Karena aku baek hati dan tidak pelit aku pengen up saja wkwk
130 VOTE 35 KOMENTAR NEXT PART 3
KOMENTAR KALIAN SANGAT BERARTI😞
TYPO DIMANA-MANA !!
EYD MASIH BERANTAKAN !!
HAPPY READING❤
"Maaf, Ma Pa. Aku harus pergi kesekolah pagi-pagi sekali, karena buku Matematikaku tertingal di loker dan aku lupa mengerjakan tugasku. Jadi aku harus mengerjakannya disekolah. Aku mencintai kalian.
-Sena"
Grace menghembuskan napasnya kesal, kenapa putrinya jadi bersikap aneh seperti ini, hanya meninggalkan note yang ia tempel di kulkas seakan-akan menghindari orang tuanya?
"Kenapa?" tanya Jason, pria itu berada dibelakang Grace, lalu Grace berbalik dan menyerahkan Note Sena pada Jason.
"Hmm ya sudah biarkan saja." jawab Jason lalu ia duduk di kursi sambil meminum Kopinya.
"Tapi kenapa sepagi ini, Jas? Aku merasa ada yang disembunyikan Sena. Akhir-akhir ini dia sangat aneh." lirih Grace, Jason hanya tersenyum.
"Putri kecil kita sudah dewasa, jadi biarkan dia asal tidak melewati batas." jawab Jason.
"Jason!" bentak Grace, ia kesal pada Jason, pasalnya firasatnya kini sedang tidak enak.
"Grace, Sena pergi karena bukunya tertinggal di loker, jadi wajar saja dia pergi pagi-pagi sekali untuk mengerjakan tugasnya, kau tak perlu khawatir." ucap Jason dan Grace langsung pergi meninggalkan Jason dengan kesal dengan pria itu yang tidak memahami feelingnya.
🏫
Plakk!!
"Beraninya kau mengabaikan pesanku hah?!" teriak Damian, Sena menyentuh pipi kanannya yang terasa panas bekas tamparan Damian.
"Semalam aku mengerjakan tugas lalu membuat kue, aku lupa membawa ponselku, Dami.." lirih Sena, Damian makin marah langsung menjambak rambut Sena.
"Persetan! Itu hanya alasanmu! Kau memang sengaja menghindariku kan!" tuduh Damian Sena langsung menggeleng.
"Tidak," lirih Sena. Damian menyeringai. Wajah Sena makin pucat melihat seringai Damian.
"Kau tau hukuman apa yang pantas untuk jalang tidak tau diri sepertimu?" desis Damian dan Sena langsung menggeleng takut ketika Damian mengeluarkan pisau kecilnya yang tajam.
"Sepertinya aku akan menyileti paha dalammu." lanjut Damian tanpa belas kasihan.
"Jangan, Damian.. Kumohon.." isak Sena, pasti akan sakit dan perih ketika berjalan.
Damian sudah tidak peduli, ia mendorong Sena hingga perempuan itu terjungkal lalu Damian memaksa membuka celana jeans Sena, ketika sudah terlepas Damian memegang erat kaki Sena yang terus memberontak. Suara teriakan Sena teredam oleh suara hujan lebat diluar.
Damian mulai menggoreskan pisau tajamnya pada paha dalam Sena dan membuat perempuan itu meringis keras.
"Sakit Damian! Kumohon, maafkan aku." isak Sena namun Damian tetap menggoreskan silet tajamnya dan membuat pola namanya dipaha Sena.
"Ini akan membuatku semakin bergairah." kekeh Damian melihat hasil karyanya sedangkan Sena terisak sambil menatap Damian.
"Sepertinya melakukan sex dipagi hari sangat menyehatkan." seru Damian lalu ia membuka kaitan jeansnya dan mengeluarkan miliknya dan tanpa pemanasan ia memasuki Sena yang belum siap sama sekali.
"Sakit, Damian!" isak Sena ketika Damian mencoba memasukinya.
"Diamlah!" bentak Damian lalu menampar Sena lagi, perempuan itu terisak dan memegang erat bahu Damian untuk mengurangi rasa sakitnya. Sedangkan Damian sangat menikmati jepitan milik Sena.
"Aahhhh Senaa.." geram Damian lalu mulai memaju mundurkan pinggulnya tanpa memperdulikan kesakitan Sena.
🍒
Sena mengancingkan branya dan Damian hanya menatapnya datar sambil menghisap nikotinnya, sesekali Sena meringis pelan karena branya menyentuh luka goresan dipunggungnya.
Damian menatap keranjang kue yang dibawa Sena tadi. Keranjang itu tak jauh dari mereka, dan ia yakin isinya cukup banyak. Damian berfikir, kue Sena tidak akan habis jika perempuan itu menjualnya saat jam istirahat.
"Aku membeli semua kuemu." ucap Damian dan Sena langsung menoleh,
"Kueku sudah dipesan Dami, sekarang aku harus ke kelas dan menyerahkannya." ucap Sena lalu Damian menyengit.
"Siapa?" tanya Damian dingin.
"Alan, dia memesan kue untuk ibunya." jawab Sena lalu ia memakai bajunya dan berdiri dengan pelan, ia langsung meringis ketika paha terasa perih ketika ia berjalan.
"Kenapa ia sering memesan kue padamu?" tanya Damian makin dingin, ia mulai curiga pada Alan teman sekelas Sena yang sering memesan kue pada Sena. Sedangkan Sena mulai bingung.
"Entahlah, mungkin ibunya menyukainya." jawab Sena lalu ia berjalan cepat ke pintu keluar dan tak lupa tas serta keranjang kuenya hingga suara Damian menghentikan langkahnya,
"Jangan lupa minum pil kontrasepsimu." ucap Damian dan langsung diangguki Sena.
Lagipula siapa yang mau mengandung anak dari seorang psikopat? Batin Sena.
TBC
GIMANA MASIH MINAT TIDAQ?!
KOMENTAR PELIS
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Revenge (TERSEDIA DI PLAYBOOK)
Romance⚠ SIQUEL MY ARROGANT EX HUSBAND ⚠ ⚠ LEBIH VULGAR DAN KASAR DARI SEBELUMNYA⚠ BEBERAPA PART SUDAH DI UNPUBLISH KARENA SUDAH TERSEDIA DI PLAYBOOK😊 Masa kecil ia habiskan ditempat pelacuran, sejak kecil juga ia dipaksa melihat ibunya melakukan sex deng...
