehe"
"Lu.."
"Tak apa chan, maaf tak memberimu kabar sama sekali hari ini, aku mengalami sedikit kesulitan" luhan tersenyum. Chanyeol mendadak merasa bersalah telah bersenang-senang ketika luhan merasa kesulitan.
"Lu? Waeyo?" Luhan menangis, Chanyeol pun dengan cepat langsung memeluknya, membelai lembut rambut luhan, tanpa menghiraukan baekhyun sedang berdiri dibelakangnya. Luhan melepaskan pelukan chanyeol.
"Baek?" Luhan menatap baekhyun masih dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Baekhyun hanya diam menatap luhan.
"Wae? Apa kau begitu membenciku?"
Baekhyun masih diam."Kau membayar orang untuk menculikku baek?" Air mata luhan mengalir semakin deras, Chanyeol tentu sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu.
"Lu? Kau yakin baekhyun yang melakukannya?" Tanya chanyeol.
"Chan kau tak mempercayaiku?"
"Tidak, bukan seperti itu, tapi sepertinya baekhyun tidak akan melakukannya" luhan kecewa chanyeol meragukannya, luhan tertawa remeh.
"Kau tau chan? Dia menemuiku setelah lari pagi kita kemarin, aku tak mengerti kenapa baekhyun berdiri di depan rumahku saat aku pulang, lalu baekhyun mendekatiku, menatapku seolah aku adalah seseorang yang jahat, kemudian dia mengatakan bahwa aku harus menjauhimu, malam harinya ketika aku keluar dari rumahku tiba-tiba beberapa orang menarikku masuk kedalam mobil dan membawaku ke sebuah rumah kosong hiks, aku dikurung disana, salah satu dari mereka menyebutkan nama baekhyun hiks, untung saja aku dapat melarikan diri ketika mereka sedang tidur tadi. Aku sangat takut hiks " demi apapun baekhyun tak mengerti situasi saat ini.
"Yeollie, aku memang menemuinya kemarin tetapi aku hanya mengatakan-"
"Bisakah kau pergi baek? Aku muak denganmu"
"Yeollie tap-"
"Kumohon baek, aku banyak mengalami kesulitan karnamu, pergilah.... kumohon"
Tanpa berpikir panjang baekhyun pergi meninggalkan chanyeol dan luhan, setelah berjalan cukup lama baekhyun berhenti pada sebuah perempatan, baekhyun mendadak bingung, mengapa dia seperti melewati perempatan ini terus menerus. Rupanya baekhyun sedikit demi sedikit mulai kehilangan ingatannya. Mulai dari nama kekasih chanyeol, luhan. Bahkan sekarang jalan menuju rumahnya. Baekhyun membuka tas kecilnya, mengambil handphone lalu menghubungi yoona.
"Eomma, aku melupakan jalan kerumah"
......
Baekhyun duduk di sebuah halte menunggu yoona menjemputnya, baekhyun mengeluarkan beberapa buah kertas dan menatapnya dengan bingung.
Selang beberapa menit mobil mewah berwarna hitam berhenti didepan sebuah halte yang baekhyun tempati saat ini, baekhyun tau itu adalah yoona, baekhyun memasukkan kertas-kertas itu kedalam tasnya dan masuk kedalam mobil, yoona memeluk anak semata wayangnya itu, membiarkannya menangis di pelukannya.
"Hei putri kecil ku yang cantik, tak apa.."
"Eomma"
"Hmm??" Yoona menatap manik mata baekhyun
"Aku harap, dikehidupanku berikutnya, aku akan hidup bahagia bersamanya eomma" yoona tersenyum, kemudian memeluk baekhyun lagi, dibalik pelukan itu, yoona menangis mendengar ucapan baekhyun. Hatinya terasa nyeri mengingat gadis kecilnya harus pergi suatu hari nanti meninggalkannya.
"Eomma kenapa menangis?" Baekhyun melepaskan pelukan yoona, menghapus air matanya.
"Baekkie -a... mianhe, jika sampai detik ini eomma dan appa- mu tidak membuatmu bahagia"
Baekhyun tersenyum, kemudian meraih tangan yoona
"Eomma, terlahir di keluarga ini, tumbuh dewasa dengan eomma dan appa berada disamping baekkie adalah sebuah keberuntungan, baekkie sangat bahagia memiliki kalian. Jika dikehidupan berikutnya baekkie dilahirkan kembali di dalam keluarga ini, tentu baekkie akan sangat bahagia." Tangisan yoona semakin menjadi. Baekhyun tersenyum, memeluknya erat.
"eomma, lihatlah... baekkie sudah punya rambut panjang yang indah seperti milik eomma sekarang"
Flashback
"Eomma"
"...."
"Eommaaaa" merasa diabaikan baekhyun kecil menghampiri yoona dengan mempoutkan bibirnya.
"Wae putri eomma yang manis??" Yoona menoel dagu baekhyun yang dibalas dengan tatapan kesal dari baekhyun.
"Wah lihatlah cantiknyaaaa hahaha"
"Eommaaa" rengek baekhyun.
"Wae baekkie?"
"Eomma, kenapa eomma selalu memotong rambutku? Aku ingin mempunyai rambut panjang seperti eomma"
Yoona tertawa
"Baekkie, putri eomma yang cantik, karna sekarang baekkie masih kecil memiliki rambut terlalu panjang akan mengganggumu sayang, kalau baekkie sudah besar nanti pasti baekkie punya rambut yang cantik seperti eomma""Benarkah eomma??"
"Tentu saja, baekkie akan menjadi gadis yang cantik melebihi eomma"
Flashback end
......
Pagi ini baekhyun pergi menemui chanyeol, seperti biasa menekan bell rumahnya, dan tersenyum ketika pintu terbuka.
"Baek-"
"Hai yeollie, aku tau aku banyak membuatmu kesulitan mianhe, tapi bisakah kau menemaniku berlibur pekan ini? Tak lama, mungkin 5 hari. Aku berjanji tidak akan mengganggumu setelahnya, bagaimana??"
"5 hari? Kau gila baek? Aku tak bisa, Pergilah sendiri."
"Yeollie... kumohon, 4 hari?"
"...."
"3 hari?"
Chanyeol menghembuskan nafas kasar, sebelum akhirnya menyetujui penawaran baekhyun.
TBC
Huhu mian minggu kemaren gak up, karna banyak latihan :'((
Kurang panjang ya? Ehe. Tenank 😅 buat minggu ini aku up 2 chapter deh, aku up besok/lusa yaa. Maaf banget bikin kalian nunggu lama :'(( makasiiiJangan lupa vote & comment ya 💙💚💛💜❤

KAMU SEDANG MEMBACA
STARLIGHT (ChanBaek GS)
Fanfiction"Bintang tak pernah menghilang, walaupun tak pernah melihatnya disiang hari, mereka hanya menghilang untuk sesaat karena mereka tahu matahari akan menyinari dunia lebih terang"-byunkau baekhyun "Bisa kah kau pergi?, aku muak denganmu baek!" -Park Ch...