"Kata Daniel, lo secret admirer gue. Bener?"
Sani mengerjapkan kedua matanya, jantungnya berdetak lebih cepat dari detakan normal. Ia bingung harus menjawab apa, kedua tangannya saling menggenggam dengan kuat menandakan bahwa dirinya saat ini sedang gugup.
"Nggak apa-apa, jujur aja," kata Aji kembali bersuara.
Sani mendongakkan wajahnya, kemudian menjawab, "I-iya."
Hanya itu yang mampu keluar dari bibir mungil Sani. Sani kembali menundukkan wajahnya, tak berani melihat bagaimana reaksi Aji.
Tanpa Sani lihat dan tanpa Sani tahu, Aji tersenyum senang mendengarnya.
"Gue boleh minta nomor hp lo?"
Pertanyaan Aji sukses membuat Sani mendongakkan wajahnya dengan spontan. Bibirnya sedikit terbuka karena terkejut dengan apa yang diucapkan Aji.
"B-buat ... apa?" Sani bertanya gugup sekaligus penasaran.
"Buat mengenal lebih dalam di antara kita," jawab Aji diikuti dengan senyuman manisnya.
"Ma-maksudnya?"
Kedua tangan Aji bergerak menyentuh kedua pundak Sani. Sani tersentak dengan perlakuan Aji yang tiba-tiba.
"Ayo, kita saling mengenal satu sama lain. Mungkin, lo udah tahu sedikit tentang gue, tapi gue belum tahu semua tentang lo."
"Jadi?"
"Makasih ya, Sani," ucap Aji. Kedua sudut bibirnya masih setia melengkung ke atas.
"Makasih untuk apa?" tanya Sani bingung.
"Makasih udah memberikan hati lo buat gue," jawab Aji.
Hati Sani berdesir hangat mendengarnya. Ia tersenyum pada Aji.
"Iya, sama-sama," balas Sani.
"Mulai detik ini, gue akan memberikan hati gue untuk lo," ujar Aji dengan ekspresinya yang serius.
"Oh, ralat. Hanya untuk lo seorang, Sania Angkara Putri."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembaran Tulisan Sani [COMPLETED]
Cerita PendekIni seperti diary, tapi kutulis di beberapa lembaran kertas dan aku clip jadi satu agar terlihat rapi.
![Lembaran Tulisan Sani [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/157413629-64-k265453.jpg)