TYPO DIMANA-MANA !!
EYD MASIH BERANTAKAN !!
Well, respon kalians makin baik dan aku sangat senang dong dan makin semangat buat update🐸
Banyak bat yang mengutuk si Dami-ku-,- duhhhh
200 VOTE 50 KOMENTAR :v HAHAHAH :V
Okelah langsung saja ini aku skip beberapa waktu ya mungkin agak aneh harap jangan bingung-,-
HAPPY READING🐸
Hari ujian kelulusan semakin dekat, Sena masih berusaha membagi waktunya untuk sekolah-belajar-bekerja dan.. Bersama Damian.
Pria itu semakin lama semakin menjengkelkan dan brutal dalam menyiksa Sena. Bahkan pria itu sudah membuat luka dipunggung Sena yang mengakibatkan Sena harus menerima 5 jahitan karena goresan yang Damian buat cukup dalam dan lebih parahnya Damian sendiri yang menjahit luka itu tanpa bius sama sekali, itu semua karena Damian mendapati Sena sedang makan siang bersama Alan dan saat pulang sekolah Damian langsung menyiksa Sena digudang sekolah.
Sena masih bisa menahannya. Sena masih kuat, sehingga ia belum menghubungi ayah Damian. Masalah orang tua, Sena selalu menghindari mereka dengan melarikan diri dirumah sederhananya. Memang sangat sulit apalagi Grace adalah bos tempat dimana ia bekeja namun Sena selalu punya 1001 cara agar bisa menghindari Grace.
Sena menatap plafon kamarnya kosong. Tangan Sena menyentuh benda yang melingkar di lehernya. Sebuah kalung simple yang sudah menggantung dilehernya beberapa hari lalu. Malam itu Damian datang kerumahnya dan memaksa Sena untuk melayaninya dan paginya kalung tersebut sudah ada dilehernya dan Damian sudah tidak ada lagi dikamarnya, dan ketika bertemu di sekolah Damian berpesan agar Sena tidak pernah melepas kalung tersebut.
Kadang Sena merasa aneh pada sikap Damian yang menurutnya sering berubah-ubah. Kadang bisa lembut, tempramen, pemarah, dan... Ah banyak lagi sehingga Sena malas untuk menyebutkannya.
"Astaga! Kenapa aku harus memikirkan si iblis itu!" desis Sena. Perempuan itu langsung bergegas ke kamar mandi dan segera bersiap menuju ke sekolah.
🐼🐼🐼
"Sena!" panggil seseorang dari arah belakang. Sena menoleh dan mendapati Alan berjalan menuju kearahnya. Sena diam menunggu Alan. Sebenarnya ia takut jika terlalu dekat dengan Alan, karena ia takut Damian mengetahuinya dan menyiksanya lagi seperti beberapa waktu lalu.
"Ada apa?" tanya Sena langsung dibalas senyuman lebar Alan.
"Aku ingin berjalan bersamamu." ucap Alan dengan lembut. Sena tersenyum pelan lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas.
Damian menatap dingin kearah Sena dan Alan dari kejauhan. Moodnya hari ini sudah benar-benar buruk karena pagi-pagi sekali ia terbangun karena rasa mual yang tak tertahankan dan itu membuatnya sedikit limbung dikamar mandi, dan sialan! Damian merasa badannya kurang segar, ditambah sekarang melihat Sena bersama Alan, Damian tidak bodoh! Alan menyimpan perasaan pada Sena dan itu membuatnya marah lagi! Kenapa jalang itu tidak mendengarkanku?! Apa 5 jahitan kemarin masih belum cukup?! Batin Damian.
Dan kini, otak Damian langsung memproses hukuman apa yang pantas didapat Sena karena masih bisa mengulang kesalahan yang sama!
📓📓📓
Jam istirahat berbunyi, Sena tersenyum mendengarnya karena sedari tadi perutnya sangat lapar padahal tadi ia sudah sarapan entah kenapa akhir-akhir ini ia mudah lapar dan suka sekali memakan cemilan. Saat akan mengeluarkan bekalnya, ponsel Sena menyala menandakan ada pesan masuk. Sena membukanya dan wajahnya langsung berubah pucat.
Damian
Temui aku sekarang di gudang!
Sena langsung bergegas menuju gudang sekolah tempat dimana Damian sering menyiksanya.
Pria itu memunggunginya dengan salah satu tangan dimasukkan ke kantung celananya. Dan satunya tidak terlihat.
Sena menutup pintu gudang dengan pelan dan berjalan mendekati Damian.
"Damian?" panggil Sena pelan dan membuat Damian berbalik tanpa diduga Damian melempar sebuah balok berukuran besar ke arah Sena namun sepertinya sengaja di plesetkan oleh pria itu.
BRAAAKK
Suara benturan balok dengan beberapa benda yang mengenainya dibelakang Sena. Wajah Sena makin pucat. Damian mendekati Sena dan menampar pipi perempuan itu hingga sudut bibirnya robek. Tak sampai disitu, Damian juga menjambak rambut Sena itu tanpa ampun.
"Sudah kukatakan aku tidak suka kau dekat dengan pria lain, Jalang!" desis Damian. Sena meringis keras ketika rasa nyeri yang menyerang pipi dan kulit rambutnya.
"Damian, lepash!" pekik Sena. Ia mulai terisak. Damian malah mendorong Sena kebelakang hingga perempuan itu jatuh terlentang di matras bekas olah raga. Sena tau Damian pasti akan memaksanya melakukan seks lagi apalagi pria itu tengah emosi padanya.
"Kau benar-benar jalang tak tau diri!" desis Damian lalu dengan gerakan cepat ia menindih Sena dan melakukan seks kasar andalannya untuk menghukum perempuan itu.
➿➿➿
Setelah Damian melampiaskan kemarahannya Sena langsung menuju kamar mandi dan mengunci dirinya disana. Ia sengaja membolos karena ia merasakan perut bawahnya sedikit sakit dan perih setelah seks tadi. Mungkin tamu haidnya segera datang karena sudah 1 minggu lebih ia terlambat.
Sudah hampir 2 jam Sena menunggu dikamar mandi. Pasti jam pelajaran sudah usai, saat berdiri ia merasakan ada yang sedikit keluar dari kewanitaannya. Dan Sena langsung mengeceknya. Ia menurunkan celananya sekaligus celana dalamnya dan ternyata benar dugaannya ia mengalami flek karena terdapat bercak darah di celana dalamnya namun sangat sedikit. Sena tersenyum lega. Akhirnya datang bulannya datang juga. Ia harus segera pulang dan memakai pembalut.
Perempuan itu langsung bergegas menuju kelasnya yang sudah sepi dan ia langsung keluar kelas dan menuju pemberhentian bus.
TBC
Uhhhh rasa-rasanya aku ikutan gemesh ihhh❤
Ayo komentar sebanyak-banyaknya!! Hujat Damian sepuasnya!! Ini forum bebas hujat si Dami-,-
Thanks for reading❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Revenge (TERSEDIA DI PLAYBOOK)
Romance⚠ SIQUEL MY ARROGANT EX HUSBAND ⚠ ⚠ LEBIH VULGAR DAN KASAR DARI SEBELUMNYA⚠ BEBERAPA PART SUDAH DI UNPUBLISH KARENA SUDAH TERSEDIA DI PLAYBOOK😊 Masa kecil ia habiskan ditempat pelacuran, sejak kecil juga ia dipaksa melihat ibunya melakukan sex deng...
