PART 3⚠

24K 1.1K 46
                                        

TYPO DIMANA-MANA !!

EYD MASIH BERANTAKAN !!

CERITA INI SUDAH TERSEDIA DI PLAYBOOK DAN INI HANYA REPOST

Maafkeun baru update ya wkwk

Ayolah votenya masa gak masuk mulu😭apalagi komentar😭😭

Pokoknya kali ini kudu masuk !!

120 VOTE 40 KOMENTAR !!

PELISSSSS

ADA ADEGAN KEKERASAN⚠

HAPPY READING

Sena berjalan terburu-buru menuju kelasnya dan mengabaikan rasa perih di paha serta rasa ngilu didaerah sensitifnya akibat perbuatan Damian. Untunglah kelas belum dimulai hingga ia bisa duduk dengan tenang di bangku paling belakang dan juga mengabaikan tatapan aneh teman-temannya.

Tak lama Alan, lelaki yang memesan kue pada Sena menghampiri perempuan itu.

"Kau baik-baik saja?" tanya Alan dengan nada khawatir karena ia melihat Sena yang berjalan dengan sedikit terseok, Sena tersenyum pelan.

"Ya, semuanya baik-baik saja. Oh ini kuemu." ucap Sena sambil menyerahkan keranjang kuenya pada Alan dan diterima dengan senang oleh pria itu.

"Ini uangnya. Mommyku sangat suka dengan kue buatanmu. Aku akan menghubungimu jika ingin memesan kue lagi." Alan menyerahkan beberapa lembar uang pada Sena dan diterima senang oleh perempuan itu.

"Tentu. Aku senang jika Mommy mu menyukai kue buatanku. Itu kepuasan tersendiri dari penjual." jawab Sena.

Lalu mereka terlibat perbincangan-perbincangan ringan dan sesekali tertawa tanpa menyadari seseorang mengawasi mereka dengan tatapan sangat tajam dari pintu kelas Sena. Pria itu mendengus dan meninggalkan kelas Sena untuk menuju kelasnya karena bel sudah berbunyi.

🎈🎈🎈

Jason menatap beberapa berkas dimejanya tanpa minat, saat ini pikirannya terfokus pada putrinya, Sena. Beberapa tahun terakhir tingkah putrinya sangat mencurigakan.

Putrinya suka menghilang dipagi-pagi buta dengan alasan-alasan klasik dan selalu bisa menghindarinya dan Grace tiap kali mereka membicarakan masalahnya. Putrinya selalu bersikap seolah-olah sangat sibuk dan tak bisa diganggu. Entah itu bekerja di toko kue Grace, mengerjakan tugas-tugasnya, membuat kue bahkan putrinya suka menghindari orang tuanya dengan menginap dirumah sederhana hadiah dari Jason di ulangtahunnya yang ke 17 saat tahun lalu. Dan Jason maupun Grace tidak bisa berbuat apapun, seakan-akan putrinya memberikan pembatas besar agar ia dan Grace tidak bisa menembus putrinya.

Jason mengusap wajahnya kasar, sepertinya ia harus memata-matai putrinya agar ia tau apa yang disembunyikan putri kecilnya. Dan Grace tidak boleh tau tentang ini! Ia tidak mau membuat istrinya khawatir, biarlah ia berlagak seperti membebaskan Sena namun ia akan memata-matai putrinya tanpa diketahui siapapun.

🍃🍃🍃

"Terima kasih sudah membantu kami Sena!" ucap teman-teman Sena ketika sudah ada didepan rumah. Mereka baru saja belajar bersama untuk menghadapi ujian akhir yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

"Maaf, gara-gara kami kau harus libur bekerja." sesal Rose salah satu dari 4 teman Sena yang datang. Sena tertawa renyah.

"Bahkan kalian sudah menggantinya dengan beberapa cemilan dan buah." jawab Sena sambil bersandar di pilar kecil depan pintu. teman-temannya tertawa kecil lalu mereka berpamitan pulang dan diangguki Sena.

Psychopath Revenge (TERSEDIA DI PLAYBOOK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang