Author's POV
jinyoung menahan nafas atas perbuatannya sendiri, ia merasa terlalu berlebihan menanggapi kepergian Jaebum dari dorm..
Ia merasa egois dan jahat karena susah melakukan ini pada hyungnya.. Pada kekasihnya yang sudah menjaganya selama ini dan mencintainya dengan tulus.
Jinyoung menangis terisak di dapur ketika Yugyeom dan Mark sedang pergi membeli makan.
"hiks maafkan aku hyung.. Aku tahu ini berlebihan.. Kau pasti tidak suka dengan sifatku yang egois ini kan? Aku hanya belum bisa menerima jika kau memilih tempatmu sendiri daripada berdua denganku"
"jinyoung-ah.. Kau kah itu?" tanya Mark dari luar pintu dapur, jinyoung yang melihat kedatangan dua membernya segera menghapus air matanya.
"gyeom.. Makanlah duluan, aku mau bicara pada jinyoung dulu" ucap mark pada sang maknae yang langsung dituruti.
Mark berjalan menghampiri "hey are you okay?? Wanna talk about it? " tanya mark dengan bahasa inggrisnya kemudian duduk di samping jinyoung.
Jinyoung tak langsung menjawab pertanyaan mark melainkan mengumpulkan keberanianya untuk membicarakan tentang Jaebum.
"its about jaebum right?? " tanya mark lagi, jinyoung mengangguk.
"jinyoung.. Kau tahu Jaebum tidak pernah ingin meninggalkanmu kan? Kau tahu satu-satunya orang yang dia sayangi itu kamu"
"kau seharusnya bisa menghargai keputusannya untuk keluar dari dorm.. Ia hanya ingin tak ingin merepotkan kamu yang sering membersihkan kamar saat ia sibuk distudio atau ada jadwal solo lain. Ia merasa cukup membuatmu merasa terbebani dengan 5 ekor kucing yang berkeliaran "
"aku tahu alasannya hyung.. Tapi aku tak pernah merasa terbebani dengan semua itu.. Aku menyukainya dan mencintainya dengan tulus, aku merasa bertanggung jawab juga dengan kamar dan 5 kucingnya saat ia tak di dorm"
"kau tahu hyung..walau aku tak jago dalam hal hal mengurus rumah aku ingin menjadi kekasih yang bisa diandalkan juga.. Kepergiannya membuatku merasa jika aku berbeda dengan yang aku harapkan"
"i know you loved him so much.. And so he does"
"mungkin ada hal yang lain yang ia pikirkan untuk tak lagi tinggal bersama kita disini. Atau mungkin.. Justru ia menginginkan tempat sendiri untuk melakukan sesuatu.. " mark menyunggingkan senyumnya.
"maksud hyung?? "
"you guys can have so much time at his house.. Just the two of you, you can have some quality time to hugging kissing-Awh What the heck" mark memekik saat jinyoung memukul tangannya.
"yah hyung...!! " wajah jinyoung sudah memerah.
"yeah.. You know what i mean"
"cobalah mengerti keputusannya.. Ia juga pasti sedih melihatmu begini. Kau tahu ia juga orang yang cukup sensitif"
Jinyoung merenung "there.. You got it right. Sekarang berhentilah menangis dan ayo kita makan..setelah itu kau pergilah ke rumah Jaebum"
Jinyoung tersentak "ehmm.. Kenapa harus sekarang? Aku belum siap?!"
"terserah kau saja.. Tapi kau tahu istilah lebih cepat lebih baik kan jinyoung... "
Jinyoung menghela nafas "ughh baiklah"
Esoknyaa saat tak ada jadwal Jinyoung bangun sangat pagi-pagi. Ia berencana akan kerumah Jaebum dan memberikaannya sarapan. Walaupun sarapannya hanya sebuah sandwich tapi ia bisa berbangga diri karena Jaebum menyukai apapun yang Jinyoung buat.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRESENT: YOU (JJP VERSION(√)
De Todocuma sekedar imagine receh atau kehaluan seorang jjp shippers saat got7 comeback :) ▶️230918 ⏹️030219
