Matahari pagi menembus jendela kamar honeymoon suite Dita. Dita menggeliat merasakan sinar matahari yang menyentuh wajahnya.
"Huff...siapa sih yang udah buka gordennya!"
Lalu Dita terperanjat mengingat bahwa hari ini adalah hari pertamanya menjadi Fake Wife.
"O..my God! Benteng pertahananku!"
Dita membalikkan badannya.
Huff...Aman! Bantal dan selimut masih tertumpuk dengan rapih. Tapi tidak ada Aditya disana.
"Klek!" Pintu kamar mandi terbuka. Aditya keluar dari kamar mandi bertelanjang dada, dengan handuk saja sebagai penutup dari pinggang sampai lututnya.
Aa....aaa...... Dita melongo kaget melihat Aditya yang bertelanjang dada.
Ternyata Adit sixpack gitu yah?
Adit mengernyitkan dahi melihat Dita yang masih duduk di atas kasur sambil melongo ke arahnya.
"Kenapa? Gak pernah liat cowok gak pake baju?"
"Hah...Gak pernah..." jawab Dita masih melongok. Lalu Dita menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menyadarkan diri. "Eh, pernah! Yang aku gak pernah liat Om-om yang gak pake baju kayak Lo!" Dita kembali ke mode jahatnya.
Aditya menyeringai berjalan ke lemari. "Hahaha.... badan pacar kamu gak sebagus Om-om yah?"
Dita memutar bola matanya.
Percuma melawan Om ini!
"Tung" bunyi pesan masuk di HP Dita. Dita langsung mencari HP nya.
What? 10 misscall dan 20 pesan dari Bryan. Gue pasti kecapean sampe gak kedengeran HP ini bunyi!
Dita buru-buru menelpon Bryan. Bryan langsung mengangkat pada nada sambung pertama.
"Babe, Sorry.... tadi malem aku kecapean gak denger HP bunyi"
"Kamu kecapean kenapa? Kamu ngapain sama adit?!" suara Bryan nyaring terdengar keluar dari speaker.
"Hah? Gak ngapa-ngapain langsung tidur aja"
"Serius? Aku khawatir banget! Semaleman gak bisa tidur mikirin kamu dikamar sama si adit itu"
"Gak usah khawatir... kita berdua udah sepakat kok, gak ada kontak fisik"
"Biar sepakat juga...Dia tu laki-laki"
"Terus?"
"Beneran dia gak megang-megang kamu?"
"Bener..."
"Ngelirik Kamu?"
"Ummm...gak si kayaknya"
Malahan aku yang ngelirik tadi...bisik Dita dalam hati.
"Apa Dia Gay?"
"Hahahahah....." Dita melirik ke arah Adit yang masih sibuk mencari baju ganti. "Bisa jadi...bisa jadi..."
"Babe.... hati-hati yah....Nanti aku jemput kamu makan siang yah..."
"Oke.... Kamu harus percaya sama aku..."
"Oke...Babe see you soon, Bye..."
"Bye..."
Dita menutup telponnya.
"Siapa?" Tiba-tiba suara Aditya mengagetkannya.
"Bukan urusan lo... Lo mau kemana tu udah pake baju rapih?"
"Sama bukan urusan Lo juga"
"Ya udah... gue mau mandi dulu"
"Jangan lama-lama mandinya ditunggu Mama di lobi"
"Apa? Mama masih disini?"
"Iya....katanya mau ngasih kejutan...kado pernikahan"
Hufff....Mama! Kenapa gak bilang gue sih. Malah cuman ngasih tau Adit! Baru sehari nikah dan Gue udah gak dianggep anak!
*****
Dita dan Aditya turun ke lobi hotel. Saat memasuki lobi hotel Aditya langsung mengambil tangan Dita dan menggenggamnya.
"Biar meyakinkan..." Bisik Aditya.
Dita mengangguk.
Wajah Rina berbinar melihat anak dan menantu barunya memasuki lobi,
"Hello sayang...gimana kabarnya pengantin baru!"
"Heh...baik , Ma"
Rina mengecup pipi Dita "Baik-baik yah sama suami kamu...Jangan suka Galak lagi"
Aditya melirik ke arah Dita sambil menahan tawa.
"Mama mau ngasih kejutan , ayok ikut!"
Dita dan adit saling melirik kebingungan.
"Ummm mau kemana mah? Gak bisa dikasih disini aja kadonya"
Dita teringat janji makan siang dengan Bryan.
"Enggak bisa! Kalian harus ikut Mama" Rina menarik paksa tangan Dita dan Aditya sampai ke mobil.
Dita menghela nafas panjang memasuki mobil. Tampaknya janji ketemu dengan Bryan siang ini harus dibatalin. Dita mengeluarkan HP dan mulai mengirim pesan
"Babe, sori aku gak bisa makan siang bareng, mama ngajak pergi ni"
KAMU SEDANG MEMBACA
Om Husband (Sudah Terbit)
RomanceDita tiba-tiba harus menanggung tanggung jawab meneruskan perjodohan keluarga Soekmono dengan keluarga Witjaksana, sepeninggal Kakaknya Andini untuk selama-lamanya. Sedangkan Dita telah memiliki pacar yang setia selama 4 tahun dengannya. Sebuah ide...
