👠1. Tansa Selena

32K 2K 141
                                    

Tatap aku selama 5 detik, jika kau sanggup berkedip maka aku akan menyembahmu.
-Tansa Selena-

💃💃💃
.
.
.

Menjadi seorang player biasanya akan satu paket dengan julukan matre. Begitulah Tansa Selena, Ratu dari segala Ratu playgirl. Kelasnya dalam bermain sudah berada dalam level tinggi. Prinsip hidupnya adalah cantik itu mahal, pacaran sama cewek cantik sudah pasti perlu modal. Nah, modal itulah yang dijadikan Tansa sebagai sarana untuk memperkaya diri.

Tansa miskin? Jelas tidak. Hanya saja bagi Tansa menghamburkan uang orang lain itu lebih memuaskan ketimbang ngabisin uang orangtua. Karena dalam hidup, tabungan adalah masa depan. Jadi, uang pemberian orangtua tetap aman di rekening bank dan bisa tetap hidup mewah dengan menghamburkan uang "pacar".

"Beib, kamu masih punya uang kan? Soalnya aku ngincer tas itu tuh, lucu banget. Ya... Limited edition lah, harganya paling lima belas juta. Murah kan?"

Cowok yang Tansa panggil Beib tersebut langsung meneguk ludah. Dalam sehari, uang di Kartu ATM nya nyaris ludes. Tansa sudah membeli begitu banyak barang. Mulai dari Pakaian, Sepatu, Jam Tangan, Aksesoris dan sekarang Tas.

"Beib..." Tansa menyenggol lengan cowok tersebut. Andalan Tansa kalo sedang merayu adalah eyes puppy, membuat siapapun akan langsung bilang...

"Oke! Ambil apapun yang kamu mau Beib..." Bima namanya. Dia langsung merangkul Tansa membawanya ke pajangan Tas Limited Edition dari Mango tersebut.

Senyum puas terukir di bibir Tansa. Dia menghela nafas lega, akhirnya apa yang diincarnya kemarin didapatkannya hari ini.

"Hallo Mbak Tansa," seorang pegawai Toko Tas tersebut langsung menyapa Tansa dengan ramah.

Tansa adalah pelanggan VIP di toko tersebut. Hampir setiap ada product terbaru yang limited edition, Tansa pasti akan membelinya. Tentunya dia akan membawa pasangan yang berbeda-beda, kalian akan tau alasannya sebentar lagi.

"Saya mau ambil yang ini, Mbak. Dibungkus yang rapi ya," minta Tansa tak kalah ramah.

"Pasti Mbak," pegawai tersebut langsung membawa tas itu ke meja kasir dan mulai membereskannya untuk Tansa.

Tansa merangkul lengan Bima, tersenyum penuh rasa terima kasih.

Setelah puas berbelanja dan Tansa yakin uang di dalam ATM Bima telah terkuras habis, maka dengan penuh kebaikan Tansa hanya mengajak Bima makan malam sebagai penutup.

Tansa diet, tentu saja. Dia hanya memakan makanan yang membuat tubuhnya tetap terlihat oke. Tapi meski begitu, menu diet di restoran tersebut mengalahkan harga daging.

"Beib, besok temenin aku ke pameran mobil ya?" Minta Tansa dengan nada melenggak-lenggok khas rayuan.

"Apa?" Bima seketika berkeringat.

Menemani Tansa sama saja dengan membelikannya apa yang dilihatnya. Jika hari ini dia melihat semua benda di Mal dan membelinya. Maka besok dia akan minta dibelikan mobil.

"Ke pameran Mobil, Beib," ulang Tansa.

"Beib, kita putus ya?" Bima mengatakannya dengan nada yang sangat lembut. Seolah-olah dia begitu menyakiti Tansa saat mengatakan kata putus tersebut. Raut wajahnya pun sangat minta dimengerti.

"Loh, kenapa?" Tansa menghentikan makannya dan menatap Bima.

"Maaf Beib, aku nggak mau kamu sudah bersama aku. Kamu harus dapetin cowok yang bisa kasih kamu segalanya. Maafin aku karena nggak bisa kasih kamu apapun yang kamu butuhkan."

Two PlayerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang