Hari ini adalah hari yang kelam sekaligus sial untuk Adita Zahira Soekmono atau biasa dipanggil Dita. Dita adalah seorang gadis berusia 22 tahun yang baru memasuki masa koass dalam pendidikan dokter giginya.
Hari ini adalah hari yang kelam karena Dia harus mengikhlaskan kepergian kakak perempuannya Andini Azura Soekmono atau yang biasa Dita sebut Kak Dini untuk selama-lamanya. Dini meninggal dengan tiba-tiba lewat kecelakaan mobil yang naas tadi malam ketika dia dalam perjalanan pulang ke rumah.
Tubuh Dini yang telah tertutup kafan diturunkan perlahan ke tanah, diiringi isak tangis tertahan dari papa dan mamanya yang sudah berusaha sangat tegar sejak semalam. Dita yang bediri terpaku disamping makam Dini pun menutup mulutnya berusaha menahan isak tangis. "Hhhhh...Kak Dini...kenapa secepat ini....." air matanya seperti tak tahan ingin mendesak keluar, namun Dita menahan sekuat tenaga. Tidak...tidak disini...
bisik Dita dalam hatinya Dia tak ingin menangis di depan jasad Dini, Dia tak ingin memberatkan Kakaknya dalam perjalanan pulang ke hadapan Tuhan.
Dita sangat kehilangan Dini, yah tentu saja, selain karena Dini adalah saudara sedarahnya dia juga merupakan sosok kakak yang sempurna untuk Dita. Dini sangat dewasa, lembut, dan selalu mengalah pada Dita yang memang memiliki sifat kekanak-kanakan. Disaat-saat Dita dalam kesulitan sampai patah hati karena cinta pun Dini selalu setia memeluk adik kesayangannya itu.
Hari ini pun hari sial untuk Dita. Pasalnya sebelum ke pemakaman, Papanya Bambang Soekmono telah memberi Dita tugas yang sangat berat yaitu meneruskan perjodohan antara keluarga Soekmono dan Witjaksana, yang awalnya dibebankan pada Dini.
Keluarga Witjaksana adalah pemilik sebuah perusahaan industri PT.Witjaksana Perkasa yang sedang berkembang pesat akhir-akhir ini karena banyak ide-ide baru yang mereka punya, dan keluarga Soekmono sendiri adalah pemilik PT.Adi Jaya Mukti yang telah berkecimpung dan settle lama dalam bidang industri tanah air.
Dini anak yang lembut dan penurut pada orang tuanya. Perjodohan ini tak pernah menjadi beban untuknya, faktanya Dini pun mulai menyukai lelaki yang dijodohkan padanya. Berbeda dengan Dita yang menganggap ini adalah sebuah kesialan.
"Murah banget harga perempuan di keluarga ini!" Protes Dita dengan lantang kepada Papanya saat diberitahu tentang perjodohannya.
"Dita jaga bicara kamu! Lebih murah lagi kalo kami memberikan kamu ke mahasiswa yang gak lulus-lulus itu!" Bentak Bambang, menciutkan hati Dita.
Yah memang selama 4 tahun terakhir Dita memiliki hubungan spesial dengan Bryan. Bryan pacarnya ini memang seharusnya sudah lulus dari kuliah komunikasinya sejak 2 tahun lalu, namun entah mengapa Bryan selalu malas membahas kuliahnya. Orang tua Bryan pun tidak pernah protes tentang keterlambatan lulusnya Bryan, jadi untuk apa Dita yang hanya pacarnya protes?.
Dita menatap ke seberang makam, disana berdiri seorang lelaki yang Dita perkirakan berumur 30 tahunan awal, dengan tinggi sekitar 170an cm. Dia memakai setelan jas hitam dan dasi, seperti habis menghadiri rapat penting. Rambut hitamnya tertata rapih kecuali bagian jambulnya yang ditata agak berantakan mengikuti tren jaman sekarang. Wajahnya sangat tampan dengan garis hidung yang lurus dan tinggi, serta garis rahang yang tegas dihiasi janggut tipis yang menambah kesan manly. Mata hitamnya yang tajam menatap dingin ke makam Dini.
