Tahun 2010.
Saya sudah kuliah di salah satu universitas swasta di Kota Bandung. Sebetulnya ketika lulus SMA saya punya rencana untuk kuliah di kota Garut. Niatnya sih supaya deketan sama paman XD . tapi mama tidak setuju, beliau bersikeras bahwa universitas di Bandung jauh lebih baik.
Sudah hampir 7 tahun sejak paman memergoki saya sedang menggerayangi tubuhnya. :D saat itu saya panik luar biasa dan langsung pura pura tidur, untungnya saat itu paman tidak menegur lebih lanjut. Hanya menyingkirkan tangan saya dari tubuhnya dan melanjutkan tidur. Saat itu malu sekali rasanya, takut jika paman menceritakannya kepada orang tua saya.
Tapi sepertinya paman tidak membahas lebih lanjut masalah itu, karna esoknya paman bersikap biasa seolah tidak terjadi apa apa semalam.
Banyak hal terjadi dalam 7 Tahun ini. Nenek meninggal dunia. Mama mengambil inisiatif untuk membawa kakek ke bandung, agar lebih dapat merawat dan memperhatikan kakek. Juga agar kakek istirahat, karna jika kakek tetap di garut, pasti kakek selalu diributkan dengan masalah toko.
Untuk sementara toko kakek dipegang alih oleh paman. Toko berkembang pesat dan paman berhasil membuka 3 cabang baru di beberapa pasar di kota garut. karna kesibukan paman, paman jarang berkunjung ke Bandung. Bahkan di Hari Raya pun paman hanya bersilaturahmi di hari H ke kota bandung tanpa menginap.
Saya pun sudah tidak pernah berkunjung ke Garut lagi. Karna sudah tidak ada alasan lagi, toh kakek ada di Kota Bandung, bibi-bibi pun rajin berkunjung tiap bulan ke Bandung untuk menjennguk kakek.
Tidak mungkin kan kalau aku bilang "Rindu paman" ke Ibu,
Padahal jujur aku sangat Rindu kepada paman. Semakin dewasa paman semakin tampan, wajahnya tidak terlalu terawat karna pada dasarnya paman bukan cowok yang ribet soal perawatan, namun karna dasarnya kulit paman yang putih, jerawat yang muncul malah menambah manis dan kesan macho di wajah paman XD. Tubuh paman juga semakin bagus, terbentuk alami karna kegiatan di pasar.
Paman selalu menjadi objek fantasi saya melewati masa remaja. Memang ada beberapa pria di universitas yang mendekati saya dan memberikan signal signal bahwa mereka tertarik kepada saya, namun paman tetap menjadi juara di hati saya, tidak ada wajah setampan paman saya, tidak ada tubuh seseksi paman saya. Begitu hatiku selalu berucap, walaupun saya yakin banyak orang yang tidak setuju dengan pendapat saya, :D
Namun 1 tahun terakhir ini banyak desas desus kabar tidak enak tentang paman, bibi banyak cerita kepada Ibu, bahwa belakangan paman banyak bergaul dengan orang yang salah, sudah mengenal minuman keras, bahkan sampai mabuk, tidak sering paman pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Tentunya kisah tentang paman Ibu Rahasiakan kepada kakek, karna takut menjadi beban fikiran untuk kakek.
Ibu pun beberapa kali mencoba menegur dan menasehati paman, namun sepertinya paman sedang terlalu asik bergaul dengan dunia barunya.
Yang menjadi perhatian bagi keluarga pun adalah toko kakek, karna kabarnya paman mulai jarang ke toko dan mempercayakan operasionalnya ke pegawai-pegawainya. Keuangan toko mulai terganggu, sehingga membuat keluarga khawatir, bukan mengenai materi. Bagaimana pun toko tersebut memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga kami, karna itu adalah hasil perjuangan kakek dan nenek.
