Anna's Point of View..
Setelah melewati perdebatan panjang antara aku dan tuan pemaksa itu, juga dihadiahi tamparan manis darinya yang mengakibatkan sudut bibir ini mengeluarkan darah, ia memerintahkanku untuk langsung masuk kekamar dan Woww!! Amazing ini sangat luar biasa! Banyangkan saja, ini tidaklah pantas untuk disebut kamar! tapi lapangan bulu tangkis(😁). Apakah perumpamaanku belebihan? Oh tentu saja tidak,, karena ini memang sangat luas bahkan aku sangat yakin kalau kamar ini mampu untuk menampung para pengungsi Palu dan Donggala. Aku jadi penasaran apa sebenarnya profesi laki-laki itu? Kenapa ia sangat kaya?? Akhh.. persetan dengan itu semua! Untuk apa aku harus repot-repot memikirkannya? Lebih baik aku tidur dikasur yang sangat empuk inikan??
Anna pov end-
Keesokan paginya..
Sinar matahari pagi mulai mengintip perlahan melalui celah tirai, aku menyipitkan mata Hoamm.. Sungguh ini adalah tidur ternyenyak yang pernah aku rasakan selama 22 tahun aku hidup,, tiba-tiba...
Tok..tok... "Permisi nona, tuan menyuruh anda untuk turun dan menemaninya untuk sarapan"
"Iya, aku akan segera turun"
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, aku bergegas untuk langsung turun kebawah lagipula perutku ini sudah sangat sakit karena menahan lapar dari kemarin.
"Duduklah! dan makan"
"Aku--"
"Jangan pernah berbicara pada saat berada dimeja makan! Aku sangat tidak menyukainya"
Tidak ada suara yang keluar selain detingan sendok dan garpu,,
"Aku pergi, dan jangan pernah berfikir untuk lari dariku!"
To be Continue...
Mon. Oct. 15, 2018
Tangerang, partly sunny 30°
19:05 wib
240 words
-lifeofserly
KAMU SEDANG MEMBACA
Tawanan Mr. Hart
RomansaSungguh, aku tidak tahan lagi ia terus-menerus menyiksaku. Siapapun, tolong aku!! ~Anna Gibson Dasar jalang! gadis itu selalu saja membuatku naik darah!! awas saja kau, akan kubuat hidupmu seperti dineraka ~Sidhart Nygam