Segala pesona lelaki itu luntur di mata Dita. Yah dia adalah Aditya Witjaksana, atau yang sering dipanggil Adit. Aditya adalah seorang CEO PT.Witjaksana Perkasa yang tidak lain adalah tunangan kakaknya dan sebentar lagi akan menjadi tunangannya.
Huff! Gila...gak bisa apa Dia pasang muka sedih sedikit, dingin banget tu orang. Come on! Ini pemakaman tunangannya. Walau pun mereka berdua dijodohin Kak Dini udah mulai menyukai dia, terlihat dari caranya membicarakan Adit. Kak Dini bilang Adit orangnya ganteng dan lembut. hummm ganteng si jelas...tapi lembut? Cihhh...gue sanksi!
Seakan mendengar isi kepala Dita, Aditya mengalihkan pandangannya dari makam kepada Dita yang berdiri diseberangnya. Dita langsung buru-buru menunduk salah tingkah.
Shit! Ketahuan gue ngeliatin Dia! Hiii serem bangettt tatapan matanya.... tega banget sih Papa mau jodohin gue sama mayat idup itu!
*****
Aditya berdiri disamping makam Dini melihat jasadnya yang mulai diturunkan ke tanah. Sedih? Mungkin iya... Adit baru sebentar mengenal tunangannya Dini. Tapi tak dipungkiri Dini adalah pribadi menyenangkan bagi Adit. Cantik....dewasa...dan lembut...siapa lelaki yang tak tertarik dengannya?.
Takdir berkata lain, kini pertunangan mereka harus berakhir sebelum cinta sempat tumbuh dihati Adit, namun keluarga Soekmono memberitahunya akan menjodohkan Aditya kembali dengan Dita adik dari Dini.
Aditya menatap Dita yang berdiri diseberangnya. Terlihat Dita dengan mata coklat terangnya itu sedang memandanginya dan buru-buru menunduk dengan salah tingkah.
Secara fisik Dita sesungguhnya wanita yang tak kalah menarik dari Dini. Jujur saat awal bertemu keluarga Soekmono, Mata Aditya tertarik pada sosok Dita, namun ternyata Dini lah yang dijodohkan padanya.
Yah memang sangat mudah tertarik dengan Dita karena mata besarnya yang berwarna coklat terang membuat dia berbeda dengan wanita disekelilingnya. Wajah ovalnya dipercantik hidungnya yang tinggi dan bibirnya yang penuh. Tubuh Dita tak terlalu tinggi mungkin hanya sebahu Adit, badannya berisi tapi tak terlihat gemuk. Dia memiliki kulit seputih susu persis seperti Dini, yang terlihat jelas pada leher jenjangnya yang tersibak dengan gaya kuncir ponytail.
Aditya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.
Hufff....masih anak-anak!
Yah walau hanya beda dua tahun dari Dini, Dita terlihat jauh kekanak-kanakan. Mungkin karena Dita anak terakhir. Sifatnya yang pemberontak, manja, dan sangat ekspresif pun semakin memperkuat kesan childish pada dirinya.
"Yah...apa pun lah untuk perusahaan!" Bisik Aditya untuk dirinya sendiri.
Uhuk.. uhuk...
Yuk lanjut baca lagi gaessss
Jangan lupa vote yah...
Masa yang baca banyak yang ninggalin jejak dikit ni ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Om Husband (Sudah Terbit)
RomanceDita tiba-tiba harus menanggung tanggung jawab meneruskan perjodohan keluarga Soekmono dengan keluarga Witjaksana, sepeninggal Kakaknya Andini untuk selama-lamanya. Sedangkan Dita telah memiliki pacar yang setia selama 4 tahun dengannya. Sebuah ide...
