"Jadi, mantan lo gimana? Masih ngehubungin lo terus?" Tanya Lucas saat Mark sedang mengganti pakaian berkeringatnya dengan baju ganti yang ia bawa. Ia sedang malas untuk mandi di studio.
"Untungnya udah enggak sih. Keliatannya dia juga makin sibuk. Ya baguslah, dia gak larut sedih-sedih." Jawab Mark santai sambil mengambil tasnya keluar dari loker. Kalau tidak harus pulang untuk mengerjakan tugas, mungkin Mark masih akan mengikuti studio dance satu lagi bersama Lucas.
"Yaudah, lo juga capek mulu kan waktu masih sama dia. Sekarang? Lo keliatan jauh lebih seger." Respon Lucas sambil menepuk bahu temannya itu dengan ringan. Mark mengangguk setuju. Nyatanya meski ia sekarang sendirian, ia masih tetap bahagia dan tidak pernah merasa sepi karena merasa tidak ada beban untuk menghubungi kekasih. Ia juga bisa menggunakan waktu luangnya untuk melakukan hobi lain.
Setelah berpisah di sebuah lorong, Mark pun berjalan keluar dari gedung klub dancenya dan segera berjalan menuju apartemennya. Ia tinggal sendirian di Seoul. Sebenarnya hanya bermodal nekat dan (sedikit) keinginan yang kuat. Tapi ia ternyata betah dan kedua orangtuanya melepas Mark agar lelaki itu bisa lebih bertanggung jawab mulai dari sekarang.
Berjalan sambil memasukkan kedua tangannya di kedua kantung yang berada di sisi celananya bak seorang aktor terkenal, Mark memasuki lobi apartemennya sambil tersenyum kepada tetangga yang ia temui. Apartemen yang ia tinggali bukanlah yang mewah, karena dikhususkan bagi siswa. Jadi tak heran Mark banyak memiliki teman juga di lingkungan tempat tinggalnya.
"Mark!" Sebuah suara familiar pun menyapa. Mendengar namanya dipanggil, Mark pun menoleh ke arah sumber suara itu. Ia otomatis tersenyum saat melihat sosok itu tersenyum dengan manis ke arahnya. "Mina!" Sapa Mark sambil melambaikan tangannya.
"Loh, kamu ngapain disini?" Mina menghampiri Mark dengan sebuah larian kecil. "Aku mau pulang.." Jawab Mark singkat sambil tersenyum.
Mina membelalakkan kedua matanya, kaget. "HEEEE?! Kamu tinggal disini?!" Tanya Mina, masih dengan aksen Jejunya yang kental. Mark mengangguk dan tersenyum melihat ekspresi Mina saat itu. Gadis ini terlihat menggemaskan dengan aksennya yang berbeda dan rasa ingin tahunya yang tinggi.
"Kok aku gak tau yaa? Kamu baru pindah kesini ya?" Mina kembali menyerang dengan pertanyaan-pertanyaan. Mark menggelengkan kepalanya karena memang ia tinggal di apartemen ini sudah kurang lebih satu tahun. Namun masalah masuk ke klub dance, ia memang baru masuk selama satu bulan.
"Kamu sih mainnya di kamar terus Min. Jadi gak tau kan aku tinggal disini." Cetus Mark dengan sebuah senyuman jenaka. Mina membelalakkan kedua matanya lagi, terlihat kaget dengan omongan Mark. "Kok bisa tau sih aku mainnya di kamar terus!? Kamu suka ngikutin aku ya? Hih~"
Mark tertawa pelan. Gadis ini sepertinya sangat polos dan jenaka. Mungkin seharusnya ia kembali saja ke Jeju karena Seoul terlalu keras untuk gadis yang terlihat seperti buah orange ini.
"Makanya yuk, kapan-kapan main."
"Boleh tuh main... Nanti ajak aku keliling Seoul ya? Abis aku baru tau tempat-tempat sedikit doang.."
Mendengar jawaban Mina, Mark mengangguk dengan cepat. Tidak menyangka bahwa triknya akan sangat mudah diterima oleh Mina. "Okay, deh. Nanti aku chat kamu aja, Min. Masuk di grup klub kan?" Tanya Mark.
"Mhm! Masuk kok, hehe." Mark pun mengeluarkan gawainya dan mengecek grup klub mereka, siapa tau si polos ini belum mengecek dengan seksama.
"Kang Mina, kan? Okay deh. Nanti aku hubungin lagi." Jawab Mark saat menemukan akun kakaotalk milik sang gadis bertubuh kecil itu. Mina pun menganggukan kepalanya dengan semangat.
"Makasih, Mark! Aku mau pergi dulu ya, dadah!" Mina pun kembali tersenyum dengan lebar sambil melambaikan tangannya sebelum berjalan menjauh dari Mark.
Setelah menangkap sosok itu keluar dari pintu lobby apartemennya, Mark pun menggelengkan kepalanya kecil sambil tersenyum saat menaiki lift menuju kamarnya.
ℳℳ
Ternyata memang benar dugaan Mark, gadis bernama Kang Mina ini memang sangat mudah untuk didekati. Sebagai teman, maksudnya.
Gadis ini sangat ramah, antusiasmenya tinggi terhadap banyak hal, dan wawasannya luas. Sangat mudah untuk mencari topik pembicaraan dengan gadis ini karena Mina pasti akan meresponnya dengan baik.
Mereka pun sering mengambil materi dance yang sama di klub. Bukan karena Mark ingin modus, itu adalah salah satu alasan kecil, namun mereka kebetulan memiliki ketertarikan yang sama terhadap genre dance. Berdekatan dengan Mina selama seminggu terakhir berhasil mendistraksi Mark dari kandasnya perjalanan cinta miliknya bersama Arin.
Hari itu, Mina tak kunjung keluar dari kamar apartemennya, padahal Mark sudah berusaha menyocokkan waktu agar keluar bersamaan dengan Mina. Namun aneh, gadis itu belum keluar dari kamar sepertinya.
Baru saja Mark mengunci kamar apartemennya dan berjalan menuju lobby, Mina keluar dari kamarnya. Eh, tunggu. Sepertinya Mina tidak mungkin berpakaian seperti itu untuk berangkat ke klub?
Gadis berambut panjang itu terlihat sangat manis dengan dress berlengan pendek berwarna orange cerah dengan panjang di atas lutut sedikit. Sangat berbeda dengan Mina yang setiap hari Mark lihat dalam seminggu ini. Terlihat lebih manis dan menyegarkan, bagaikan buah jeruk yang baru saja matang.
"Mark!" Sapa gadis itu dengan riang. Senyuman lebar terpatri di wajah mungil itu, terlihat sangat berseri-seri. Mungkin orang tua gadis itu akan menjenguknya di Seoul? Batin Mark.
Mark membalas sapaan itu dengan lambaian dan senyuman. "Mau kemana? Gak ke klub?" Tanya Mark.
"Hehehe, aku mau ketemu Haknyeon oppa! Hari ini dia akan datang ke Seoul, ehe." Jawab Mina, masih dengan senyuman lebar di wajahnya.
Haknyeon oppa? Siapa itu? Seingat Mark, selama mereka berjalan bersama seminggu ini, Mina tidak pernah menyebutkan nama itu. Siapa dia?
"Temanmu dari Jeju? Baiklah, aku akan bilang ke Donghyuk hyung kalo kamu ga dateng." Berusaha menetralkan ekspresi wajahnya, Mark menjawab dengan santai.
"Bukan... Ah, makasih banyak, Mark!" Setelah melemparkan senyum yang menenggelamkan matanya, gadis itu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Ah, aku harus pergi sekarang. Sampai ketemu nanti!" Mina pun melangkah dengan riang, berjalan keluar dari bangunan apartemen.
Kalau bukan teman, lalu Haknyeon oppa itu siapa?
ℳℳ
Cukup lama Mark tidak melihat dan berpapasan dengan Mina. Terakhir adalah hari Jumat, ketika Mina berpakaian dengan manis lalu pergi menemui Haknyeon oppanya itu. Sekarang hari minggu dan biasanya latihan pagi di klub hari itu diakhiri dengan makan siang bersama. Minggu kemarin, Mina tidak melewatkan acara ini.
Oh, mungkin Mina sedang menemani oppanya itu untuk berkeliling Seoul?
Entahlah, Mark tidak mau berpikir panjang dan berlebihan. Gadis itu terlihat riang untuk bertemu dengan sang oppa, berarti ia akan bersenang-senang.
Setelah selesai dengan acara makan siang bersama klub, Mark pun berjalan ke apartemennya. Ia tidak memiliki tugas untuk besok, namun tubuhnya terasa lelah dan sepertinya membutuhkan sedikit istirahat.
Eh, tunggu. Itu siapa yang sedang berdiri di depan kamar apartemennya?
Mark pun segera mendekati sosok itu, figurnya terasa familiar meski wajahnya tertutup tudung hoodie yang kebesaran. Tunggu dulu, ia kenal hoodie itu.
"Mina?"
Sosok itu pun menoleh. Kedua mata cantik yang biasa tersenyum itu terlihat membengkak, seperti habis mengeluarkan banyak air. Kedua pipi dan hidung itu memerah. Kedua tangan tersembunyi di dalam kantung hoodie. Isakan kecil terdengar dari gadis itu.
"Mark.... Hiks."
ℳ TO BE CONTINUED ℳ

KAMU SEDANG MEMBACA
the love around us | mark lee x kang mina
Fanfictionshort stories with the cuties mc duo (nct's mark lee and gugudan's kang mina) as the main cast!