Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

📖 Bagian Tujuh

429 29 1
                                        


Siapakah para pengikut Dajjal ?

Dajjal sudah kita ketahui bersama adalah fitnah terbesar di akhir zaman. Dajjal ini punya pengikut sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits yang shahih yang akan diulas secara sederhana dalam tulisan kali ini.

Pengikut Dajjal adalah dari Yahudi, non Arab dan bangsa Turk. Yang menjadi pengikutnya pula beraneka ragam, ada juga orang Arab dan wanita.

Beberapa riwayat yang membuktikan hal ini.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Yang mengikuti Dajjal adalah orang Yahudi dari Ashbahan/ Isfahan (Iran) dan
jumlahnya ada 70.000 orang dan mereka memakai thilsan (yang menutup pundak dan
badan)"

(HR. Muslim no. 2944).

Di kalangan orang Yahudi, Dajjal dikenal dengan Al Masih bin Dawud

(Lihat Al Yaumul Akhir-Al Qiyamatush Shugro, 244).

Syaikh Salim bin I"ed Al Hilali berkata,

"Mengapa Nabi menyebutkan Yahudi Ashbahan
(Iran) secara khusus?! Jawabnya, karena hubungan yang amat erat antara Yahudi dengan Syi"ah. Sejarah mencatat bahwa kaum Syi"ah sepanjang masa selalu membantu kaum Yahudi untuk menghancurkan kaum muslimin, tidak seperti yang sering digambarkan oleh media-media penyesat sekarang yang menggambarkan bahwa kaum
Syi"ah mengusir Yahudi dan memerdekakan negeri dari Yahudi. Demi Allah, semua itulah politik dan kedustaan".

(Kaset Syarh Ushul Sunnah Ahmad bin Hanbal no. 9)

Dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Dajjal itu keluar dari bumi sebelah barat yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh
kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit". Kata Ibnu Katsir,
"Nampaknya -wallahu a"lam- mereka adalah bangsa Turk yang menjadi penolong Dajjal
nantinya."

(An Nihayah Al Fitan wal Malahim, 1: 117).

Yang menunjukkan pula bahwa pengikut Dajjal adalah orang non Arab, dapat dilihat
dari dua riwayat berikut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk, yaitu
kaum di mana wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit, mereka memakai
(pakaian) yang terbuat dari bulu dan berjalan (dengan sandal) yang terbuat dari bulu"

(HR. Muslim no. 2912).

Dalam riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,

"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal
mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit,
berwajah merah, hidungnya pesek, wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi
kulit"

(HR. Bukhari no. 3587).

Namun pengikut Dajjal juga ada yang berasal dari bangsa Arab karena kebodohan yang
menimpa mereka. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Umamah yang cukup
panjang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Di antara fitnah Dajjal adalah, ia akan berkata pada orang Arab, "Bagaimana
menurutmu jika aku membangkitkan ayah dan ibumu, lalu engkau bersaksi bahwa aku
adalah Rabbmu, apakah engkau mau?" "Iya, mau", jawab orang Arab tersebut. Lalu dua
setan menyerupai bentuk ayah dan ibunya lantas keduanya berkata, "Wahai anakku,
ikutilah dia (yaitu Dajjal), karena dia adalah Rabbmu".

(HR. Ibnu Majah no. 4077. Hadits
ini shahih kata Syaikh Al Albani sebagaimana dalam Shahih Al Jami" no. 7875 ).

Adapun wanita, keadaan mereka lebih parah dari orang Arab yang dikisahkan di atas
karena mereka cepat terpengaruh dan ketidaktahuan yang menimpa mereka.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu 'Umar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,

"Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya
adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya,
putrinya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar
menuju Dajjal".

(HR. Ahmad 2: 67. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini
hasan).

Ditambahkan lagi yang menjadi pengikut Dajjal adalah kelompok Khawarij.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini,

"Akan muncul suatu kelompok yang membaca Al-Qur"an tetapi tidak sampai pada
tenggorokan mereka. Setiap kali muncul, mereka dibasmi habis hingga keluar pada
pasukan besar mereka Dajjal."

(HR. Ibnu Majah 174 dan dihasankan al-Albani dalam Ash-
Shahihah 2455)

Jika kita sudah mengetahui bagaimana dahsyatnya fitnah Dajjal, dan siapa saja yang
menjadi pengikutnya -barangkali kita pun bisa termasuk karena kejahilan dan lemahnya iman maka sudah barang tentu kita harus mengetahui bagaimanakah cara melepaskan diri dari fitnah tersebut.

Wallaahu a'lam

🔜☺

About TauhidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang