Bagian 2

1.3K 111 2
                                    

Ichiro berbalik, menutup pintu rumah. Tersenyum pada Jiro yang masih menatapnya khawatir, hampir saja air matanya lolos mengalir saat dirinya menatap kedua adiknya itu. Namun segera Ichiro tutupi dengan senyuman, meraih tubuh Saburo lalu mengganti Jiro untuk menimang si bungsu, yang langsung saja berpindak tangan. Saburo langsung saja memeluk Ichiro, mengingau bila ia merasa lapar.

"Ayo masuk lagi, Niichan akan memasak untuk kalian berdua..." Ichiro masih tersenyum, membimbing kedua adiknya itu berjalan memasuki rumah. Jiro berjalan disampingnya, melihat Saburo yang yang tertidur membuatnya ikut memgantuk.

"Niichan..." Panggil Jiro.

"Hum.. apa, Jiro?" Ichiro membenarkan letak gendongan Saburo.

"Ibu dan ayah... dimana?" tanyanya, meremat ujung kaos yang Ichiro kenakan.

Ichiro tidak ingin membuat adiknya itu sedih, hanya bisa memasang senyumnya. Lalu mendudukan Saburo pada kursi meja makan, mengelus lembut rambut hitam adik keduanya itu.

"Ibu dan ayah tidak akan pulang hari ini, Jiro... kau tidak mau kan membantu Niichan menjaga Saburo?"

Jiro mengedipkan kedua matanya lucu, mendengar permintaan si sulung, ia merasa seperti sangat dibutuhkan. Dengan segara Jiro menganggukan kepalanya, sebagai jawaban darinya.

"Tentu saja, Niichan.... aku akan menjaga Sabu-chan dengan baik.." seru Jiro semangat. Membuat Saburo yang awalnya setengah tertidur menjadi terbangun. Menatap Ichiro dan Jiro bergantian, mempertanyakan siapa yang mengganggu tidurnya.

Ichiro yang mendengar jawaban dari Jiro, semakin mengembangkan senyumnya dan menarik kedua adiknya itu, merangkul.

"Yoshh... kalian memang adik terbaikku..." ujar Ichiro, setitik air mata jatuh. Dalam hatinya, Ichiro berjanji ia akan menjaga kedua adiknya. Dan menjadi pelindung untuk mereka berdua.

.

.

[HIATUS] Hypnosis Microphone #AU [YAOI] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang