Puzzle

13.7K 1.3K 359
                                        


Kehidupan menjadi berbeda sejak tubuh Jungkook resmi dikremasi dan menjadi penghuni pemakaman yang dingin. 

Tidak ada tawa yang menggema di rumah besar keluarga Jeon. 

Bibi Lee dan Paman Lee memilih berhenti bekerja dan hidup bersama dengan putranya, hidup sembari mengenang kisah Jungkook dalam sebuah tulisan, dalam setiap kalimat yang terlontar diantara percakapan mereka. 

Namjoon tersenyum saat meihat kepala sekolah yang ambisius dan egois kini menjadi sosok panutan yang dikagumi semua orang. 

Mingyu berhasil membawa timnya menuju kemenangan-kemenangan berikutnya, ban kapten milik Jungkook tersimpan dan terpakai rapi, hal yang akan membuat Mingyu selalu mengingat Jungkook. 

Kisah tentang Jungkook juga abadi di bangunan sekolah itu. 

Kebaikan-kebaikan remeh dan kecil itu mendadak terbuka setelah kepergian Jungkook, kebaikan yang membuat kisah tentang Jungkook semakin indah terangkai. 

Kisah indah, bahwa pernah ada sosok Jeon Jungkook yang memiliki hati baik dan memiliki kehidupan sempurna. Kisah yang akan terus menggema di setiap generasi dan angkatan. 

Dokter Park masih dengan seragam putih kebanggaannya, mencoba menjahit kembali luka kehilangan yang terbuka, dengan semua kisah sedih di emergency hari itu. 

Junghyun melepas gelar dokternya, meninggalkan ruang kerjanya dan membantu Sanghyun yang semakin hari semakin gila kerja. 

Jinna juga semakin giat bekerja, lantas pulang dan memilih mampir ke kamar Jungkook sembari menatap senyum manis di bibir Jungkook yang tengah memegang medalinya. 

Jinna akan duduk di tepi ranjang dan memandangi wajah putra bungsunya dengan senyuman sedihnya. 

Taehyung kehilangan semuanya, kehilangan kasih sayang, cinta dan perhatian. 

Semua orang sibuk dengan penyesalan dan kesedihannya, lantas kini yang menjadi pekerjaan Taehyung adalah memaki di depan potret bahagi adiknya di depan guci abu Jungkook. 

Berteriak, lantas menangis dan menyesali semua keegoisannya, andai dia tidak egois, andai egois tidak keluar sebagai pemenang dalam hatinya.




Kisah itu berakhir dengan indah bagi Jungkook. Meskipun bagi sebagian yang lain terasa menyakitkan. Sulit menerima penyesalan dan kehilangan sekaligus dalam kehidupan. 

Namun, setiap kehidupan selalu menemui akhirnya, kembali kepada hakikat manusia untuk mati dan menemui Tuhannya. 

Terpuruk dan berlama-lama dalam penyesalan tidak akan membuat semuanya menjadi lebih baik, karena bahkan Jungkook tidak tahu kalau keluarganya akan sehancur itu saat dia memutuskan untuk pergi bersama Jimin. 

Kehidupan baru harus segera dimulai, karena tidak ada orang yang menemui kematiannya menginginkan keluarganya menemui kepedihan begitu lama. 

Sehingga, saat tahun berganti, semuanya mulai berubah. 

Meskipun kisah tentang Jungkook masih menggema, semua kehidupan berangsur membaik dan pada akhirnya, semua orang akan datang ke tempat yang sama tanpa air mata. 


Kau boleh jatuh dan menyesal, namun jangan terlalu tenggelam dan membuat jalan keluar menjadi sulit, itu hanya lubang kecil yang membuatnya besar adalah ketidakrelaan di hati untuk menerima semuanya. 

Kau boleh berambisi dan memiliki mimpi, namun kehidupan tidak berpusat hanya pada dirimu, melainkan ada orang lain yang juga hidup bersama denganmu dan memiliki hak yang sama denganmu. 

Kau boleh bersikap egois karena ketakutanmu, namun ingatlah bahwa pikiranmu sendiri yang membawa dalam prasangka-prasangka burukmu, semuanya akan baik-baik saja saat kau berusaha menerima dan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

Kau boleh menuntut orang lain menjadi sempurna, namun jangan lupa bahwa sempurna hanyalah penilaian dan tidak semua penilaian itu benar, karena penilaian itu relatif untuk setiap orang. 

Kau boleh tertindas dan tersakiti, namun ingatlah bahwa ada cinta yang lebih besar dari semua rasa sakit yang kau terima, rasa cinta yang akan menyembuhkanmu dari rasa sakit itu, rasa cinta dari Tuhanmu.

Ini tentang kesempurnaan yang hanyalah sebuah penilaian, ini tentang kesempurnaan yang ingin membuktikan, bahwa apa yang dilihat belumlah tentu benar. Ini tentang kesempurnaan yang mungkin kita lihat dari orang lain, namun percayalah semua orang memiliki kekurangannya masing-masing. Semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, mereka yang dinilai sempurna bukanlah sosok sempurna sama halnya dengan yang menilai seseorang itu sempurna. Karena sempurna hanyalah sebuah penilaian.

Kuningan, H 17 Caturtunggal Depok Sleman,Yogyakarta.

14.46 WIB

_FIN_

Perfect -The Series- [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang