بســـم الله الرحمن الرحيم
Jangan lupa ambil hikmah nya🌼***
Sudah 2 hari Zahra tidak masuk sekolah, pertama saat hari acara kemarin dan terakhir hari sesudah acara. Hari ini, pagi pagi sekali Zahra sudah siap dengan seragam sekolahnya. Berdiri di depan pintu melihat Athalla memasukkan kopernya dan koper Akilla ke dalam bagasi mobil.
Keluarga besarnya sudah pulang ke Aceh kemaren, dan hari ini Athalla dan Akilla yang akan pergi meninggalkan Jakarta. Mereka pindah ke Bandung karena Athalla akan mengurus di kantor Daud yang ada di sana.
Setelah dari sini Athalla dan Akilla akan menuju rumah Dina, Ilyas dan Ahqaf untuk berpamitan.
"Bang," mata Zahra yang sembab menatap Athalla dengan sendu.
Athalla mendekat lalu membawa Zahra ke dalam dekapannya, tangis Zahra kembali pecah.
"Udah, jangan nangis lagi dek.. Nanti jadi jelek loh, gak cantik lagi.." canda Athalla seraya mengelus punggung Zahra.
"Abang, jangan pergi. Nanti kalau mama sama papa pergi ke luar kota, adek sama siapa? Hiks, nanti adek bercanda sama siapa? Nanti.. Nanti adek harus cerita sama siapa kalau ada yang gangguin adek? Nanti--" Suara Zahra putus dengan tangisnya.
Akilla ikut menangis, Raisa memeluk Akilla. Menenangkan menantunya. Daud mengambil Zahra dari dekapan Athalla lalu memeluk Zahra seraya mengelus-elus kepala putrinya.
Athalla hanya tersenyum sendu ke arah Zahra yang sedang di tenangkan oleh Daud.
"Sayang, hanya jarak yang memisahkan. Do'a masih bisa menyatukan, maka adek jangan pernah berhenti berdo'a. Semoga Allah selalu menyatukan kita sekeluarga, aamiin.. Dengar ya princess nya abang, kalau adek mau cerita adek bisa telepon abang. Atau adek juga mau cerita ke Akilla? Boleh.. Telepon aja, adek pokoknya jangan pernah merasa sendiri. Ingat, Allah selalu bersama mu.."
Daud tersenyum, Raisa memeluk putranya. Raisa ikut bersedih, sekarang ia harus jauh dari putranya ini.
"Hati-hati ya bang.. Disana jaga diri kalian, Athalla jaga Akilla. Akilla tanggung jawab kamu sekarang. Semarah-marahnya kamu sama istri kamu jangan sampai nge bentak apalagi sampai main tangan, itu sama aja seperti kamu menyakiti mamamu." Daud menepuk bahu Athalla.
Athalla yang masih memeluk Raisa mengangguk pelan.
Zahra beralih memeluk Akilla, menumpahkan segala kesedihannya bersama. Rindu yang mereka tanggung akan menggunung, karena jarak mempersulit mereka untuk bertemu melepas rindu.
Setelah selesai, Athalla merangkul Akilla. Lalu berjalan ke arah mobil. Mereka berbalik sebentar lalu kompak melambaikan tangannya. Raisa tersenyum lalu menyembunyikan wajahnya di pelukan Daud, agar putranya tidak dapat melihat air matanya yang sudah tidak dapat dibendung.
Zahra mencoba tersenyum walaupun air mata terus menggenang di pelupuk matanya. Tadi Athalla mengatakan bahwa dia akan kembali lagi ke sini, karena minggu depan dia wisuda. Ke Bandung hanya mau menata barang dan refreshing sejenak.
Zahra melambaikan tangannya saat mobil Athalla sudah keluar dari pagar. Senyum nya masih bertahan dengan air mata yang setetes demi setetes meluncur di pipinya, hingga mobil yang di kendarai Athalla dan Akilla hilang dari jangkauan matanya.
🌼🌼🌼
Ahqaf tersenyum melihat uminya yang sedang memeluk Akilla dengan erat. Sedangkan abinya memeluk Athalla seraya memberi beberapa nasihat.
Ahqaf lalu menatap Athalla yang berjalan ke arahnya, sedetik kemudian Athalla tersenyum sendu.
Ahqaf menepuk bahu Athalla bersahabat, "jaga Akilla, Tha. Sayangi dia dan lindungi dia. Ingat jangan buat dia menangis. Kalau sampai menangis, aku pecat kamu jadi adik ipar.." terdengar kekehan Ahqaf pada kalimat terakhir.

KAMU SEDANG MEMBACA
Takes You To Jannah [HIATUS]
SpirituellesJUDUL AWAL: "KUTIKUNG NAMAMU DI SEPERTIGA MALAMKU" بســــم الله الرحمن الرحيم Ujian hidup adalah hal yang harus dilalui oleh setiap makhlukNya. Allah swt memberi ujian hidup, karena Dia ingin mengetahui seberapa sabar dan kuat makhlukNya dalam mengh...