بســـم الله الرحمن الرحيم
Jangan lupa ambil hikmah nya🌼
***
Sahabat itu yang selalu ada di samping kita baik dalam keadaan suka maupun duka. Bukan yang hanya datang saat suka lalu pergi meninggalkan di saat duka.
[Takes You To Jannah]🌼🌼
Ahqaf membantu uminya menyiapkan beberapa makanan bersama dengan abinya pula untuk menyambut calon suami adiknya malam ini. Ahqaf sudah tau siapa calon suami Akilla, begitupun Akilla yang baru tau karena hasil rengekannya pada abinya agar diberi tau. Akilla bersorak riang mendengar nama calon suaminya, Ahqaf terkekeh pelan jika mengingatnya.
"Bang? Kenapa ketawa sendiri?" tanya Ilyas.
"Eh enggak kok abi, keingat adek aja tadi. Hehe" Ahqaf mempelihatkan sederet giginya.
Dina hanya tersenyum lalu berjalan ke arah pintu karena samar-samar terdengar orang memberi salam. Ahqaf tiba-tiba merasa gugup. Yang dikhitbah kan Akilla, kok aku yang gugup ya? Batinnya.
Ilyas melihat ke arah putranya lalu tertawa, "kok abang gugup? Kan adek yang dikhitbah bang? Atau abang gugup ketemu Zahra ya?"
Ahqaf menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "enggak ah abi.."
Ilyas kembali tertawa melihat raut wajah Ahqaf lalu menyusul istrinya yang sedang menyambut tamu. Sedangkan Ahqaf masih larut dengan pikirannya, apa iya ia gugup karena bertemu dengan Zahra? Ahqaf mengusap kasar wajahnya seraya beristighfar.
Astaghfirullahal 'adzim, astaghfirullahal 'adzim ya Allah..
🌼🌼🌼
Zahra bergegas turun, dan Zahra melihat keluarganya sudah menunggunya.
"Lama banget dek," cibir Athalla.
Daud tertawa, "mungkin cewek memang udah ditakdirkan gitu ya bang, mandi 30 menit, siap-siap 1 jam."
Raisa memukul Daud pelan, "apaan sih pa, jangan dilebih-lebihkan lah pa. Orang mama sama adek tu cuma butuh waktu 30 menit doang kok buat siap-siap.."
Zahra mengangguk membenarkan, "iya.. Adek ini udah paling cepat padahal.."
Athalla terkekeh, "1 jam 30 menit gini adek bilang cepat?! Gimana kalau lama ya? Bisa ubanan suami adek nanti.." Zahra mengerucutkan bibirnya.
Daud dan Raisa hanya terkekeh melihat putri dan putranya lalu lebih dulu keluar, Zahra menyodorkan handphonenya kepada Athalla.
Athalla mengernyitkan dahi bingung, "kenapa kasih ke abang dek?"
Zahra memperlihatkan sederet giginya, "fotoin adek dong.. Hehe"
Athalla menggelengkan kepalanya lalu mengambil sebuah foto Zahra dengan gamis berwarna dusty pink polkadot hitam dan jilbab syar'i berwarna dusty pink. Tidak lupa dengan handsock dan stocking berwarna hitam dan sepatu yang senada.
"Nih dek, udah ah. Ingat jangan di upload.."
"Enggak mungkin adek upload lah bang, ini cuma adek simpan di galeri aja. Lagipula apa gunanya kita upload foto? Perempuan itu kan lebih baik tertutup bang. Adek pun takut foto adek dilihat oleh banyak pandangan lelaki ajnabi, apalagi kalau dilihatnya dengan syahwat. Nauzubillahi min dzalik. Takut deh, foto adek diperlakukan dengan tidak wajar. Misalnya diedit menjadi tidak senonoh, dipelet, digunakan menjadi foto profil pada akun palsu dan sebagainya. Adek mau cukup suami adek kelak yang dapat melihatnya."

KAMU SEDANG MEMBACA
Takes You To Jannah [HIATUS]
EspiritualJUDUL AWAL: "KUTIKUNG NAMAMU DI SEPERTIGA MALAMKU" بســــم الله الرحمن الرحيم Ujian hidup adalah hal yang harus dilalui oleh setiap makhlukNya. Allah swt memberi ujian hidup, karena Dia ingin mengetahui seberapa sabar dan kuat makhlukNya dalam mengh...