6 Bulan kemudian.
Resepsi Pernikahan Dita dan Aditya di gelar. Sebuah ballroom hotel mewah di Jakarta menjadi pilihan. Tamu-tamu dari kalangan atas memenuhi ruangan resepsi dengan pakaian-pakaian super brandednya.
Musik untuk mengantar masuknya pengantin pun diperdengarkan. Dita dan Aditya memasuki ruang resepsi. Dita memeluk tangan Aditya seperti yang sudah dicontohkan pengarah acara, senyum lebar terplester di wajah keduanya. Yah...akting bahagia mereka sangat meyakinkan!.
Bisik-bisik undangan sepanjang karpet merah tersebut terdengar di telinga Dita.
"Wah cocoknya mereka...cantik dan ganteng.."
"Wah jodoh yah...namanya juga mirip Adita dan Aditya..."
Sekuat tenaga Dita tidak memutar bola matanya dan menahan mual dengan segala bisik-bisik tentang dirinya dan Aditya.
Hisss.... cepat lah berlalu resepsi ini. Cape banget senyum gini!
Dita melirik ke wajah Aditya yang tampak tidak kalah pintar berakting dengannya. Lelaki itu mengenakan setelan jas pengantin berwarna silver senada dengan Gaun pengantin yang Dita pakai. Wajah tampannya dihiasi senyum lebar yang seperti sudah tercap permanen.
Hummm....Dia ganteng sebenernya kalo senyum gini. Sayangnya ini cuman akting. Setelah resepsi selesai wajah mayat idupnya itu bakal kembali lagi.
Menyadari Dita sedang memperhatikannya, Aditya mengalihkan pandangannya ke Dita. Kemudian mereka tersenyum sambil saling bertatapan.
"Awww...what a lovely couple" bisik seorang tamu undangan.
Hummm...Sepertinya Gue harus menjajaki dunia akting!
Dita geli sendiri memikirkannya.
Akting Dita mulai kacau ketika Dia melihat sosok Bryan di sudut ruangan, sedang memperhatikannya. Bryan tampak tidak kalah menawan dari Aditya hanya saja dengan aura yang lebih anak muda, Ia memakai kemeja biru navy dengan dasi hitamnya. Matanya tampak bingung menatap kepintaran akting kedua mempelai.
Yah Dita sudah memberi pengertian ke Bryan bahwa pernikahan ini hanya akan berlangsung 2 tahun. Setidaknya sampai koass nya selesai, dan dia mampu berdiri sendiri. Bryan awalnya sangat marah dengan ide aneh Dita. Tapi Dita meyakinkannya bahwa Aditya hanya lelaki dengan otak bisnis sejati yang sudah setuju tidak menyentuhnya selama 2 tahun. Akhirnya Bryan pun mengiyakan keputusan ini.
*****
Dita dan aditya pun sampai di pelaminan. Keduanya duduk berdekatan di singgasananya.
"Akting Lo bagus juga" Adit berbisik ke Dita.
"Lo juga" Dita tersenyum manis kembali, melanjutkan aktingnya.
Aditya sesekali mencuri pandang ke arah Dita.
Sebenernya anak ini cantik juga kalo didandanin. Dan senyumnya...Hah... jangan tertipu! Setelah kembali ke rumah anak ini bakal sama ganasnya sama bayi dinosaurus!.
*****
"Resepsi yang melelahkan!" Dita melempar badannya dikasur kamar honeymoon suitnya. Sebuah kamar di hotel mewah tempat resepsi, yang khusus dipesan untuk malam pertama mereka.
Kasur itu dipenuhi dengan kelopak mawar dan handuk berbentuk angsa. Dilengkapi kelambu cantik diatas ranjang.
"Apaan si ni nyampah aja!" Dita menyingkirkan kelopak bunga mawar dari kasurnya.
Aditya menahan tawanya melihat tingkah Dita.
"Ehhh...Lo kenapa si ikut-ikutan tidur disini?"
"Emang harusnya Gue dimana?, kalo keluarga kita tahu gue gak tidur disini rencana kita berantakan"
Dita terpaku.
Yah benar juga sih perkataan Om ini...
"Ya udah...Lo di sofa!"
"Nggak!"
"Hah?! Lo di Sofa Adit!"
"Gak!... lagian kasur ini gede banget juga, kamu dipinggir sana aku disini"
Dita memicingkan matanya.
"Ya udah!" Dita membangun benteng perlindungan dari bantal dan selimut yang ditumpuk.
"Good Night, Wife..." ucap aditya usil. Sambil mematikan lampu tidur.
"Good night...Om Husband!" Dita mematikan lampu tidurnya dengan sewot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Om Husband (Sudah Terbit)
RomanceDita tiba-tiba harus menanggung tanggung jawab meneruskan perjodohan keluarga Soekmono dengan keluarga Witjaksana, sepeninggal Kakaknya Andini untuk selama-lamanya. Sedangkan Dita telah memiliki pacar yang setia selama 4 tahun dengannya. Sebuah ide...
