بســـم الله الرحمن الرحيم
Jangan lupa ambil hikmah nya🌼***
3 Tahun kemudian..
Bismillah.. Batinnya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.." gadis itu mengetuk pintu rumah yang ada dihadapannya.
Terdengar suara langkah kaki dan sahutan salam dari sang pemilik rumah, gadis itu memundurkan langkahnya.
"Cari sia--" ucapan sang pemilik rumah terhenti melihat siapa yang datang.
Gadis itu tersenyum hangat lalu mendekat, menarik tangan sang pemilik rumah lalu mencium punggung tangannya dengan hormat.
"Assalamualaikum mama.."
Raisa memeluk erat putrinya, "waalaikumussalam sayang. Masyaa Allah nak, kenapa pulang gak kabarin? Kan bisa mama jemput di bandara?" tanya Raisa bertubi-tubi.
Zahra tersenyum, "surprise..."
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, Zahra lebih memilih untuk mondok di daerah Aceh. Di tempat sekitaran rumah Neneknya. Orang tua Zahra tidak keberatan sama sekali.
3 tahun menimba ilmu di sana, hanya pulang ketika lebaran sudah menjelang. Tentu kepulangan putrinya adalah hal yang mengejutkan bagi Raisa, mama Zahra.
Raisa sudah tau jika Zahra sudah tidak lagi mondok, yaitu sudah selesai sampai disini. Zahra kembali ke ibu kota, untuk membantu orang tuanya. Atau bekerja mungkin? Zahra belum berpikir hingga ke sana. Sekarang ia akan fokus membahagiakan orang tuanya. Raisa tidak tahu jika hari ini Zahra akan kembali ke ibu kota.
"Masuk dulu sayang.."
Zahra mengangguk, "mama kaya' sama siapa aja." Zahra tertawa kecil diikuti Raisa.
"Siapa tamunya ma?" Daud berteriak dari depan Televisi.
"Tamu spesial papa.." Raisa tertawa geli lalu merangkul putrinya yang tingginya sudah menyamai dirinya.
Zahra tersenyum, "Assalamualaikum papa.."
Daud menoleh.
"Waalaikumussalam," Daud menoleh ke arah Raisa, "dia siapa ma?"
Mata Zahra berkaca-kaca, bibirnya sudah mulai melengkung ke bawah. Bantinnya bertanya-tanya, ada apa dengan papanya. Mengapa mendadak lupa pada putrinya sendiri? Zahra ingin menangis saja.
Raisa membawa Zahra duduk di samping nya, lalu Raisa duduk diantara Daud dan Zahra.
Tangan Raisa mencubit pinggang Daud pelan, "papa ih, anak sendiri baru pulang!"
Daud terkekeh, duduk di sebelah Zahra lalu menarik putrinya dalam dekapannya. "Hehe, maaf ya nak papa bercanda doang.."
"Pa.. Papa ih! Adek pikir papa lupa!" jawab Zahra sesenggukan.
"Gak mungkin papa lupa sama putri kecilnya papa.." Daud mengelus kepala Zahra. "Kok gak kabarin pulang?" lanjutnya.
Baru Zahra hendak menjawab, Raisa lebih dulu memotong. "Surprise." jawab Raisa santai dengan meniru gaya Zahra.
Zahra tertawa kecil lalu memeluk mamanya. Daud pun ikut memeluk Raisa dan Zahra.
"Atek! Enek!"
Suara seorang gadis mungil membuat kegiatan ketiga orang itu terhenti. Zahra menoleh, sedetik kemudian matanya kembali berkaca-kaca. Oh, sungguh Zahra sangat merindukan gadis itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Takes You To Jannah [HIATUS]
EspiritualJUDUL AWAL: "KUTIKUNG NAMAMU DI SEPERTIGA MALAMKU" بســــم الله الرحمن الرحيم Ujian hidup adalah hal yang harus dilalui oleh setiap makhlukNya. Allah swt memberi ujian hidup, karena Dia ingin mengetahui seberapa sabar dan kuat makhlukNya dalam mengh...