KOOKMIN : KOOK [TOP] MIN [BOT]
BOY X BOY [YAOI]
HOMOPHOBIC OUT!!
TYPO
Jimin membuka matanya perlahan, ia menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya , saat matanya terbuka lebar, tiba-tiba bayangan buruk saat dia dilecehkan donghan melintas
"lepas!!"
jimin menjerit keras dan terduduk
"jangan berteriak, kau membuat telingaku sakit"
jimin melirik ke samping, jungkook? jungkook sedang tiduran di sampingnya
"ke-kenapa sajangnim ada dirumahku?"
"rumahmu?"
jungkook berucap meyakinkan jimin, jimin melihat sekeliling dan melihat kalau itu bukan kamarnya
"i-ini k-kamar sajangnim?"
"hm"
jimin menundukkan kepalanya, ia tak tahu sekarang ia harus bagaimana? apa dia harus keluar dari kamar ini dan langsung pulang atau berterima kasih dulu?
"sajangnim, maaf merepotkanmu... terima kasih"
"kau selalu merepotkanku, santai saja"
"sa-saya akan pulang"
"silahkan, pintu utama tidak kukunci"
jimin mengangguk pelan, ia beranjak dari tempat tidur bosnya , jimin melirik pakaiannya yang rapih, jimin berpikir... apa ada yang tertinggal? ah... sial! tasnya.. tertinggal di gudang kantor , tak apa lah... dia masih menyimpan uang yang pas untuk pulang, atau? langsung ke kantor? sekarang pagi dan dia harus bekerja
"sajangnim... saya mau ke kantor, terima kasih sekali lagi"
jimin membungkuk hormat sebelum melenggang pergi
jimin melihat sekeliling rumah jungkook, ia rindu saat dulu... rindu saat ia disini bersama dengan jungkook , rindu saat jungkook bicara padanya
"hey, kau disini hyung?"
jimin terkejut hingga melompat kecil, kemudian ia berbalik
"k-kau"
"oh... jungkook hyung yang membawamu kesini ya? hyung benar-benar gerak cepat ya? setelah putus dari lisa, dia ingin kembali pada mantan istrinya"
"apa yang kau lakukan disini"
"hah? apa-apaan pertanyaanmu itu hyung? ini rumahku juga"
"sial!"
"hah? kau mengumpati siapa hyung?"
donghan mendekatkan dirinya pada jimin
"jangan mulai donghan, buang otak mesummu itu"
jungkook berucap santai sembari menuruni tangga
"wah? hyung sudah bangun?"
"jangan basa basi, pergilah kerja, jangan merepotkan hyung, nanti malam kembali ke rumahmu sendiri"
"yah... dasar hyung yang pelit! menumpang saja tidak boleh"
donghan memasang muka mengejek dan pergi begitu saja
"harusnya kau tak usah meladeninya, kau mau kejadian seperti tadi malam terulang lagi?"
jimin menggeleng pelan
"adikku itu sedikit gila, otaknya dipenuhi dengan hal-hal mesum, kuperingatkan sekali lagi untuk menjauhinya"
"nde sajangnim"
"sekarang kau bisa pulang, aku memesankan taxi online untukmu, jangan ke kantor dulu, tas dan sepedamu nanti akan kukirim ke rumahmu"
"te-terima kasih sajangnim"
jimin membungkuk sekali lagi, sebelum hendak pergi
baru saja ia membuka pintunya... perutnya terasa sangat nyeri
'akh'
jimin mengaduh tertahan
'kenapa ini'
jimin membatin lagi, sungguh perutnya rasanya diremas dnegan kuat, sakit dan perih
'bruk'
jimin terjatuh sembari memegangi perutnya yang sudah nyeri luar biasa
"hey? ada apa denganmu"
jungkook mendekati jimin dan membantunya berdiri
"a-aku tak apa sajangnim"
"lalu kenapa kau memegangi perutmu seperti itu?"
jimin semakin meremas perutnya ketika rasa nyeri ini semakin menjalar
"kau tidak teratur makan?"
"a-ani"
"apa ini karena dirimu hamil?"
jimin menggigit bibirnya pelan , ia tak ingin menjawab
"aish! bisa-bisanya kau ini"
jungkook merogoh kantung celananya
"hallo, mr lee, segera datang ke mansion-ku"
setalah mengatakan itu, jungkook mengembalikan ponselnya ke temoat yang seharusnya
"setelah ini, berhenti merepotkanku jimin-ssi"
jungkook menggendong jimin ala bridal style ke kamarnya
jungkook merebahkan tubuh jimin ke ranjang dengan pelan
"jangan diremas seperti itu, kau melukai dirimu sendiri, tak lihatkah kalau kukumu panjang?"
jungkook melepaskan cengkraman tangan jimin pelan
"tahan"
jungkook mengambil bantal di samping jimin, mengangkat pinggang jimin dan meletakkan bantal itu disana, berharap nyeri di perut jimin akan berkurang
jungkook berjalan menuju meja untuk mengambil sesuatu
"apa minyak kayu putih bisa membantu ya?"
jungkook bergumam pelan, ia berjalan ke arah jimin lagi, menyingkap kemeja yang dikenakn jimin dan mengoleskan minyak kayu putih ke perut mulus jimin
"sepertinya tak akan berhasil"
jungkook bergumam lagi
"sa-sakit...."
jimin merintih lagi
"a-ah, ta-tahan! mr lee akan segera datang"
jungkoom berucap terbata, ia tak pernah menghadapi orang hamil
'eh? kenapa aku jadi perhatian padanya begini?'
jungkook berfikir singkat
'tidak ! tidak ! ini salah'
jungkook berjalan mundur
"kau disini saja, tahan saja selagi mr lee belum datang"
jungkook keluar dari kamar itu, mencoba tidak perduli pada jimin
'aku tak ingin menumbuhkan perasaan ini lagi'
TBC
Sebelum author mau minta maaf untuk pembaca Eomma Stay Afloat , author gk jadi update....karena author punya banyak tugas yang harus diselesaikan, sekali lagi maaf ya:'(
KAMU SEDANG MEMBACA
BODYGUARD [KM VER]
Fanfiction[RATE M ] ? KOOKMIN [END] Jimin yang kelewat manja, yang sialnya terlahir dari keluarga yang dipenuhi harta dan kasih sayang, dan jungkook bodyguard baru jimin yang terlahir dari keluarga miskin dan tak punya apa-apa. dan jangan lupakan niatan bejat...
![BODYGUARD [KM VER]](https://img.wattpad.com/cover/151185168-64-k834462.jpg)