Karna keuangan toko yang sudah sangat terganggu dan tidak sehat, Bibi-Bibi memintaku untuk membantu di garut, mengaudit toko. Karna bibi curiga ada karyawan yang tidak jujur. Kebetulan saya kuliah di bidang Ilmu Ekonomi. Ibu mendukung saran bibi dan memintaku untuk tinggal di garut selama masa liburan semester hitung-hitung pengalaman kerja Ibu bilang. Ibu pun sudah bicara kepada paman, dan paman tidak keberatan karna tugasnya menjadi lebih ringan,
Jujur aku sangat bahagia sekali bagaimana pun ini kesempatan untuk selalu berdekatan dengan paman, Pria yang selalu membayangi fikiranku. Fikiran-fikiran nakal pun mulai berkelibatan di bayanganku. Semoga akan terjadi hal-hal yang selama ini selalu terjadi di dalam fantasiku antara aku dan paman,
Hingga Akhirnya tibalah hari tersebut dimana aku akan tinggal di Garut selama 3 Bulan kedepan,
Pertama sampai di Garut Bibi menyambut kedatangan saya, untuk tempat istirahat, saya minta disiapkan 1 kamar bersama paman, dengan alasan karna kamar paman luas, sedang kamar tamu terlalu kecil untuk saya, paman pun tidak keberatan, padahal alasan sebenarnya tentu agar selalu berdekatan dengan paman,
Bibi banyak bercerita tentang keadaan di garut saat ini ;
" Paman dimana bi" tanyaku ke pada bibi,
" Paman masih tidur di, dia pulang subuh tadi, Mabuk-Mabukan lagi sama temen-temennya yang ga jelas itu, khawatir bibi sama pamanmu Dion,"
" Jangan jadi fikiran bi, Semoga paman berubah Insya Allah Dion bantu" hiburku kepada bibi.
" Iya Dion, bibi tau dasarnya paman anak baik, dia lagi salah jalan, semoga cepet sadar dia' ujar bibi sambil membuang nafas panjang,
" Aku ke kamar dulu ya bi" pamit ku kepada bibi.
Aku langsung menuju kamar paman, karna tidak mau mengganggu tidur paman,pelan-pelan aku membuka pintu kamar paman,
Aku tertegun ketika pintu kamar terbuka, jantungku berdebar hebat serta perasaanku yang tiba-tiba seperti panas dingin, bagimana tidak, di depanku aku melihat paman tidur terlentang dengan hanya memakai celana boxer, tubuhnya tinggi tegap, dengan otot terukir jelas di badannya.
Dengan perlahan aku mendekati paman, dan duduk di ranjang paman, memandangi tubuh paman yang selama ini menjadi fantasiku. Dada paman naik turun seiring dengan hembusan nafasnya, putingnya yang coklat kehitamhitamanan sangat menggoda nafsuku. Dengan ragu dan tangan bergetar, aku mencoba untuk meletakan tanganku di dada paman, begitu jari tanganku bersentuhan dengan kulit dada paman, hangat menjalar melalui kulit tangannku. Jantungku berdetak hebat, nikmat rasanya, aku mencoba untuk membelai dada paman, namun sepetinya gerakan tanganku menggangu tidur paman, paman langsung nmenggeliat dan terbangun, aku langsung merakit tangaku dari tubuh paman,
" Dion, kapan datang" paman sedikit terkejut melihatku.
" Baru saja paman, paman tidur pulas sekali" jawabku sambil berusaha menormalkan jantungku yang berdebar kencang.
" Iya paman baru pulang tadi subuh, hoah, sudah siang, ayo kita siap siap ke toko. Dion mau mulai hari ini kan? Atau mau istirahat dulu?" tanya paman sambil menguap. Tubuhnya sangat seksi ketika dia menggeliat ingin rasanya aku langsung loncat memeluk paman,
" Ayo paman langsung saja ke toko, Dion sudah siap" sambil tersenyum aku mengajak paman,
Aku sudah punya mimpi, malam ini aku harus bisa menikmati tubuh paman. Harapku dalam hati..
******
Terima kasih yang sudah menyempatkan untuk membaca karya pertama saya. masih jauh dari sempurna :D
untuk tahun 2010 ini saya bagi ke 2 bagian, semoga bagian selanjutnya dapat saya publish beberapa hari kedepan.
untuk pembaca silahkan tinggakan jejak, komen anda sangat membantu semangat penulis untuk melanjutkan cerita,
karna saya masih ragu, apa ada yang menunggu karya saya terbit. :D
Sekali lagi terima kasih

YOU ARE READING
With Uncle
RomanceSaya menyadari.. Saya berbeda dari kecil.. Tapi ketika orang bertanya, "Why?" saya pun tak bisa menjawabnya.. Mungkin dengan menceritakan kisah saya.. Kalian dapat menyimpulkan sendiri.. :) Karya pertama saya di wattpad.. Kritik dan saran membangun...