Dia.

57 4 0
                                    

Saat pertama kali dia masuk SMA, baru kusadari bahwa dia merupakan anak yang cukup populer. Kusimpulkan seperti itu, karena tiap harinya ku selalu mendengar namanya disebut sebut teman kelasku. Bosan rasanya, mendengar namanya selalu disebut oleh teman temanku.

Ah, kulupa memberitahu namanya, namanya adalah Sabian Rashaad. Biasa dipanggil Sabian.

Kuceritakan pertemuan pertamaku dengan dia saat SMA, cukup aneh.

Sore itu, aku izin ke kamar mandi dengan temanku. Yah seperti biasanya, aku hanya berbincang bincang dengan temanku. Kembalinya dari kamar mandi menuju kelas, aku baru menyadari bahwa dia tengah duduk di bangku taman yang kulewati tadi sambil menatapku serius.

Aku pun merasa aneh mendapat tatapan seperti itu dari dia. Seketika temanku mengatakan sesuatu padaku,

“Hei, kau tau, si Sabian daritadi menatapmu terus lo, mulai dari kau masuk kamar mandi sampai balik kelas.” kata temanku.

“Ah, kau pasti bercanda.” balasku.

“Memang kau kenal dia?”

“Tidak sih, sudah, tak usah dipikirkan lagi.” balasku .

Nyatanya, aku cukup kaget dengan pertemuan pertama ini. Dan satu hal lagi, yang baru kusadari, dia bertambah tampan, entah sudah sedari SMP sudah begitu atau ini efek pubertas. Entahlah.

Mungkin karena aku yang terlalu kebanyakan belajar ketika SMP sehingga tidak menyadari perubahan parasnya itu.

.
.
.
.
.
.
.
.

Maaf hasil kegabutan jadi ya gini.

Senja dan Malam.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang