PART 4

16.8K 887 54
                                        

TYPO DIMANA-MANA !!

EYD MASIH BERANTAKAN !!

SUDAH TERSEDIA DI PLAYBOOK. LEBIH LENGKAP DAN EXTRA PART

Maafkeun baru up soalnya komentar belom masuk tapi gpp lah aku cukup puas sama komentar kalian wkwkw

Disini ada adegan kekerasan yang gak segreget difikiranku karena aku ngeri sendiri wkwkw

VOTE 135 KOMENTAR 30 PELIS

HAPPY READING❤

Sena mengerang pelan dengan mata terpejam lalu matanya mengerjap setelah menyesuaikan pengelihatannya Sena melirik pada jam di dinding.

06.46 AM

Sena melirik tempat Damian semalam, sudah kosong dan dingin. Berati Damian sudah lama meninggalkannya dengan keadaan tak karuan. Sena mendesah lelah. Tiba-tiba ia teringat orang tuanya. Dengan segera ia mencari ponselnya yang berada diruang tengah tanpa memperdulikan ketelanjangannya. Setelah menemukannya ia langsung kembali kekamarnya dan ketika ia menyalakan ponselnya ia terkejut puluhan misscall dan pesan dari orang tuanya semalam.

"Astaga, aku lupa memberi tau mereka." lirih Sena sambil membaringkan tubuhnya lagi.

Lebih baik sekarang ia bersiap-siap untuk pergi bekerja ke toko kue ibunya.

Sena bangun dan membersihkan kamarnya dari kekacauan yang Damian buat, setelah semua beres ia membersihkan diri. Saat ia dimeja rias ia baru menyadari bekas cekikan Damian kemarin sudah membiru ditambah kissmark yang mengungu di leher dan seluruh tubuhnya. Tanpa membuang waktu lagi ia mulai mengoleskan fondation pada tubuhnya yang membiru dan kissmark-kissmark buatan Damian.

Setelah selesai ia mulai mencari seragamnya yang ia simpan dirumah ini langsung memakainya.

Semua sudah siap ia langsung keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil roti kemasan dan susu kotak yang bisa ia minum dijalan. Ia keluar dengan sepedanya dan langsung menuju toko kue.

🍃🍃🍃

"Sampai kapan kau menyiksanya?!" suara sambutan yang Damian dapatkan ketika ia baru saja memasuki mansionnya.

Sang ayah sudah berdiri dengan gagah didepannya. Damian mendengus. "Sampai aku melihat si keparat Jason terpuruk!" ketus Damian.

"Berapa kali kukatakan padamu?! Ibumu lah yang berulah sejak awal!" geram Jonas, langkah Damian terhenti lalu badannya berbalik kearah sang ayah.

"Jika si keparat itu tidak membuang aku dan ibuku di tempat pelacuran murahan, aku tidak akan memperlakukan anaknya seperti pelacur murahan!"

Plakk

Tamparan keras Jonas layangkan pada pipi putranya. Pria itu tidak habis pikir dengan perbuatan Damian pada Sena, putri dari Jason.

"Sudah bagus dia memberimu kesempatan hidup." desis Jonas. Damian terkekeh.

"Aku tidak memintanya untuk membuatku hidup, itu salahnya kenapa dulu tidak membunuhku saja. Jika dia membunuhku, putrinya tidak akan tersakiti." jawab Damian lugas lalu pergi dari hadapan ayahnya menuju kamarnya.

Jonas mengusap wajahnya kasar, ia tidak tega lagi pada gadis itu yang harus menerima perilaku pelecehan bahkan pemerkosaan Damian gara-gara dendam putranya itu. Sebelum semuanya runyam, haruskah ia bertindak sebelum semua terlambat?

🐾🐾🐾

"Kenapa kau tidak menghubungi mama semalam? Kau tidak tau khawatirnya mama dan papa padamu?!"

Sena menundukkan kepalanya, tadi saat ia membuat adonan kue di dapur ia didatangi oleh teman kerjanya dan temannya mengatakan bahwa Bos mereka Grace Anthony memanggilnya diruangannya dan Sena langsung bergegas menuju ruangan sang ibu.

"Maaf kemarin aku tertidur setelah belajar, Ma." lirih Sena. Grace menghembuskan nafas lelah.

"Kau tidak berbohong?" tanya Grace lagi dan langsung dibalas anggukan Sena. Memang benar kan ia langsung tertidur?

"Baik, kembalilah ke dapur. Jika kau menginap dirumah itu hubungi mama secepatnya. Jangan membuat kami khawatir." ucap Grace sambil memeluk Sena dan dibalas oleh putrinya.

🐞🐞🐞

Malam ini, akhirnya Damian bisa bermain-main dengan darah orang yang berani mengusik kesenangannya. Setelah melakukan aksi kejar-kejaran dengan pria suruhan Jason Anthony, akhirnya ia mendapatkan pria itu dan kini pria itu sudah ia ikat di kursi.

Damian menatap sambil mendekati pria itu dengan seringai kejamnya, pria itu terus memberontak dikursinya sambil meraung-raung tidak jelas karena lakban di bibirnya.

"Beraninya kau menerima pekerjaan ini." desis Damian sambil mengeluarkan sebuah kotak sedang dibalik jaketnya. Saat membukanya ternyata isinya berbagai pisau dengan berbagai ukuran. Pisau-pisau inilah yang ia gunakan untuk menyakiti korbannya lalu ia letakkan di meja yang ada di sampingnya.

Sreettt

"Akkhhh" pekik pria itu ketika Damian membuka lakban itu paksa.

Bughh

Tendangan Damian tepat mengenai dada pria itu. Pria itu mengerang.

"Apa yang sudah kau katakan pada Jason Anthony?!" desis Damian. Pria itu bungkam dan semakin menyulut amarah Damian.

"JAWAB!" teriak Damian. Pria itu mulai takut karena aura Damian makin mengerikan. Anak yang masih belasan tahun didepannya ini sudah mempunyai aura yang sangat mengintimidasi.

"Ak.. Aku belum sempat memberitaukannya." jawab pria itu. Damian tersenyum puas.

"Baguslah, karena aku tidak mau kau mengatakan apapun padanya, maka ajalmu sebentar lagi akan menjemputmu." Damian tertawa puas. Pria itu menatap ngeri pada Damian. Anak ini pasti sakit jiwa! batin pria itu ketakutan.

Damian mulai mengambil pisau kecilnya sambil memainkannya.

"Kau tau? Sudah lama aku tidak bermain dengan tubuh manusia hingga membuatnya mati sekarat. Dan sekarang akhirnya aku punya sasaran, yaitu kau." desis Damian, tak lama pisau itu menancap di bahu pria itu. Lolongan kesakitan pria itu mengisi ruangan tersebut.

"Jiwamu pasti sudah sakit! KAU SAKIT JIWA. KAU PSIKOPAT." teriak pria itu, Damian tersinggung.

"DIAM!" teriak Damian lalu ia mengambil pisau lain dan mulai menusuk pria itu diberbagai tempat sampai Damian puas dan sampai pria itu tewas.

TBC

AKHIRNYA KELAR JUGA PART INI WKWKW

MESKIPUN GAK GREGETH SIH SOALNYA DIBAYANGAN AKU UDAH NGERI KALAU AKU TULIS NANTI PADA MUAL-_-

NEED COMMENT!!

135 VOTE

30 KOMENTAR !!!

THNKS FOR READING❤

Psychopath Revenge (TERSEDIA DI PLAYBOOK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang