بســـم الله الرحمن الرحيم
Jangan lupa ambil hikmah nya🌼***
Zahra merenggangkan otot-otot tubuhnya. Mata Zahra membesar, sejak kapan ia berada disini? Seingatnya dia tertidur di pundak Athalla, dan sekarang ia sudah berada di kasur king size nya.
"Kamu abang yang gendong dek kesini," Athalla membuka pintu kamar Zahra dan menjawab semua kebingungan Zahra.
Zahra menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, "kenapa gak abang bangunin? Adek kan malu udah besar masih di gendong.."
Athalla tertawa, "haha sesekali doang, lebay deh.."
Zahra mengerucutkan bibirnya, "abang?! Adek gak lebay ya.. Abang tu alay."
Athalla terkekeh, "Kamu tu alay." Zahra melempar Athalla dengan bantal.
"Cepat sana mandi, terus shalat ashar. Habis itu turun ke bawah, mama sama papa sepertinya ingin menyampaikan sesuatu yang penting." sambung Athalla dengan nada serius.
"Ah abang jangan terlalu serius deh, nanti tersakiti, haha."
Dan bantal yang berada di tangan Athalla kembali melayang ke muka Zahra membuat suara Zahra menggelegar di setiap ruangan rumahnya.
🌼🌼🌼
Ahqaf memegang tangan Akilla yang mulai terkejut dengan penuturan abinya yang mengatakan bahwa ia akan dijodohkan.
"Tapi abi, Akilla masih kecil. Kenapa gak bang Ahqaf aja sih bi yang udah tua??" protes Akilla.
Ahqaf menyahut, "abang gak mau ah bi, abang masih nyari yang pas.."
"sudah, keputusan abi sudah final. Kita tunggu saja kedatangan mereka nanti malam," putus Ilyas, abi Ahqaf dan Akilla.
Akilla hanya mengangguk lesu dan di antar ke kamar oleh Dina, Uminya. Setelah Akilla masuk ke kamar, Ilyas menepuk pundak Ahqaf.
"Abang kapan? Apa perlu abi cariin?"
Ahqaf menggelengkan kepalanya, "Ahqaf masih kuliah bi, Ahqaf masih mau nambah ilmu.."
"Tapi kamu diduluin adekmu."
"Gak masalah abi.."
"Kamu gak suka cewe bang? Muka abang itu datar-datar aja lihat cewe.." Ilyas menatap putranya.
"Astaghfirullah abi, suka kok. Ahqaf suka sama Za-- eh?"
Ilyas tertawa, "nah ketauan kan? Suka sama siapa kamu bang? Za? Zainab? Zamira? Atau.. Zahra?"
Dina yang baru saja datang dari kamar Akilla menyahut, "Zahra itu abi, umi lihat di rumah sakit tadi bang Ahqaf nge liatin Zahra mulu, habis itu umi tegur. Yakan bang Ahqaf?"
Ahqaf gelagapan, "gak kok abi.. Ahqaf tadi ngeliat jam yang di belakang Zahra umi.. Iya jam."
Dina menggelengkan kepalanya, "jam itu perasaan umi di atas dekat umi deh bang,"
Ahqaf terdiam.
Ilyas kembali tertawa, "jadi kapan kamu mau abi temani untuk nge khitbah Zahra?"
Ahqaf menggeleng pelan, "abi ah, abang mau sukses dulu.."
"Jadi kalau udah sukses baru nge khitbah Zahra?"
Skakmat! Ahqaf kehabisan kata-kata untuk menjawab.
🌼🌼🌼
Zahra duduk di samping Raisa yang sedang berbincang ringan dengan Daud. Saat Athalla tiba, Daud memperlihatkan raut wajah yang serius.

KAMU SEDANG MEMBACA
Takes You To Jannah [HIATUS]
SpiritualJUDUL AWAL: "KUTIKUNG NAMAMU DI SEPERTIGA MALAMKU" بســــم الله الرحمن الرحيم Ujian hidup adalah hal yang harus dilalui oleh setiap makhlukNya. Allah swt memberi ujian hidup, karena Dia ingin mengetahui seberapa sabar dan kuat makhlukNya dalam mengh...